Konten Media Partner

Pelaksanaan Praktik di SMKN 1 Maumere Dilaksanakan Secara Terbatas

florespediaverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala SMKN I Maumere, Adelbertus Bonus Deo Hasulie ketika ditemui media ini di SMK Negeri 1 Maumere ,Kamis (12/8). Foto : Athy Meaq
zoom-in-whitePerbesar
Kepala SMKN I Maumere, Adelbertus Bonus Deo Hasulie ketika ditemui media ini di SMK Negeri 1 Maumere ,Kamis (12/8). Foto : Athy Meaq

MAUMERE - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Maumere di masa PPKM level 4 ini tetap memberikan pembelajaran praktik bagi siswa-siswinya. Namun, pelaksanaan praktek itu dilakukan secara terbatas dan tetap mengacu pada protokol kesehatan COVID-19.

"Untuk menghindari kerumunan dan tetap mengacu pada protokol kesehatan, kami melasanakan praktik di sekolah dengan kehadiran siswa dibatasi. Jadi pihak sekolah melakukan jadwal kehadiaran siswa sebanyak lima-lima orang "ujar Kepala SMKN I Maumere, Adelbertus Bonus Deo Hasulie ketika ditemui media ini di SMK Negeri 1 Maumere ,Kamis (12/8).

Adelbertus Bonus Deo Hasulie mengatakan SMKN I Maumere berada pada situasi yang dilematis. Sekolah kejuruan saat ini harus sudah mulai dengan kegiatan praktik. Sehingga pihak sekolah berjuang untuk membuat video tutorial untuk pembelajaran.

"Video tutorial ini sangat membantu. Dan pihak sekolah tidak merasa asing karena di sekolah SMKN 1 Maumere sudah berbasis IT sehingga baik dari SDM dan fasilitas tidak masalah," kata Adelbertus.

Dalam proses pembelajaran praktek tersebut, kata Adelbertus siswa akan bergilir melakukan pembelajaran praktek di sekolah, dengan tujuan menghindari kerumunan siswa di sekolah.

Adelbertus juga menyampaikan selama pandemi COVID-19, pembelajaran tetap dilaksanakan dengan sistem daring dengan memberikan tugas kepada siswa.

"Kalau awal pandemi COVID-19, daring dalam konteks yang lebih banyak ke pemberian tugas. Tapi pola kali ini kita rubah sehingga guru langsung melaksanakan tatap muka dengan siswa. Guru setiap hari berada disekolah sementara siswa mengikuti pelajaran dari rumah menggunakan sistem secara online melalui daring," jelas Adelbertus.

Selama berlangsungnya pembelajaran jarak jauh, praktis peserta didik tidak dapat lagi melihat ruangan bengkel atau laboratorium yang rutin mereka kunjungi selama pembelajaran praktek. Alat-alat dan bahan praktek juga tidak lagi tersentuh oleh jari-jari tangan mereka. Selama ini mereka hanya melihat praktek membongkar mesin misalnya, dari tanyangan video tutorial yang di share oleh para guru kejuruan. Mereka diajak untuk berimajinasi praktek.

Jelas hal ini sangat mempengaruhi kompetensi psikomotor peserta didik SMK. Maka harus ada solusi bagaimana peserta didik SMK bisa melakukan praktek, tetapi tetap mengamankan kebijakan pemerintah, untuk melaksanakan kegiatan belajar dari rumah.

Para siswa kompetensi keahlian teknik instalasi tenaga listrik membuat panel kontrol air dan penerangan guna membantu masyarakat Kabupaten Sikka di bidang pertanian dan penerangan jalan serta rumah.

Jika ada warga yang memilikki sumur lalu ingin memanfaatkan sumurnya maka tinggal menghubungi SMKN 1 Maumere.

Panel yang diciptakan menggunakan jaringan internet dan memakai HP agar dihidupkan dan dimatikan ketika mau dioperasikan.

Panel air dan penerangan langsung dihidupkan dengan cara menyebut nyalakan pompa air dan nyalakan lampu.

Panel yang dibangun menggunakan tenaga surya ini berada di dalam kompleks sekolah yang dibuat siswa sejak Juni 2021 lalu.

Adelbertus mengatakan, teknologi yang dihasilkan siswa ini manfaatnya untuk irigasi pertanian bagi petani dan penerangan rumah serta jalan.

"Untuk menggerakkan panel kontrol memakai listrik tenaga surya yang dirakit siswa terhubung dengan pompa air dan lampu," paparnya.

Ia mengatakan, kreativitas siswa ini sesuai dengan harapan pemerintahan agar siswa mampu menghasilkan teknologi bagi warga dan tamatan SMKN 1 Maumere siap pakai dan siap kerja di masyarakat.

"Pembelajaran siswa di masa pandemi harus menciptakan teknologi maka itu kami dorong siswa ciptakan dan hasil teknologi panel kontrol air dan penerangan bagi warga Sikka.Selain itu masih banyak kreativitas yang dihasilkan siswa dalam masa pandemi ini ," kata Adelbertus.

Kontributor : Athy Meaq