Konten Media Partner

Menikmati Keindahan Alam di Liang Woja, Manggarai

florespediaverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Foto: Stalaktif yang menggantung di atap gua di Gua Woja, Desa Golo, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai. Foto: Engkos Pahing.
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Stalaktif yang menggantung di atap gua di Gua Woja, Desa Golo, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai. Foto: Engkos Pahing.

RUTENG - Banyak obyek wisata alam di Kabupaten Manggarai yang memiliki nilai jual dan punya daya tarik tinggi bagi wisatawan baik lokal maupun manca negara.

Salah satu obyek wisata alam di Kabupaten Manggarai yang bisa menarik kunjungan wisatawan, ada di kampung Golo, Desa Golo, Kecamatan Cibal.

Lokasi obyek wisata ini memang belum begitu dikenal banyak orang di Kabupaten Manggarai. Obyek wisata ini bernama Liang (gua) Woja.

Untuk sampai ke gua alam itu, anda bisa menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat. Dari Kota Ruteng, anda akan melintasi ruas jalan negara Ruteng-Reo. Sampai di perempatan Kelurahan Pagal, Kecamatan Cibal, Anda belok ke arah kanan menuju wilayah Kecamatan Cibal Timur.

Dari ibu kota Kecamatan Cibal Timur menuju gua, bisa ditempuh dengan jarak 8 Km atau 1 jam perjalanan kendaraan roda dua dan roda empat.

Kondisi bagian dalam Gua Woja. Foto: Engkos Pahing.

Gua yang berada di sebelah bawah jalan raya menuju Kampung Golo, Desa Golo ini kurang lebih berjarak 20 Km dari Kota Ruteng. Kondisi jalan ke lokasi gua ini sudah diperbaiki.

Ardianus Paju, salah seorang pemuda asal Kampung Golo pada Jumat (18/12/2020) pagi, menceritakan keindahan gua alam tersebut.

Putra kelahiran Kampung Golo, itu mengatakan, di dalam gua itu ada hiasan batu yang kemilau. Hiasan batu itu bentuknya beragam sehingga memikat perhatian pengunjung. Hiasan batu ini merupakan kombinasi stalaktit dan stalagmit yang banyak terdapat di dalam gua alam ini.

Bias cahaya dari luar persisnya di pintu masuk membuat mata tak jenuh-jenuh memandang ketika berada di dalam gua tersebut.

Di pintu masuk, tampak keindahan wajah patung Bunda Maria. Gua besar itu memiliki dua sisi, yakni sisi kiri dan sisi kanan.

Kondisi di pintu masuk Gua Woja. Foto: Engkos Pahing.

Sedangkan dalam perut gua, tidak menembus cahaya sinar matahari, sehingga kondisi di dalam perut gua gelap. Bagi pengunjung, disarankan untuk membawa senter atau alat penerangan secukupnya.

Sementara dalam ruangan yang menyimpan Patung Bunda Maria sedikit mendapat sinar matahari. Sinar tersebut tembus langsung dari pintu masuk gua.

Gua Woja memiliki dua gerbang besar. Pintu pertama bagian kanan dan pintu kedua bagian kiri. Di sisi pertama, pada bagian kanan pintu masuk menyajikan beragam bentuk. Ceruk-ceruk labirin dalamnya menyimpan sejuta keindahan. Ada ceruk labirin yang berbentuk menyerupai sawah, ada yang berbentuk butiran kecil seperti pupuk dan juga keindahan lain yang memanjakan mata pengunjung.

Pada bagian lain, Ia menjelaskan bahwa gua tersebut bisa dipakai sebagai jalan bawah tanah menuju Kampung Barang, Kampung tetangga dari Kampung golo.

"Gua tersebut bisa dipakai sebagai jalan bawah tanah menuju ke perkampungan di Desa Barang, Kecamatan Cibal," kata Ardi, demikian ia akrab disapa.

Jembatan bambu menuju Gua Woja. Foto: Engkos Pahing.

Ardi juga menjelaskan bahwa obyek wisata alam di Kampung Golo belum dikelola secara baik oleh pemerintah desa dan intansi Pemkab Manggarai.

Dirinya berharap ke depan, potensi objek wisata ini bisa dikelola secara baik. Sehingga wisatawan baik lokal mapun manca negara bisa memiliki ragam lokasi wisata yang dikunjungi.

"Ke depan perlu ada perhatian dari pemerintah setempat, biar ditata dengan rapih, " jelasnya.

Kontributor: Engkos Pahing.