KM Gadha Nusantara 14 Bantu Olah Gerak KM Sirimau yang Kandas di Lembata
·waktu baca 2 menit

LEMBATA - Kandasnya Kapal Motor (KM) Sirimau, salah satu armada pelayaran penumpang milik PT Pelni di perairan laut Ile Ape Kabupaten Lembata masih berlangsung hingga saat ini.
Kapal penumpang itu dikabarkan kandas akibat menabrak karang pada Selasa (17/5) pukul 14.31 Wita tepatnya disekitar perairan Desa Palilolon.
Dari rekaman video yang beredar di berbagai grup WhatsApp, terlihat posisi kapal berada tepat di atas hamparan batu karang.
Posisi air laut juga terlihat sangat dangkal sehingga mesin kapal juga dikabarkan sengaja untuk dimatikan guna menghindari olah gerak baling-baling.
Perihal ini, Kepala Syahbandar Lewoleba di Kabupaten Lembata Abdul Syukur Muklis bergerak cepat memerintahkan KM. Gandha Nusantara 14, salah satu kapal milik Pemda Lembata untuk menuntun olah gerak KM Sirimau yang kandas itu.
"KM Gandha Nusantara 14 sudah menuju ke titik itu, kita perintahkan supaya bantu," kata Abdul ketika dikonfirmasi via telepon, Selasa (17/5) malam.
Sebelumya, KM Sirimau bertolak dari pelabuhan embarkasi Lewoleba-Lembata menuju pelabuhan Maumere di Sikka.
Dia juga melaporkan, jumlah semua Anak Buah Kapal (ABK) KM Sirimau sebanyak 55 orang, sudah termasuk Kapten Kapal.
Kapal itu juga membawa penumpang sebanyak 784 orang.
Posisi terakhir semua ABK dan para penumpang dilaporkan dalam keadaan aman.
Saat ini Kapten masih menunggu air laut kembali pasang supaya olah gerak kapal kembali normal dan bisa keluar dari perairan itu.
"Sekitar pukul 22.00 air pasang baru bisa olah gerak keluar," ungkap Abdul.
Informasi yang diterima media, sampai saat ini posisi KM Sirimau masih kandas. Mesin induk kapal dikabarkan mati untuk menghindari olah gerak baling-baling.
Beberapa nelayan dari Pulau Adonara dan Ile Ape di Lembata juga sedang berupaya untuk memantau dari dekat kejadian itu sekaligus berupaya untuk memberikan bantuan.
