Konten Media Partner

Minyak Kelapa Murni, Penopang Hidup Warga Kisol Matim di Tengah Pandemi COVID-19

florespediaverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Foto : Paul Bombang, warga Kisol, Kelurahan Tanah Rata, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, saat diwawancara media ini di kediammanya, Minggu (1/11/2020).
zoom-in-whitePerbesar
Foto : Paul Bombang, warga Kisol, Kelurahan Tanah Rata, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, saat diwawancara media ini di kediammanya, Minggu (1/11/2020).

BORONG- Ketika melewati jalan Trans Flores, rute Borong-Bajawa, tepat di Kisol, Kelurahan tanah Rata, kita pasti menyaksikan depan rumah warga, terpampang di kiri kanan jalan 1 hingga 3 botol putih berisi minyak. Itulah yang namanya minyak kelapa murni.

Warga sengaja menyimpan minyak kelapa murni itu di depan jalan untuk memudahkan pelaku perjalanan yang hendak membeli. 

Warga  setempat tidak hanya memproduksi dan menjual minyak kelapa murni sebelum COVID-19. Di tengah pandemi COVID-19 ini, warga mengisi hari-hari di rumah memproduksi minyak kelapa murni. 

Paul Bombang, warga Kisol menuturkan, minyak kelapa murni jadi penopang hidup keluarga di tengah pandemi Covid-19. Ia mengaku, selama pandemi, waktu lebih banyak di rumah, sehingga bisa memproduksi minyak kelapa dengan jumlah yang cukup banyak. 

“Selama pandemi ini, kita bersandar pada minyak kelapa murni ini. Satu kali produksi, kami bisa mendapatkan uang sekitar Rp.400 ribu. Satu bulan bisa 1 juta lebih. Penghasilan tergantung produktif saja. Ini sangat membantu kami di tengah pandemi,” tutur Paul kepada media ini di kediammannya, Minggu (1/11/2020).

“Selama pandemi, setiap hari pasti ada orang lewat beli minyak di depan rumah. Kadang ada dari jauh yang pesan via telepon lalu datang ambil langsung di rumah,” sambung dia.

Ia menyebut, banyaknya orang yang membeli kelapa murni disebabkan sudah banyak merasakan manfaatnya.

Memang minyak kelapa murni itu banyak manfaatnya. Salah satunya adalah menurunkan berat badan.

"Khasiatnya banyak sekali. Bisa dicari di internet. Banyak penjelasan di situ," ungkap Paul.

Ia mengatakan, dari dulu hingga sekarang, hampir semua warga Kelurahan Tanah Rata memproduksi kelapa murni untuk dijual.

Bahkan sudah banyak yang mampu membiayai anak sekolah dengan jual minyak kelapa murni. 

Ia menyebut, kendala yang dihadapi saat ini yakni jumlah kelapa sedikit. Itu disebabkan, musim hujan, tidak banyak petani tidak bisa petik karena takut kayu licin. 

Mayoritas warga yang memproduksi minyak kelapa murni di wilayah itu tidak memiliki pohon kelapa sendiri, sehingga harus beli di orang yang jual. Satu buah kelapa itu dibeli Rp.3 ribu. 

"Kami beli kelapa di orang baru kami olah jadi minyak. Masuk musim hujan sekarang, pasokan kelapa sedikit, sehingga kami juga produksi sedikit,” ujarnya.

Paul mengatakan, selain beli kelapa mentah, mereka juga memesan botol ke Surabaya. Harga satu paket botol yang isinya 160 itu Rp.250 ribu.

Proses Produksi

Paul pun menjelaskan, proses produksi minyak kelapa murni tidak terlalu sulit dan lama. 

Pertama, beli kelapa. Setelah itu, sortir kelapa yang kering lalu kupas kulitnya.

Lalu, itu cungkil isinya. 

Kedua, isi kelapanya dicuci. Masuk dalam karung simpan 2 jam. Baru giling. 

Ketiga, kelapa yang sudah digiling dituang ke dalam baskom. Ramas-ramas lalu isi air dingin yang sudah direbus. Selanjutnya, masukkan air panas yang yang baru. Tambah lagi air dingin. Diaduk selama 5 menit. 

Kelapanya diramas. Ramas pertama simpan airnya di tong. Ramas lagi tambah air panas di ampas kelapa, aduk tambah dengan air dingin. Setelah itu saring. Hasil air saring santan pertama dan kedua dicampur. 

Kelima, simpan santan yang sudah disaring dalam toples. Dalam toples itu airnya ke bawah, minyak santannya ke atas. Keduanya terpisah.

"Sedot airnya pakai selang. Air itu bisa digunakan campur makanan babi. Airnya disedot dengan sendirinya turun. Saat santannnya sampai di pantat toples, selang dicabut," jelas Paulus.

Selanjutnya, santan campur lagi dengan air panas. Diaduk merata. Jemur di matahari tutup rapat dengan kain. Selama 5 jam dijemur, hasilnya air dan minyak terpisah. Air di bawah minyak di atas. 

Minyaknya kita cedok pakai sendok sayur taruh lagi di toples. Dijemur lagi selama 2 jam. Setelah itu saring pakai kain putih dan tissoe passoe. Minimal 4 kali saring. 

"Hasil saring pakai tisu passoe itulah yang kita jual dan disebut minyak kelapa murni ini," terang Paul.