Konten Media Partner

Korban Jiwa Banjir Bandang di Flotim Capai 28 Orang, 3 Orang Hilang

florespediaverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga Desa Nelelamadike mengevakuasi warga yang jadi korban meninggal akibat banjir bandang, Minggu (4/4). Foto: Teddi Lagamaking.
zoom-in-whitePerbesar
Warga Desa Nelelamadike mengevakuasi warga yang jadi korban meninggal akibat banjir bandang, Minggu (4/4). Foto: Teddi Lagamaking.

LARANTUKA- Banjir bandang melanda sejumlah desa dan kelurahan di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Minggu (4/4) pagi.

Akibatnya ratusan rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan. Selain itu, puluhan orang dilaporkan menjadi korban dari banjir bandang ini.

Dihubungi terpisah via telepon Minggu (4/4) siang, Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli mengatakan desa dan kelurahan yang terdampak banjir bandang terparah yakni Desa Oyangbarang di Kecamatan Wetan Ulumado, Kelurahan Waiwerang di Kecamatan Adonara Timur dan Desa Nelelamadike di Kecamatan Ile Boleng.

Lanjutnya, terkait korban jiwa, kata Wabup Agus Boli sesuai data yang dilaporkan yakni, di Desa Nelelamadike sebanyak 24 orang korban jiwa dan sudah dievakuasi.

Kemudian, 4 orang di Kelurahan Waiwerang yang mana semuanya telah dievakuasi.

"Sedangkan di Desa Oyanbaran ada 3 orang yang masih dalam proses pencarian. Belum diketahui kondisinya," ungkapnya.

Ia juga mengatakan sejauh ini Pemkab Flores Timur dan instansi teknis sudah ke lokasi untuk memantau langsung kondisi banjir bandang yang terjadi.

Wakil Bupati Flotim berharap ada dukungan bantuan dana tanggap darurat untuk penanganan banjir bandang ini.

"Mohon dibantulah dana tanggap darurat juga dana untuk rekonstruksi lainnya seperti talud penahan abrasi pantai maupun penahan longsoran," ungkap Wabup Agus Boli.