Melihat Keelokan Bukit Ma'usui di Manggarai Timur
ยทwaktu baca 3 menit

BORONG - Tidak dapat dipungkiri pulau Flores menyimpan potensi pariwisata yang sangat indah. Pecinta traveling yang mengunjungi Flores tidak akan memperoleh catatan perjalanan menarik jika belum menapak jejak di setiap sudut pulau bunga ini.
Flores tidak hanya terkenal dengan biawak raksasa Komodo di kawasan wisata super premium Labuan Bajo, Manggarai Barat. Sejauh jarak 230 kilometer dari kota Labuan Bajo, terdapat hamparan padang Ma'usui di Manggarai Timur.
Ma'usui merupakan padang sabana terluas di pulau Flores. Kawasan padang seluas kurang lebih 3000 hektare ini tepatnya di Kelurahan Watu Nggene, Kecamatan Kota Komba.
Dalam suatu kesempatan, Sabtu (11/9) saya mendapatkan undangan dari ketua Persatuan Jurnalis Manggarai (PJM) untuk ikut touring ke padang tersebut, saat itu, saya sedang berada di Kota Ruteng ibu kota Kabupaten Manggarai.
Saya lalu memutuskan berangkat akhir pekan kemarin. Jarak tempuh darah dari Kota Ruteng sampai di Borong 120 kilometer, memakan waktu kurang lebih 4 jam perjalanan, dengan kendaraan roda dua. Sebelum melanjutkan perjalanan menuju Ma'usui, saya bersama rombongan PJM istirahat di Borong ibukota Kabupaten Manggarai Timur.
Minggu (12/9) pagi, saya bersama rombongan PJM berangkat menuju Ma'usui pada pukul 08.30 WITA dengan waktu tempuh 2 jam 45 menit, menggunakan kendaraan roda dua.
Lanjut, tiba di kawasan Ma'usui pukul 10:49 WITA.
Perjalanan bersama rombongan PJM menuju padang savana Ma'usui tidak membawa Kami pada kesepian dan kelelahan melainkan pada kelokan hakiki citaptaan Tuhan.
Suasana penuh persaudaraan diantara rombongan jurnalis Manggarai, Kami mengabiskan waktu untuk bercerita, berbagi pengalaman tentang menulis dan liku-liku perjalanan jurnalis di lapangan.
Pada hari yang penuh bahagia itu, beberapa orang diantara jurnalis Manggarai yang memiliki selera humor, pandai mengundang gelak tawa, membuat tambah bahagia di tengah padang, sambil menikmati keindahan padang tersebut.
Pesona alam di padang Ma'usui membuat saya tidak bisa berpaling dari keelokan hakiki sang pencipta. Ma'usui adalah maha karya Tuhan yang sungguh indah. Kekuatan atmosfer alamnya menghadirkan Tuhan dalam imajinasi saya.
Berjalan di padang Ma'usui, saya sungguh merasakan sensasi alam yang sungguh menakjubkan.
Menyusuri sudut pandang sabana Ma'usui membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Bukan karena kawasan Ma'usui yang luas melainkan karena setiap sudutnya yang selalu menghadirkan pesona memukau. Setiap pandangan saya yang menuju suatu arah selalu bertahan di sana, untuk sekian menit.
Di kawasan ini saya menyaksikan suasana sungguh indah.
Saya membayangkan suasana romantis di padang sabana ini dinikmati bersama orang tercinta. Berlari liar seperti kuda-kuda yang merajai padang atau nongkrong berduaan, sambil menikmati pemandangan yang tidak akan bisa dibawah pulang dari Ma'usui.
Letaknya yang cukup jauh dari permukiman, warga menjadikan kawasan ini cocok untuk lokasi tujuan berlibur. Berkemah ala anak Pramuka, siapapun bisa menghabiskan waktu bersama orang tercinta di kawasan Ma'usui. Sayangnya, saat ini pemerintah belum mencurahkan perhatian sepenuhnya terhadap potensi pariwisata di kawasan ini.
Tempat ini sangat romantis buat pasangan muda yang sedang dilanda cinta, tapi bukan berarti Traveler jomblo tak diijinkan untuk datang ke tempat ini. Ma'usui bahkan bisa memberi inspirasi bagi Traveler jomblo agar segera menemukan orang tercintanya.
Wow., hamparan padang ini sangat indah dan menakjubkan. Ini kesempatan pertama saya mendatangi tempat ini," ungkap Yuga, salah satu anggota PJM yang mengikuti perjalanan itu.
