Konten Media Partner

Pesona Pulau Mungil Nusa Kutu di Pesisir Utara Sikka

florespediaverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Keterangan foto: Keindahan Pulau Nusa Kutu yang terletak di Desa Kolisia. Foto oleh:Aty Meaq.
zoom-in-whitePerbesar
Keterangan foto: Keindahan Pulau Nusa Kutu yang terletak di Desa Kolisia. Foto oleh:Aty Meaq.

MAUMERE- Pulau Nusa Kutu, sebuah pulau mungil yang berada di desa Kolisia Kecamatan Magepanda dan hanya berjarak kurang lebih 100 meter dari Pulau Flores di bagian Utara Kabupaten Sikka, memiliki daya tarik yang mampu menghipnotis para pengunjung.

Sebuah pulau dengan struktur batu karang yang kokoh sekeliling pulau Nusa Kutu, ditumbuhi pohon bakau. Sedangkan bagian atas pulau itu diselimuti rumput sabana bagai permadani yang indah.

Sekeliling pulau itu terdapat hamparan pasir halus di bawah tebing batu yang kokoh, melengkapi kesempurnaan keindahan Pulau Nusa Kutu, yang mampu menyihir setiap pengunjung.

Kurang lebih 100 meter jarak antara Pulau Nusa Kutu dengan Pulau Flores. Untuk menjangkau Pulau Nusa Kutu, pengunjung hanya perlu berkendara ke arah barat Kota Maumere menyusuri jalur Pantura tepatnya di Desa Kolisia. Waktu tempuh dari Kota Maumere 20 sampai 25 menit.

Keterangan Foto : Pengunjung berfoto diatas bukit berlatar belakang pulau Nusa Kutu.

Sebelum mencapai Pulau Nusa Kutu, pengunjung lebih dahulu disuguhi pema dangan hamparan pantai berpasir putih, yang dilengkapi lokasi parkir dengan belasan pondok yang disewakan kepada pengunjung.

Untuk mencapai Pulau Nusa Kutu, ada dua opsi. Pertama menggunakan perahu milik nelayan setempat dengan jarak tempuh 5 sampai 7 menit pada saat air laut pasang.

Opsi kedua bisa berjalan kaki dengan menyusuri jalan setapak atau pesisir, lalu berjalan kaki menuju Pulau Nusa Kutu ditemani riak deburan ombak berbuih putih membuat pengunjung semakin betah.

Keterangan Foto : Pengunjung berfoto diatas bukit berlatar belakang pulau Nusa Kutu.

Pulau Nusa Kutu menjadi lokasi kawula muda berswafoto sambil menikmati sunset yang merah merona di ufuk barat. Hamparan savana di atas bukit Nusa Kuta yang di kelilingi laut yang jernih membuat tempat itu makin menarik.

Pengunjung, selain berswafoto di atas bukit Pulau Nusa Kutu, dengan latar belakang laut, dan bukit, tebing dan hamparan garis pantai di Teluk Nusa Kutu, bisa berpindah ke atas bukit lainnya dengan latar belakang Pulau Nusa Kutu.

Hamparan pesisir di pantai dekat Pulau Nusa Kutu. Foto:Aty Meaq.

Usai berswafoto di atas bukit, di pinggir tebing dan di atas hamparan pasir putih pantai itu, pengunjung bisa mandi air laut yang jernih.

Pemandangan alam dan pantai Nusa Kutu yang indah dan tenang karena jauh dari keramaian kota, sangat cocok untuk segala usia, untuk melepas penat di akhir pekan, setelah melakukan aktifitas dalam sepekan.

Kepada pengunjung, oleh warga setempat yang mengelola pantai Nusa Kutu menyiapkan sejumlah balai -balai serta sejumlah gazebo atau pondok beratap daun kelapa dan seng sebanyak 15 unit.

Selain itu sebuah lahan parkir luas yang sudah dipagari oleh warga setempat membuat kendaraan pengunjung aman karena dijaga oleh warga di sekitar lokasi pantai Nusa Kutu.

Pengunjung cukup membayar parkir Rp 5 ribu untuk roda dua dan Rp 10 ribu untuk roda 4 atau lebih sudah bisa mengelilingi bukit dan pantai Nusa Kutu sepuasnya.

Keterangan foto: Sejumlah Gazebo yang disewakan untuk pengunjung.

Sedangkan pengunjung yang mau menggunakan balai balai dari bambu, cukup membayar Rp 20 ribu untuk sekali pakai.

Apabila pengunjung dengan rombongan atau membawa keluarga bisa menyewa lopo atau gazebo cukup membayar Rp 30 ribu sekali pakai.

Apabila ada pengunjung yang membutuhkan pemandu selama berkunjung di Nusa Kutu, dengan senang hati warga setempat bersedia mengantar ke spot -spot yang indah untuk berswafoto secara gratis.

"Kalau ada orang baru yang butuh pemandu kami siap antar tanpa harus di bayar. Kami sudah biasa antar tamu," kata Jony seorang pemuda warga Kolisia kepada media ini Minggu (12/12).

Bagi Jony, waktu luang setelah bekerja sering menemani tamu dengan menunjukkan spot -spot yang indah untuk foto foto. Belum lama ini lanjut Jony baru saja mengantar satu keluarga dari Jogja, keliling Nusa Kutu.

"Kami tidak minta imbalan kalau kami pandu pengunjung. Intinya kami ingin pantai ini menjadi ramai dan kami bisa jual kelapa muda, aqua dan telur rebus di pantai," ujarnya.

Kontributor Athy Meaq.