Konten Media Partner

Pesona Air Terjun Wairhoret di Tengah Hutan Lindung Egon di Waigete, Sikka

florespediaverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anak-anak dari Kampung Wairbukan saat mandi di air terjun Wairhoret. Foto : Albert Aquinaldo
zoom-in-whitePerbesar
Anak-anak dari Kampung Wairbukan saat mandi di air terjun Wairhoret. Foto : Albert Aquinaldo

MAUMERE - Ternyata di Kabupaten Sikka menyimpan begitu banyak objek wisata alam yang terbilang masih “perawan” dan belum diketahui masyarakat luas.

Selain karena belum ditata secara maksimal, aksesibilitas menuju objek-objek wisata tersebut pun terbilang cukup sulit dan belum memadai.

Salah satu objek wisata alam yang terbilang masih “perawan” yakni air terjun Wairhoret yang terletak di tengah kawasan hutan lindung Egon di Desa Wairterang, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Provinsi NTT.

Jarak tempuh dari Kota Maumere sekitar 30 kilometer yang bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Namun, untuk bisa mencapai air terjun, pengunjung harus berjalan kaki melewati areal persawahan dan perkebunan warga, serta memasuki kawasan hutan yang jaraknya kurang lebih 1 kilometer dari areal parkir di Kampung Wodon, Desa Wairterang, Kecamatan Waigete.

Menurut cerita warga setempat, Bernadus Brebo, sebenarnya air terjun Wairhoret sudah banyak dikunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Namun, keterbatasan fasilitas dan sulitnya akses membuat wisata air terjun Wairhoret seperti tak terawat dan belum dikelola secara baik.

Pada Minggu (7/11/2020), sekembalinya dari Kampung Wairbukan, florespedia bersama tim KJK kembali mengunjungi Air Terjun Wairhoret untuk yang kedua kalinya.

Air Terjun Wairhoret di Desa Wairterang, Kecamatan Waigete, Sikka, NTT. Foto : Albert Aquinaldo

Maria Aleksa, salah satu peserta yang ikut dalam perjalanan tersebut pun terpesona saat melihat keindahan Air Terjun Waihoret.

“Air Terjunya keren tapi sayangnya belum dikelola dengan baik, coba kalau dibuat jalur trackingnya terus ada fasilitas MCK di areal sekitaran air terjun, pasti pengunjungnya bertambah banyak dan masyarakat sekitar juga bisa manfaatkan kesemapatan untuk berjualan,” kata Aleksa.

Meski belum di kelola secara baik, sepanjang perjalanan menuju Air Terjun, kata Aleksa, dirinya jarang melihat sampah plastik yang berserakan. Hanya ada daun-daun kering dan ranting pohon yang tampak berserakan sepanjang jalan.

“Semoga bisa dikelola dengan baik apalagi Wairterang ini kan dari dulu terkenal dengan beberapa objek wisatanya yang sudah terkenal dan banyak homestay disini, jadi untuk promosinya memang tidak sulit,” ujarnya lagi.

Air terjun Wairhoret memiliki tinggi kurang lebih 40 meter dengan airnya sejuk. Di sekitar air terjun, tumbuh pepohonan besar dan rindang sehingga tampak begitu sejuk dan nyaman bagi para pengunjung.

Sepanjang perjalanan menuju lokasi air terjun, selain melewati pohon-pohon besar dalam kawasan hutan lindung, pengunjung akan disuguhi dengan suara gemercik air yang mengalir menyusuri sepanjang kali.

Air tersebut, sebagianya digunakan warga setempat untuk menyiram tanaman padi dan jenis sayur-sayuran yang menjadi komoditas andalan masyarakat Kecamatan Waigete.

Kontributor : Albert Aquinaldo