Konten Media Partner

Pesona Jembatan Batu dan Bukit Batu di Pulau Kojadoi, NTT

florespediaverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bukit Batu Purba ditata semenarik mungkin oleh warga desa sebagai tempat berfoto ria bagi wisatawan yang berkunjung di Pulau Kojadoi. Foto oleh: Mario WP Sina,florespedia/kumparan.com
zoom-in-whitePerbesar
Bukit Batu Purba ditata semenarik mungkin oleh warga desa sebagai tempat berfoto ria bagi wisatawan yang berkunjung di Pulau Kojadoi. Foto oleh: Mario WP Sina,florespedia/kumparan.com

Sudah lama saya mendengar cerita tentang pesona keindahan Bukit Batu Purba dan Jembatan Batu di atas laut di Pulu Kojadoi, Desa Kojadoi. Pada Senin (3/6), seorang pemandu wisata lokal, Chen Cabarezy, mengajak saya untuk mengeksplorasi keindahan pulau mungil di depan Kota Maumere, Ibu Kota Kabupaten Sikka, itu.

Dengan menumpang sebuah kendaraan pick up, saya bersama pengunjung lain menuju ke Pulau Kojadoi melalui Pelabuhan Penyeberangan Nangahale, Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, yang berjarak kurang lebih 35 kilometer ke arah timur Kota Maumere.

Setibanya di pelabuhan, sudah ada kapal yang dipesan oleh Chen Cabarezy untuk tiga orang tamunya yang merupakan wisatawan dari Jakarta. Kapal yang dinakhodai oleh Roni (39) tersebut sudah menunggu kedatangan kami sedari pagi.

"Mereka akan melihat keindahan Bukit Batu dan Jembatan Batu dan akan mengeksplorasi keindahan bawah laut Teluk Maumere di Pulau Pangabatang," kata Chen Chabarezy, sebelum Kapal Motor (KM) Dua Putri membawa kami menuju pulau mungil bernama Kojadoi.

Pagi itu, selain tiga wisatawan dari Jakarta, kami juga ditemani oleh seorang instruktur selam profesional Maumere, Jelo de Sang, yang akan memandu ketiga wisatawan tersebut menyelami taman laut ini. Ada juga seorang instruktur pendamping dari Maumere Diving Club dan seorang pemandu lokal.

Kurang lebih 45 menit perjalanan, kami tiba di Pelabuhan La Malino, Desa Kojadoi. Menginjakkan kaki di pulau mungil ini, kami disuguhkan dengan pemandangan rumah panggung khas Suku Bajo yang dibangun di atas air dan kapal-kapal nelayan yang diparkir di pelabuhan.

Dipandu oleh Chen Cabarezy, kami mulai menyusuri desa wisata ini. Berjalan menyusuri jalan setapak melewati perkampung padat penduduk Kojadoi menuju ke arah Bukit Batu yang terlihat mencolok dari Pelabuhan La Malino.

Tak hanya bisa melihat Bukit Batu dan Jembatan Batu, kita juga bisa menyaksikan kesahajaan hidup masyarakat di kampung mungil nan padat yang belum terjamah listrik dari PLN tersebut.

Di halaman rumah terlihat warga sibuk bekerja memperbaiki jaring ikan yang rusak, anak-anak yang bermain di air laut, dan ibu-ibu yang menumpuk beras untuk dijadikan tepung membuat kue lebaran.

Bukit Batu Instagramable

Wisatawan yang berfoto dengan latar aneka tulisan dan Pulau Flores dari puncak Bukit Purba Kojadoi. Foto oleh: Mario WP Sina,florespedia/kumparan.com

Kurang lebih 15 menit berjalan menyusuri jalan rabat, tibalah kami di pintu masuk Bukit Batu Purba Kojadoi. Ada sebuah kotak sumbangan yang oleh warga disebut kotak purba. Kotak ini terbuat dari kayu berwarna putih bergaris cokelat yang ditaruh dibawah pohon yang ada plang bertuliskan "pintu masuk".

Untuk menikmati keindahan Bukit Batu Purba dan Jembatan Batu, wisatawan tidak akan dipaksa untuk membayar biaya tertentu. Setiap pengunjung hanya perlu memberikan sumbangan seikhlasnya untuk keberlanjutan penataan dua objek wisata ini.

Dari pintu masuk, kami lalu menaiki satu per satu tangga, yang di kiri dan kanannya dipenuhi dengan aneka bongkahan batu hitam yang tampak membentuk sebuah bukit. Jumlah anak tangga yang dinaikin mencapai kurang lebih 25 anak tangga sampai tiba di atas puncak bukit batu.

