News
·
15 September 2021 21:44
·
waktu baca 3 menit

Petani Sawah Lembor Keluhkan Pemda Manggarai Barat Tidak Tepati Kesepakatan

Konten ini diproduksi oleh florespedia.com
Petani Sawah Lembor Keluhkan Pemda Manggarai Barat Tidak Tepati Kesepakatan (640827)
searchPerbesar
Lahan persawahan Lembor, Manggarai Barat. Foto : Engkos Pahing
LABUAN BAJO - Sejumlah Petani sawah di Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, mengeluh kepada pemerintah daerah itu.
ADVERTISEMENT
Pasalnya, pemerintah tidak mengindahkan kesepakatan yang telah disepakati bersama terkait tidak menggarap lahan mereka selama 1 musim tanam karena proyek irigasi.
Pernyataan itu disampaikan Remigius, Salah seorang petani milenial asal Desa Poco Ruteng, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat pada, Rabu (15/9) kepada media ini melalui sambungan telepon.
"Sebelum proyek irigasi ini mulai dikerjakan, kita telah membuat beberapa kesepakatan Pak, tetapi ada beberapa kesepakatan tersebut yang Pemda tidak mengindahkan," terangnya.
Pada kesempatan yang sama, Yeremias salah seorang tokoh adat di desa itu juga menjelaskan hal yang sama.
Dia menjelaskan bahwa pada pertemuan kedua telah disepakati bersama beberapa poin, yakni pertama, pada 18 April 2021 hingga 7 Mei 2021 akan diadakan sistem penggolongan air dengan sistem 5 hari tutup dan 2 hari buka untuk 3 wilayah Sub Daerah Irigasi yaitu Sub Dl Wae Kanta Raho, Sub DI Wae Sele dan Sub DI Wae Sesap.
ADVERTISEMENT
Kedua, air ditutup total untuk di 3 wilayah Sub Daerah Irigasi yaitu Sub DI Wae Kanta tanggal 8 Mei 2021 sampai dengan selesai pengerjaan proyek.
Ketiga, Sub Daerah Irigasi Wae Lombur air ditutup total mulai 18 April 2021 sampai dengan selesai pengerjaan proyek.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Keempat, hasil galian harus dirapihkan dan diratakan oleh kontraktor pelaksana.
Kelima, masyarakat lokal agar dilibatkan mengikuti prosedur dan petunjuk pelaksanaan pekerjaan.
Keenam, sepanjang pinggir saluran Irigasi tidak boleh ditanami tanaman keras atau umur panjang pada radius 20 M.
Ketujuh, tidak boleh membuat kandang atau ikat ternak dekat saluran Irigasimenjadi tenaga kerja denganpada radius 100 meter.
Kedelapan, tanaman umur panjang atau tanaman keras sudah terlanjur tanam akan ditebang oleh pemiliknya.
ADVERTISEMENT
Kesembilan, buka jalan inspeksi di sepanjang jaringan irigasi di 4 Sub Daerah Irigasi.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa beberapa kesepakatan tersebut tidak diindahkan, sementara sebelumnya Camat Kecamatan Lembor, Pius Baut menjelaskan bahwa ntuk para petani, pihak pemerintah kecamatan mengimbau para penyuluh pertanian agar mendampingi petani untuk mengembangkan tanaman palawija dan pertanian hortikultura.
"Waktu pertemuan kedua, pak camat mengimbau pendamping petani, P3A serta PPL bisa menanam tanaman pengganti di daerah persawahan. Dalam apel, pak camat meminta para petani berinovasi, mungkin bisa menanam tanaman pengganti yang tidak terlalu membutuhkan air, misalnya kacang-kacangan," katanya.
"Begitu juga teman-teman PPL coba dampingi petani agar petani bisa memanfaatkan lahan pertanian. Sampai hari ini kami belum merasakan seperti apa itu pendampingan dari PPL, selama ini kami tunggu-tunggu tidak muncul," tutupnya.
ADVERTISEMENT