Konten Media Partner

Menikmati Keindahan Objek Wisata Pulau Pasir Mekko di Flores Timur

florespediaverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pasir timbul Pulau Mekko yang tampak kontras dengan air laut yang biru kehijauan. Sumber foto: istimewa.
zoom-in-whitePerbesar
Pasir timbul Pulau Mekko yang tampak kontras dengan air laut yang biru kehijauan. Sumber foto: istimewa.

LARANTUKA - Ratusan wisatawan lokal dari wilayah Pulau Adonara maupun di Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur mengisi waktu liburan Tabun Baru 2021, Sabtu (2/12/2021) dengan mengunjungi objek wisata pulau pasir timbul Mekko di Desa Pledo, Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur.

Setidaknya saat wartawan media ini mengunjungi objek wisata bahari ini, Sabtu (2/1/2021) siang, tampak ratusan wisatawan lokal sudah memenuhi pesisir pantai Kampung Mekko. Mereka hendak menuju ke pasir timbul Pulau Mekko yang membutuhkan waktu tempuh 10-15 menit.

Wisatawan yang datang berwisata akhir pekan pertama tahun baru ini, pada umumnya datang dengan menumpang kendaraan pick up, mobil pribadi maupun kendaraan roda dua.

Wisatawan berpose bersama dengan latar pasir timbul Pulau Mekko, Sabtu (2/1/2021) siang. Foto: Mario WP Sina.

Setiap kendaraan yang akan memasuki Kampung Mekko, sebagai pintu masuk menuju ke objek wisata pasir timbul Pulau Mekko, mesti membayar karcis parkir sebagai karcis masuk Rp.10.000 per orang.

Sebelum berangkat dengan perahu motor sewaan menuju pantai pasir timbul Mekko, biasanya warga beristirahat di sekitar lapak jualan warga setempat dan lopo untuk mengisi waktu dengan makan bersama.

Pemerintah Kabupaten Flores Timur juga telah membangun sebuah bangunan Turism Information Centre (TIC) di Kampung Mekko.

Kendati demikian, belum ada petugas atau pun informasi spesifik terkait destinasi wisata pasir timbul Pulau Mekko yang tersedia di bangunan penunjang wisata tersebut.

Tampak wisatawan menggunakan rumah panggung yang dicat berwana coklat ini sebagai tempat beristirahat sejenak sebelum berangkat ke Pulau Mekko atau sesudah pulang dari Pulau Mekko.

Wisatawan berswa foto di pasir timbul Pulau Mekko, Sabtu (2/1/2021) siang. Foto: Mario WP Sina.

Usai makan bersama dan beristirahat sejenak, wisatawan pun berangkat menuju pasir timbul Pulau Mekko dengan menggunakan perahu motor sewaan yang disiapkan oleh warga Kampung Mekko.

Perahu motor ini tampak berbaris di pesisir pantai siap memberangkatkan warga dengan tarif Rp.15 ribu per orang dewasa. Kalau anak-anak seusia SD, tarif jalan tidak dihitung.

Dalam perjalanan 10 menit ke Pulau Mekko, kita bisa menikmati hiburan burung laut yang bermain-main di udara dan sesekali meluncur ke permukaan laut.

Wisatan pose bersama di pasir timbul Pulau Mekko. Foto: Mario WP Sina.

Tampak pula sebuah kapal pesiar jenis pinisi yang lego jangkar di perairan Pulau Mekko. Pulau pasir timbul Mekko ini diapiti oleh 2 pulau tak berpenghuni dan berpasir putih yakni Pulau Watan Peni dan Pulau Kelalawar.

Jika wisatawan ingin menikmati kunjungan tambahan ke kedua pulau itu, tentu tinggal menambah ongkos perahu motor setelah negoisasi dengan juru mudi perahu motor.

Salah seorang juru mudi perahu motor di Kampung Mekko, Takdir (20) kepada media ini mengungkapkan hari ini, Sabtu (2/1/2020) siang, sudah ratusan wisatawan yang datang dari Kota Larantuka, ada pula dari Kota Maumere dan sebagian besar dari berbagai kecamatan di Pulau Adonara, yang datang berwisata di pasir timbul Mekko.