Dari atas bukit batu ini, kita dapat menyaksikan birunya hamparan Laut Flores yang membentang luas dan rumah penduduk khas Bajo. Ada pula sebuah masjid yang menjadi bangunan megah dan tertinggi di Desa Kojadoi. Masjid dengan kubah berwarna kuning keemasan itu tampak terlihat indah dari puncak bukit batu.

Ayunan di bawah pohon beringin yang bisa untuk tempat beristirahat dan tempat berfoto ria bagi wisatawan. Foto oleh: Mario WP Sina,florespedia/kumparan.com

Bukit Batu Purba ini layak disebut Bukit Batu Instagramable karena sudah ditata dengan berbagai aneka tulisan hiasan yang menarik sebagai latar foto. Oleh penduduk setempat, juga sudah dibangun tempat untuk berswafoto dengan latar belakang Pulau Kojagete di depan Pulau Kojadoi dan Pulau Flores.

Ada pula ayunan yang dipasang mengeliling pohon beringin di bagian tengah bukit batu ini. Biasanya, wisatawan banyak menghabiskan waktu untuk berfoto ria di puncak Bukit Batu Instagramable ini. Jika lelah, wisatawan pun bisa menyepi sejenak di bawah kerindangan pohon beringin untuk beristirahat.

Puas menghabiskan waktu di atas puncak bukit ini, kami pun menuruni anak tangga menuju ke Jembatan Batu yang berjarak sepelemparan batu dari Bukit Batu. Sebelum menuruni tangga menuju Jembatan Batu, kami memilih berfoto bersama dengan latar belakang Jembatan Batu.

Jembatan Batu di Atas Air Laut

Wisatawan yang berkunjung berfoto bersama dengan latar Jembatan Batu yang menghubungkan antara Pulau Kojagete dan Pulau Kojadoi. Sumber foto: Istimewa.

Usai berfoto, kami menuruni anak tangga menuju Jembatan Batu. Menurut Chen Cabarezy, Jembatan Batu ini merupakan jembatan sepanjang 680 meter yang menghubungkan Dusun Kojagete di daratan sebelah utara dan Dusun Kojadoi di Pulau Kojadoi pada sebelah selatannya. Jembatan ini terbuat dari campuran batu dan karang yang dibangun oleh TNI AD pada tahun 1976.

Menurut Chen, jembatan yang memiliki lebar sekitar 2 meter ini dan tinggi hampir 3 meter ini saat air laut pasang, akan terlihat seperti garis sedikit melengkung yang menghubungkan Pulau Kojadoi dan Pulau Kojagete. Kalau air laut surut, terlihat jelas susunan batu dari jembatan ini.

Saat kami melewati Jembatan Batu, air laut sedang surut. Jembatan unik ini pun menjadi lokasi menarik untuk berfoto. Kami pun mengabadikan kunjungan wisata ini dengan berfoto berlatarkan jembatan batu.

Wisatawan tengah berfoto di atas Jembatan Batu. Jembatan Batu ini terbuat dari campuran batu dan karang. Foto oleh: Mario WP Sina,florespedia/kumparan.com

Kepada tim florespedia, salah seorang wisatawan dari Jakarta, Ade Yunia Rizabani Pembonan, mengatakan dirinya senang bisa berkunjung untuk melihat keindahan Bukit Batu Purba dan menyusuri Jembatan Batu.

Menurutnya, selama ini, dirinya hanya membaca di internet dan mendengar cerita dari kawannya sesama traveler yang menyampaikan ada bukit batu unik dan jembatan batu unik yang dibangun di atas air.

Ade mengatakan, pemasangan plang-plang beraneka tulisan itu mampu membuat lokasi menjadi spot foto yang menarik bagi pengunjung. Tangga mengelilingi bukit batu dan aneka ayunan di atas bukitnya itu juga menarik untuk jadi spot foto bagi Ade.

Hasil foto yang di-share ke akun media sosialnya pun terlihat menarik, karena bukan hanya pemandangan laut dan bukit batu kosong, tetapi ada aneka hiasan yang menarik.

Ade berharap, para pengunjung yang datang dapat menjaga kebersihan dan tidak melakukan aksi coret-coret atau vandalisme di objek wisata ini. Ia juga berharap ada tempat sampah yang disediakan, sehingga pengunjung pun tidak membuang sembarangan sampah dari bekal makanan yang dibawa. (FP-01).