Konten Media Partner

Kerbau Berkeliaran di Jalan Raya di Kota Labuan Bajo

florespediaverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kerbau yang dibiarkan berkeliaran di jalan utama menuju objek wisata Batu Cermin, Kota Labuan Bajo. Foto: istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kerbau yang dibiarkan berkeliaran di jalan utama menuju objek wisata Batu Cermin, Kota Labuan Bajo. Foto: istimewa

LABUAN BAJO - Gerombolan hewan berkaki empat berupa sapi dan kerbau hampir setiap hari melintas di jalan umum di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Para penguna jalan mengeluhkan banyaknya hewan ternak kerbau dan sapi yang berkeliaran bebas di jalan umum.

Akibatnya, banyak penguna jalan yang merasa dirugikan dan membahayakan para pengendara itu sendiri.

Tidak hanya memacetkan arus lalulintas, kerbau milik warga ini juga mengeluarkan kotoran diruas jalan itu, yang membuat wisatawan yang melewati jalan utama merasa tidak nyaman.

Sopir angkutan wisata, Yohanes Largus, Senin (2/12) mengatakan keberadaan ternak liar pada  badan jalan utama di Labuan Bajo sangat menganggu arus lalulintas. Keberadaan kerbau dan sapi dan badan jalan tentu merusak citra Labuan Bajo sebagai kota tujuan wisata. Apalagi jalan utama itu dilewati wisatawan yang hendak menuju obyek wisata Batu Cermin.

Dia menuturkan meski terjadi keanehan di ruas jalan itu dan memacetkan kendaraan, hewan- hewan ternak milik warga  ini hampir setiap minggunya, kerap melintas di sejumlah kantor bahkan masuk halaman kantor bupati Manggarai barat.

"Aneh saja, kota pariwisata seperti ini masih ada ternak berkeliaran dan merusak tanaman warga. Ketika dilihat wisatawan, hal itu sangat aneh. Tetapi ada wisatawan muntah muntah karena melihat kerbau mengeluarkan kotoran di ruas jalan,"tutur Largus.

Dia  berpesan agar kota tujuan wisata internasional ini perlu di rawat dengan baik mulai dari tata kotanya, masalah sampah yang momok. Hewan- hewan ternak agar ditertibkan oleh pihak terkait.

"Perlu di rawat dengan baik agar orang banyak berkunjung,"harap Largus.

Pemerhati Sosial, Sil Dala mengatakan masalah  ternak yang berkeliaran di jalan umum sudah berulang kali. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat seperti tidak mencari solusi mengatasi masalah ternak liar. Padahal Peraturan Daerah (Perda) tentang ternak sudah ada.

"Hampir tiap hari ada keluhan warga di kota ini akibat ternak sapi kerbau di lepas liarkan oleh pemiliknya dan tak ada yang menertibkan,"kata Sil Dala.

Ketua DPRD Manggarai Barat, Edistasius Endi mengatakan bahwa instruksi Bupati Manggarai Barat tentang penertiban pemeliharaan ternak sudah ditertibkan sejak tahun 2015 lalu.

Instruksi tersebut keluar karena kondisi hewan ternak seperti Sapi dan Kervau yang banyak yang berkeliaran di badan jalan. Keberadaan ternak liar itu tentu mengganggu kesehatan masyarakat serta mengganggu keamanan berlalu lintas. 

"Dikeluarkan instruksi tersebut agar seluruh Camat, Lurah, Kepala Desa melakukan pengawasan dan penertiban terhadap pemeliharaan hewan ternak agar tidak berkeliaran," ujar Edi Endi.

Dia meminta pemilik ternak di Labuan Bajo harus menyediakan kandang untuk lokasi pemeliharaan ternak, agar memudahkan dalam pengendaliaannya.

Bagi peternak sapi dan kerbau yang tidak menjalankan intruksi diharapkan kepada Camat Komodo Lurah, Kepala Desa untuk melakukan koordinasi serta mengambil tindakan tegas. (FP-04).