Panorama Gunung Api Ile Lewotolok di Lembata Sebelum Erupsi
ยทwaktu baca 2 menit

LEWOLEBA - Gunung Api Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami erupsi pada Minggu 29 November 2020 lalu.
Berada tepat di sebelah utara pulau, gunung ini menjadi titik tertinggi di Pulau Lembata.
Memiliki tinggi sekitar 1.423 meter diatas permukaan laut (mdpl) dan berdiri kokoh di tengah-tengah hamparan pasir, sekilas nampak seperti Gunung Bromo. Gunung Ile Lewotolok sering disebut juga Gunung Ile Ape.
Panorama alam lereng Gunung Ile Lewotolok merupakan sebuah objek menarik bagi wisatawan yang melakukan kegiatan pendakian.
Tak ada perkampungan sepanjangan perjalanan menuju puncak.
Pendakian menuju puncak Gunung Ile Lewotolok dapat dimulai dari kampung Lewotolok yang terletak persis di kaki gunung itu.
Ada juga titik pendakian lainnya, seperti di Desa Jontona, Desa Bungamuda, Lamawara, Desa Lamatokan, dan dari Desa Kolontobo.
Di puncak gunung itu para pendaki dapat menyaksikan pemandangan indah, bentangan Laut Flores yang biru berlatarkan Pulau Adonara dengan Gunung Ile Boleng.
Karena berada di titik tertinggi Pulau Lembata, para pendaki dapat melihat panorama tersebut tanpa terhalang apapun.
Momen matahari terbit dan tenggelam pun bisa disaksikan di atas gunung ini.
Hamparan batu-batuan dan rumput liar menjadi spot foto yang menarik. Saat pendakian, Anda akan menjumpai kaldera putih seluas hampir 1 km persegi.
Terdapat juga punggung gunung yang cocok untuk berkemah. Lokasinya berada di dekat kawah dengan areal pasir putih yang membentang.
Dari tempat berkemah, Anda dapat melihat pesona rangkaian serta lekukan teluk-teluk di bawahnya.
Selain itu, anda juga disuguhkan keindahan Gunung Ile Boleng yang terletak di Pulau Adonara, letaknya menghadap ke Pulau Lembata dan hanya dipisahkan oleh selat sempit.
