Perluasan Bandara Frans Seda, Pemkab Diminta Siap Lahan 75 Hektare

MAUMERE - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka diminta untuk menyiapkan lahan seluas 75 hektare bagi perluasan dan peningkatan fasilitas Bandara Frans Seda Maumere.
Permintaan ini disampaikan oleh Dirjen Perhubungan Udara, Pola B.Pramesti saat konfrensi pers usai meninjau Posko Nataru di Bandara Frans Seda, Minggu (29/12/21o19).
Polana B. Pramesti mengatakan pihaknya melalui Dirjen Perhubungan Udara akan membenahi fasilitas pelayanan di Bandara Frans Seda terutama terkait dengan masalah safeti. Terhadap kekurangan fasilitas, jika akan ditingkatkan maka perlu partisipasi pemerintah daerah untuk menyediakan lahan seluas 75 hektare.
"APBN tidak mengalokasikan anggaran pengadaan lahan dan biaya ganti rugi. Dengan demikian jadi tanggung jawab Pemda melalui APBD kabupaten untuk siapkan,"ungkap Polana B. Pramesti.
Lanjutnya, dengan peningkatan fasilitas seperti daya dukung landasan dan utifikasi terminal, dipastikan jam operasi di Bandara Frans Seda Maumere dapat bertambah dan bisa melayani jenis pesawat Boeing 737.
Sementara itu, Kepala Unit Penyelenggara Bandara Frans Seda Maumere, Ir.Poltak Gordon dalam paparannya di hadapan Dirjen Perhubungan Udara mengatakan permasalah yang menjadi kendala di bandara yakni kebutuhan lahan seluas 115,55 hektare diantaranya kebutuhan lebar runway trip dan Runway anda Safety Area.
"Lahan saat ini seluas 43,55 hektare. Terkait kebutuhan lahan, saat ini telah dilakukan koordinasi dengan Pemkab Sikka,"ungkap Ir. Poltak Gordon.
Kendala berikut yang dihadapi yakni keterbatasan catu daya listrik dari PLN (197 KVA) maupun dari catu daya cadangan/genset (250 KVA), keterbatasan jumlah personel, khususnya personel operasional dan ketidaktersediaan tenaga medis dari KKP di bandara.
