Konten Media Partner

Pandemi Corona, Berkah bagi Pengusaha Tanaman Hias di Maumere

florespediaverified-green

ยทwaktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Roy Pareira saat sedang menjajakan tanaman hias di Kota Maumere. Foto : Istimewa.
zoom-in-whitePerbesar
Roy Pareira saat sedang menjajakan tanaman hias di Kota Maumere. Foto : Istimewa.

MAUMERE - Sejak merebaknya pandemi COVID-19 atau Corona Virus Diseases 2019, pemerintah mulai memberlakukan pembatasan kegiatan bermasyarakat bahkan ada sebagian daerah yang ditutup total atau lock down.

Hal itu dilakukan guna memutus mata rantai penularan COVID-19 terhadap masyarakat.

Dengan kebijakan pembatasan kegiatan bermasyarakat atau bahkan lock down, praktis aktifitas masyarakat, sekolah dan bisnis dan aktifitas lainnya dilakukan dari rumah atau dikenal dengan Work from Home. Maka, masyarakat lebih banyak berada dan beraktivitas di rumah masing-masing.

Kondisi inilah yang kemudian membuat banyak masyarakat termasuk sebagian masyarakat Kota Maumere mulai mencari-cari kesibukan dengan bercocok tanam termasuk mulai menanam tanaman hias.

Melihat kondisi itu, ada yang bahkan beralih profesi menjadi pengusaha tanaman hias. Dan penghasilan yang diperoleh terbilang cukup menjanjikan.

Roy Pareira, merupakan salah satu warga Kota Maumere yang kini menekuni usaha tanaman hias.

Kepada florespedia, Roy yang ditemui di tempat usahanya di Jalan Melati, Perumnas Maumere ini pada Jumat (28/5) sore mengaku bahwa semenjak masa pandemic, beberapa wiraswasta beralihlah profesi salah satunya yakni usaha penjualan tanaman hias.

Taman bunga milik Roy Pareira yang berada di samping rumahnya di Jalan Melati, Perumnas Maumere. Foto : Istimewa

Selain itu, menurut Roy, demam tanaman hias di Kota Maumere terjadi pada awal musim panas tahun lalu. Itulah yang kemudian membuat beberapa warga Kota Maumere beralih menjadi penjual tanaman hias.

"Ada yang beli di tempat lain untuk jual lagi, tidak semua tanaman hias itu mereka ambil dari hasil tanaman sendiri, mereka kebanyakan membeli dari beberapa reseller yang ada Maumere, ada 4/5 orang yang ambil bunga di saya dan mereka jual kembali," beber Roy Pareira.

Roy mengaku, tanaman hias yang ia miliki saat ini, di order dari luar Pulau Flores seperti dari Pulau Jawa dan Sumatera.

Tanaman hias yang dimiliki Roy saat ini ada berbagai macam jenis termasuk ada jenis yang saat ini sedang digandrungi para pecinta tanaman hias.

"Bunga yang saya jual yang lagi booming sekarang itu jenis aglonema dengan jenis keladi, harga tertinggi kalau di saya punya ini ada yang sampai 1 juta rupiah, itu jenis bougenville dengan beberapa jenis bonsai," beber Roy yang mengaku banyak sekali jenis tanaman hias lainnya yang tidak bisa ia sebutkan satu persatu.

Selain mendatangkan dari Jawa dan Sumatera, ternyata Roy juga melakukan pengembangan biakan tanaman hias di rumahnya. Ada beberapa jenis tanaman hias lokal yang diambil dari beberapa daerah di wilayah Kabupaten Sikka.

"Yang tanam sendiri itu jenis keladi karena saya hanya membeli umbinya, untuk proses penanaman, pencacahan, saya sendiri lakukan di rumah, kebetulan di samping rumah, saya punya buat produk tani sendiri, saya hanya beli bibit, saya semaikan sendiri proses pembesarannya," ujarnya Roy yang mengaku penjualan tanaman hiasnya melebar hingga ke 3 kabupaten tetangga seperti Kabupaten Flores Timur, Ende dan Nagekeo.

