Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten Media Partner
Muncul Mural Sindir Pemerintah di Kota Maumere
27 Agustus 2021 20:14 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
MAUMERE- Langkah pemerintah menghapus mural bernada kritik terhadap pemerintah di sejumlah daerah justru memantik para pegiat street art untuk terus membuat karya di tembok jalanan di berbagai kota.
ADVERTISEMENT
Kini, di pusat Kota Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka, muncul berbagai mural dan tulisan bernada sindiran terhadap pemerintah.
Pantauan media ini pada Jumat (27/8) malam, tampak mural bernada sindiran terhadap pemerintah tergambar di tembok Gelanggang Olahraga (Gelora) Samador persis berhadapan dengan Gerai Alfamart.
Pada tembok tersebut ada 4 gambar mural yang terlukis. Pada gambar mural pertama tampak gambar hitam putih seorang wanita berambut panjang dalam genggaman tangan seseorang. Pada gambar itu tertulis pesan " Merdeka Dari Penjajah, Dijajah Oleh Keadaan".
Pada tembok kedua berlatar biru, tampak seorang pemuda mengenakan masker hitam. Pada gambar itu tertulis pesan "Mural Bukan Kriminal, Kriminal itu Moralmu".
Pada tembok ketiga tertulis pesan "Banyak Manusia Hidup Berdampingan Tapi Sedikit yang Berkemanusiaan". Pada tulisan ini tergambar seorang pria yang sedang melihat dari balik teropong.
ADVERTISEMENT
Pada tembok keempat tertulis pesan "Kaya Makin Kaya, Miskin Makin Menjerit". Pada tulisan ini tergambar 3 anak menunduk disamping 4 kantong uang bersimbol dolar. Di dekat 4 kantong ini berdiri 2 orang pria dengan setelan berdasi dan mengenakan masker.
Pantauan media ini pada sisi lain tembok yang berhadapan dengan SMAK Yohanes Paulus Maumere, tampak tulisan "Fucsinasi Simulasi Mati".
Tulisan lainnya juga terlihat di plang nama Kantor DPRD Sikka di Jalan El Tari. Tampak plang nama Kantor DPRD Sikka tertulis coretan berwarna merah "Diet atau Pikiran".
Sebelumnya diketahui, mural di sejumlah daerah dihapus oleh aparat pemerintah. Seperti mural yang menggambarkan wajah mirip Presiden Joko Widodo dengan tulisan "404:Not Found" di Kota T
ADVERTISEMENT
Tanggerang maupun mural bertuliskan "Tuhan Aku Lapar" yang digambar di tembok yang berada di Kabupaten Tanggerang.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui secara pasti kapan mural bernada kritik kepada pemerintah ini digambar. Namun, kemunculan mural ini terjadi pasca-peristiwa penghapusan mural oleh aparat pemerintah di berbagai daerah.