Koperasi Pemasaran Romeo di Sikka Produksi Susu dan Cokelat Batangan
·waktu baca 3 menit

MAUMERE - Minuman cokelat memang banyak digemari berbagai kalangan. Tak sedikit pula yang merasa ketagihan dengan rasa cokelat yang begitu khas. Tidak heran jika minuman cokelat ini sering hadir dalam menu-menu di kafe maupun restoran.
Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Maumere melalui unit usaha Koperasi Pemasaran (KP) Romeo di bawah naungan Keuskupan di Watubala pun tidak ketinggalan memproduksi susu dan coklat batangan.
Florida (36) kepada media ini Sabtu (8/1) siang mengatakan dalam Demplot Kakao Watubala sudah hampir satu tahun memproduksi susu dan coklat batangan dari biji kakao murni.
"Untuk sementara sampai saat ini kami baru bisa produksi susu coklat dan coklat batangan dari biji kakao murni dengan rasa coklat yang khas," kata Florida.
Florida menjelaskan bahwa pertama yang dilakukan adalah menyortir biji kakao yang mutu baik yang akan diproduksi menjadi susu dan coklat batangan yang memiliki aroma dan rasa yang khas.
Setelah selesai disortir biji kakao tersebut di sangrai dan selanjutnya didinginkan. Setelah biji kakao dingin lanjut Florida dibersihkan kulitnya dan selanjutnya dihaluskan secara manual menggunakan blender.
"Sebenarnya ada alat khusus untuk menghaluskan biji kakao. Tetapi karena belum ada alat sehingga terpaksa kami haluskan biji kakao menggunakan blender," kata Florida.
Setelah biji kakao dihaluskan menjadi bubuk, baru dilakukan proses pembuatan susu coklat dan juga coklat batangan yang dicampur beberapa adonan dalam sebuah wadah yang sudah disiapkan
Bahan bahan yang digunakan adalah, selain biji kakao fermentasi yang bermutu baik, juga susu cair dan gula pasir. Dimana kakao murni rasanya sepat sehingga dibutuhkan gula untuk pemanis.
Setelah biji kakao fermentasi diblender bahan tersebut di saring untuk mengambil sari coklatnya. Sedangkan ampasnya dibuang atau dijadikan pupuk pada tanaman.
Menurut Florida proses pembuatan susu coklat dan coklat batangan tidak memakan waktu terlalu lama. Kurang lebih satu sampai dua jam sudah bisa diminum susu coklatnya dan coklat batangan sudah bisa dimakan.
"Dari bahan bahan itu, bisa diproduksi jadi susu coklat dan coklat batangan," kata Florida sambil memperlihatkan beberapa hasil produksi yang sudah jadi.
Jika adonan coklat terlalu padat tambah Florida bisa ditambah minyak VCO agar bisa menetralkan lalu selanjutnya dimasukan dalam frizer agar bisa beku menjadi coklat batangan.
Terkait pemasaran, Florida menjelaskan sampai saat ini belum sempat dijual bebas di pasaran karena harus melalui beberapa proses seperti Balai POM, sertifikat halal dan ijin lainnya.
Walau demikian lanjut Florida susu coklat dan coklat batangan produksi KP Romeo sudah banyak dipesan oleh para suster dan pastor baik di Maumere Kabupaten Sikka maupun di luar daerah.
Kontributor ; Athy Meaq
