Konten Media Partner

Nama Frans Lebu Raya Jadi Nama Bandara di Larantuka, Wabup Flotim: Layak

florespediaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Foto: Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli

LARANTUKA - "Layak, kalau Bandara Gewayan Tanah Larantuka disesuaikan dengan nama Bandara Frans Lebu Raya, karena beliau telah menjadi tokoh nasional ketika di dianugerahi tanda bintang jasa utama oleh Presiden Joko Widodo," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (8/1).

Demikian pernyataan Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli saat merespons aspirasi diaspora Adonara yang mengusulkan nama mantan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya sebagai nama bandar udara (Bandara) di Flores Timur.

Menurut orang nomor dua di Kabupaten Flores Timur itu, itu akan menjadi simbol kebanggaan dan motivasi nilai untuk generasi ke depan.

"Bahwasannya, ada tokoh kharismatik asal Flores Timur yang separuh hidupnya diabdikan untuk publik dengan karya-karya besarnya yang telah dan tengah dinikmati masyarakat, sehingga generasi kita bisa meniru sikap pengabdiannya dan menjadikan nilai perbaikan kualitas hidup, bahwa jika kita berkarya baik, pasti akan di kenang," tandasnya.

Usulan pergantian nama Bandara Gewayan Tana Larantuka menjadi Bandara Frans Lebu Raya diusulkan oleh kelompok Diaspora Adonara.

Dalam usulan mereka, agar nama Frans Lebu Raya dijadikan nama pada fasilitas umum seperti jalan, GOR dan bandar udara (Bandara) di Kabupaten Flores Timur.

Aspirasi itu disampaikan kelompok Diaspora Adonara yang dinahkodai, John Ricardo kepada kepada Bupati Flotim, Antonius Gege Hadjon, Kamis (6/1).

"Meski dimakamkan di kampung halamannya, tapi tetap dilihat dalam konteks beliau adalah seorang pahlawan. Atas jasa baik beliau, kita usulkan nama bandara, GOR atau jalan bisa diabadikan dengan nama Frans Lebu Raya. Secara pribadi, saya lebih setuju jika bandara udara Larantuka pakai nama Bandara Frans Lebu Raya," ujar, John Ricardo.

"Tapi kalau ada pertimbangan lain, jalan Trans Adonara juga bisa, karena itu adalah perjuangan beliau," sambungnya.

Menurut dia, aspirasi itu sebagai bentuk penghormatan dan pengabdian Frans Lebu Raya yang hampir separuh hidupnya diabdikan untuk NTT.

"Pengabdian beliau wajib kita hormati. Dan, kita sudah sampaikan langsung ke pak bupati dan direspon positif. Karena ini menjadi kewenangan bupati dengan tentunya melalui persetujuan DPR," tandasnya.