Konten Media Partner

Korban Tebasan Benda Tajam di Sikka Mendapat Jahitan Puluhan Kali

florespediaverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Foto: Ifanto Ubaldus Kono, (24), warga Jalan Brai RT/RW 002/005, Kelurahan Nangameting saat mendapat perawatan di IGD RSUD Tc Hillers Maumere. Foto : Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Ifanto Ubaldus Kono, (24), warga Jalan Brai RT/RW 002/005, Kelurahan Nangameting saat mendapat perawatan di IGD RSUD Tc Hillers Maumere. Foto : Istimewa

MAUMERE - Ifanto Ubaldus Kono, (24), warga Jalan Brai RT/RW 002/005, Kelurahan Nangameting, yang menjadi korban tebasan benda tajam oleh pemilik Kios Maju Jaya di Kelurahan Nangameting Kecamatan Alok Timur, akhirnya dipulangkan ke rumah pada Minggu (6/2) siang.

Akibat luka sabetan benda tajam, Ifanto Ubaldus Kono mendapat jahitan sebanyak puluhan kali dan sebanyak lima lapisan pada bagian lutut kaki kiri.

Angke Valentino Kono, kakak kandung korban yang berhasil dikonfirmasi media ini mengatakan bahwa kondisi korban saat ini masih lemas.

“Jahitnya lama sekali, sekitar satu jam lebih karena luka besar jadi jahit lima lapisan,” kata kakak kandung korban saat dikonformasi media ini, Minggu (6/20) sore.

Angke Valentino Kono kemudian mengungkapkan kronologis kejadian yang mengakibatkan adik kandungnya terkena tebasan parang oleh pemilik Kios Maju Jaya di Kelurahan Nangameting, bahwa pada saat itu, Minggu (6/2) dini hari, adiknya, Ifanto Ubaldus Kono, hendak ke Kios Maju Jaya untuk membeli bir dan rokok.

“Jalan ke bawa, pertama dia (red: korban) dengan saya punya kawan, pas mereka pulang sampai sini, uang kembaliannya kurang tapi rokok tidak ada, makanya korban ini kembali ke bawa sendiri. Bukan kacang tidak ada tapi rokok yang tidak ada, jadi rokoknya belum dikasih oleh yang jaga kios, dia minta uang kembalian yang kurang Rp 17.000, jadi biar kasih rokok saja. Rokok yang tadi belum di kasih, sementara dipegang oleh yang jaga kios ini, jadi saya punya adik ini mulai adu mulut dengan penjaga kios. Saat itu, ada dua orang dalam kios, jadi saya punya adik bilang “woe, kasih sini sudah rokok tu”, jadi mereka sempat berdebat, sampai saya punya adik ni tarik rokok di penjaga kios punya tangan," ungkapnya.

Lanjut Angke Valentino, saat adiknya hendak jalan, 2 orang penjaga kios menarik dan memegang kerak baju adiknya.

kumparan post embed

"Jadi saya punya adik ni melawan karena mereka dua sudah mulai pakai kekerasan,” beber kakak kandung korban, Angke Valentino Kono.

Lanjutnya, setelah korban melepaskan diri dari cengkraman keduanya, salah satu penjaga Kios Maju Jaya berteriak “rampok” menyusul pelaku yang tiba-tiba datang dan langsung menebas kaki kiri korban.

“Itu pas saya punya adik sudah diatas motor, jadi saya punya adik jatuh. Jadi adik langsung bilang “Paman tidak tahu saya? Paman sampai bisa potong saya ni”, karena sebelumnya, saya punya adik dengan adik kecil satu lagi di kompleks sini, masih bercanda dengan pelaku itu,” ungkap Valentino.

Setelah mendapat tebasan parang, lanjut Valentino, adiknya ngesot ke tengah jalan tepat di pembatas jalan di ruas Jalan Jenderal Sudirman tepat di depan Kios Maju Jaya dan mencari bantuan namun sayangnya karena waktu dini hari jadi kondisi di sekitar masih sepi.

“Jadi, saya punya adik bilang, setelah dia potong habis, dia angkat HP, ada telepon, setelah itu dia simpan HP di sakunya. Lalu, dia angkat sapu, dia sengaja sapu di depan kios. Saat ada yang lewat dan tanya, pelaku bilang korban ada tabrak anjing tadi.

Kemudian ada teman dari adiknya di Centrum yang dengar adiknya minta tolong. Mereka kemudian datang memberi tahu kami.

Saat kami ke bawah kios (TKP), dengan spontanitas emosi kami kejar pelaku dengan parang.

Tiba-tiba saja bunyi tembakan, padahal dari berapa menit yang lalu ada Polisi disitu. Kaget saja sudah dengar bunyi tembakan tiga kali ke atas, satu kali itu menuju ke saya punya kawan jadi saya punya kawan langsung lepas parang, angkat tangan. Tembakan terakhir itu diantara saya punya kawan dengan pelaku,” beber Angke Valentino Kono yang mengaku mendapat pengakuan dari adiknya yang menjadi korban tebasan pada Minggu (6/2) sore.

Setelah itu, lanjut Angke Velintino, saat tiba disitu, ia langsung menghentikan sebuah mobil pikap yang membawa adiknya ke RSUD Tc Hillers Maumere.

“Saat kejadiaan saya tidur, kondisinya sekarang masih lemas tapi sekarang dia tidur,” ujarnya.

Korban Tebas Mendapat Jahitan Dua Lapis

Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini dari pihak RSUD Tc Hillers Maumere yang menangani korban, akibat luka tebasan tersebut, Ifanto Ubaldus Kono mendapatkan jahitan sebanyak dua lapis yaitu jahitan dalam dan jahitan luar dengan jumlah masing-masing, jahitan dalam kira-kira 20 kali dan jahitan luar kira-kira 15 kali.

Informasi lain yang berhasil dihimpun media ini, selain luka besar pada lutut bagian kiri, korban juga ternyata mengalami luka pada punggung bagian kiri dan luka sayatan pada paha bagian kanan.

Kontributor : Albert Aquinaldo