Perahu motor milik warga Kampung Mekko yang siap memberangkatkan wisatawan menuju Pulau Mekko, Sabtu (2/1/2021) siang. Foto: Mario WP Sina.

Lanjutnya, sebanyak 26 perahu motor yang disiapkan warga setempat melayani wisatawan untuk berkunjung ke pasir timbul Mekko dengan tarif Rp.15.000 untuk orang dewasa pulang dan pergi.

"Kami tidak menghitung tarif kalau anak-anak SD. Tarif dihitung hanya untuk orang dewasa," ungkap Takdir.

Takdir mengatakan pasir timbul Meko sangat ramai wisatawan pada hari kedua natal, 26 Desember 2020. Pihaknya sampai kewalahan melayani wisatawan yang terus berdatangan.

"Kalau lagi ramai wisatawan, sehari pendapatan kami Rp.500 ribu-Rp.600 ribu," ungkapnya.

Dirinya berharap, Pemkab Flores Timur bisa membangun jaringan listrik dan jalan menuju ke Kampung Mekko sehingga membuat wisatawan lebih betah berlama-lama mengunjungi Pulau Mekko.

Perahu motor yang memuat wisatawan menuju Pulau Mekko. Foto: Mario WP Sina.

"Saat ini kami hanya andalkan lampu tenaga surya. Kalau mau datang kesini sebaiknya HP sudah dicash penuh baterainya, sehingga bisa lama berfoto-foto," ungkap Takdir.

Lanjut Takdir, fasilitas umum yang ada bagi wisatawan yakni WC umum dan pondok untuk beristirahat yang berada di pintu masuk Kampung Mekko. Untuk WC umum, wisatawan yang hendak menggunakan, dikenakan tarif Rp.2.000 per orang.

Wisatawan di pasir timbul Pulau Mekko. Foto: Mario WP Sina.

Pantuan media ini, di pesisir Kampung Mekko, sudah tersedia lapak jualan berbagai makanan ringan dan minuman yang disiapkan oleh warga setempat. Lapak ini hanya berupa pondok kecil beralasan terpal yang berada tidak beraturan.

Ada pula lopo-lopo kecil, tempat bagi wisatawan untuk beristirahat sejenak usai mengunjungi Pulau Mekko atau sebelum berangkat ke Pulau Mekko.

Wisatawan yang berkunjung pada Sabtu (2/12/2020) siang, hanya menikmati sepenggal pasir timbul karena air laut sedang pasang. Jika datang saat air laut surut, maka luas pasir timbul bisa mencapai 1 Km.

Wisatawan tampak menghabiskan waktu untuk berswa foto dan foto bersama dengan latar belakang pasir tinbul yang berwarna putih kekuningan. Pasir timbul ini tampak kontras dengan warna air laut yang biru kehijauan.

Mereka juga asyik berenang di pasir putih yang airnya tampak tidak bergelombang.

Salah seorang pengunjung Jeri Wungubelen mengaku senang sudah bisa mengunjungi Pantai Mekko. Menurutnya, perjalanan jauh melintasi berbagai desa dari Kecamatan Wotan Ulumado, terbayar lunas dengan indahnya pasir timbul yang berwarna putih kekuningan.

Bangunan Tourism Information Centre di Kampung Mekko, Desa Pledo. Foto: Mario WP Sina.

"Selama ini saya hanya lihat pasir timbul Mekko dari postingan teman di facebook, hari ini datang lihat langsung, ternyata memang indah. Pasir putih kekuningan dan air laut tenang. Berenang disini terasa nyaman karena airnya tidak bergelombang," ungkap Jeri Wungubelen.

Untuk diketahui, Pulau Mekko atau lebih dikenal dengan pasir timbul Mekko merupakan gundukan pasir di tengah laut seperti pulau kecil yang tak berpenghuni. Luasnya kurang lebih 1 Km saat air surut. Warna pasir yang putih kekuningan ini tampak kontras dengan warna laut yang biru kehijauan.