Penghasilan yang diperoleh Roy setiap hari dari hasil menjual tanaman hias pun terbilang cukup fantastis yakni mencapai jutaan rupiah. Selain menjual tanaman hias, Roy juga menjual media tanam, pot bunga, pupuk, rental atau penyewaan bunga, serta menyediakan jasa penataan taman bunga.

Terkait minat masyarakat Kota Maumere terhadap tanaman hias, kata Roy Pareira bahwa ternyata peminat tanaman hias bukan hanya kaum hawa tapi ternyata ada kaum adam juga menyukai bunga namun kebanyakan dari mereka menyukai jenis tanaman bonsai.

Lebih jauh, Roy berharap bisa diberikan ijin untuk mengolah atau memanfaatkan salah satu lahan kosong milik Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka untuk ia jadikan kebun tanaman hias.

Selain Roy, ternyata ada beberapa ASN di Kota Maumere juga menggeluti usaha tanaman hias sebagai pekerjaan sampingan.

Yos Lamuri, salah satu ASN pada lingkup Setda Sikka merupakan salah satu pengusaha tanaman hias terbesar di Kota Maumere.

Disambangi florespedia pada Jumat (28/5) di kebun bunganya di Jalan Litbang Maumere, Yos mengaku usaha tanaman hias yang telah ia geluti selama 15 tahun tersebut merupakan pekerjaan sampingan.

"Ini tidak menggangu pekerjaan pokok karena di kebun kan ada orang yang untuk urus-urus bunga, jadi saya pulang kantor dulu baru saya ke kebun bunga dan dari awal memang karena saya ini hobi tanaman hias," kata Yos.

Terkait demam tanaman hias yang sedang melanda sebagian warga Kota Maumere, Yos mengatakan selain menjual tanaman hias yang sudah ada, dirinya juga memesan beberapa tanaman hias dari Pulau Jawa yakni di Kota Malang. Hal itu dilakukan untuk mengikuti trend pecinta bunga saat ini.

Salah satu jenis tanaman hias yang sedang trend milik Yos Lamuri. Foto ; Istimewa

"Ada sebagiannya saya pesan, ada yang saya buat sendiri, dari induk yang sudah ada, saya cangkok sendiri," ujarnya.

Menurut Yos, tanaman hias yang lagi booming saat ini di Kota Maumere sendiri yakni jenis aglonema, anturium, calatea, arigata dan termasuk janda bolong.

Namun diakuinya bahwa saat ini stok tanaman hiasnya masih sedikit karena harga jual di Pulau Jawa sendiri saat ini terbilang masih cukup mahal. Mahalnya harga bunga kemungkinan dikarenakan permintaan tanaman hias cukup tinggi.

"Kalau di saya punya ini yang paling mahal itu Mawar Jambi dengan bonsai, kalau bonsai itu bisa harga sampai 10 juta rupiah," ungkap Yos.

Sama halnya dengan yang diakui Roy. Yos Lamuri juga mengakui bahwa trend tanaman hias di Kota Maumere meningkat sejak merebaknya pandemic COVID-19.

"Mungkin dengan banyak pekerja yang dirumahkan, ibu-ibu kebanyakan di rumah, itu saya lihat dari sejak awal corona justru banyak yang suka bunga sampai dengan sekarang ini," ungkap Roy yang mengaku penghasilannya dari menjual bunga justru meningkat pada saat pandemic COVID-19 hingga mencapai puluhan juta rupiah.

Saat ini, Yos Lamuri yang dibantu oleh sang istri sedang mengembangkan tanaman buah dalam pot atau istilah kerennya Tabulampot.

Selain kedua pengusaha tanaman hias ini, saat ini banyak terlihat penjual tanaman hias di Kota Maumere. Meski dalam jumlah kecil, penjual tanaman hias di Kota Maumere sedang menjamur. Sebagian besarnya menjual secara online melalui media sosial.