Konten Media Partner

Keluh Kesah Siswa SMP di Waigete yang Tak Punya Meja dan Ruang Belajar

florespediaverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Siswa kelas 7 SMP Negeri 3 Waigete, Kabupaten Sikka, provinsi NTT pada Senin (20/5) pagi mengikuti ujian kenaikan kelas di tenda daruat lantaran ruang kelas ambruk oleh hantaman angin kencang. Foto oleh: Mario WP Sina, florespedia/kumparan.com
zoom-in-whitePerbesar
Siswa kelas 7 SMP Negeri 3 Waigete, Kabupaten Sikka, provinsi NTT pada Senin (20/5) pagi mengikuti ujian kenaikan kelas di tenda daruat lantaran ruang kelas ambruk oleh hantaman angin kencang. Foto oleh: Mario WP Sina, florespedia/kumparan.com

Sejak hari Senin (20/5), Maria dan 31 siswa SMP Negeri 3 Waigete, Sikka, NTT, masih melakukan kegiatan belajar mengajar di dalam tenda darurat, lantaran dua ruang kelas ambruk oleh hantaman angin kencang pada bulan Maret lalu.

Saat kami berkunjung ke sekolah tersebut pada Senin (20/5), terlihat para siswa kelas 7 sedang melaksanakan ujian mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Agama di dalam tenda yang disekat dengan tiang bambu serta ditutupi selembar tripleks.

Karena ketiadaan meja belajar, sebanyak 32 siswa terpaksa mengisi lembaran jawaban beralaskan paha. Bahkan, ada pula siswa yang duduk di bawah tanah sambil mengerjakan soal ujian yang diberikan.

Saat ini, jumlah meja yang tersedia hanya dua buah dan dipergunakan sebagai meja guru juga pengawas ujian. Selain dua buah meja, perlengkapan yang tersisa hanyalah papan tulis yang diletakkan di kedua sisi tenda.

“Saya tidak nyaman, pak. Mau tulis saja tidak ada meja. Saya dan teman–teman jadikan paha pengganti meja. Kami terpaksa membungkuk untuk bisa kerja soal. Kalau tidak, kami tidak bisa ikut ujian naik kelas ini,” ujar Maria, salah seorang siswa kelas 7.

Tanpa beralaskan meja, para siswa SMP Negeri 3 Waigete sedang mengisi lembaran jawaban ujian kenaikan kelas. Foto oleh: Mario WP Sina, florespedia/kumparan.com

Salah seorang siswa kelas 7A lainnya, Theresia Dua Hope mengungkapkan, sebelum ujian kenaikan kelas dirinya dan 31 temannya terpaksa belajar belajar berdesak–desakan dengan siswa kelas 8 di dua ruang kelas yang tersisa.

Theresia Dua Hope menambahkan, selain kelas 7, siswa di kelas 8 juga tidak punya meja belajar. Hanya saja, ruang kelas mereka masih bisa dipergunakan sehingga tidak perlu belajar di tenda darurat.

Siswa lainya, Agustinus menuturkan, walaupun belajar di bawah tenda darurat, ia dan teman-temannya tetap senang karena bisa menyelesaikan ujian dengan baik daripada duduk berdesakan di dalam kelas. Dirinya mengaku hanya merasa kesulitan saat mengisi lembar jawaban lantaran harus menunduk lama.

Ada pula siswa yang duduk berselonjor di tanah sambil mengerjakan soal ujian kenaikan kelas. Foto oleh: Mario WP Sina, florespedia/kumparan.com

Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Waigete, Aleksius Susar, kepada florespedia mengungkapkan, pihak sekolah mengharapkan bantuan ruang kelas dan fasilitas penunjang lainnya agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan optimal.

Diketahui, saat ini florespedia sebagai official partner kumparan di NTT tengah melakukan penggalangan dana melalui kitabisa.com. Dalam rentang waktu satu bulan, sudah terkumpul dana sebesar Rp52.069.946 yang merupakan donasi dari 788 orang.

Rencananya, donasi masih akan dibuka hingga 10 hari ke depan. Dalam rentang waktu yang tersisa, kami mengajak bapak/ibu, kerabat, dan semua pihak yang peduli dengan pendidikan untuk ikut membantu meringankan permasalahan yang tengah dihadapi SMPN 3 Waigete dengan berdonasi lewat tautan berikut ini.

embed from external kumparan