Konten Media Partner

Ruas Jalan Baru di Dua Kampung di Desa Aeramo, Mubazir

florespediaverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ruas jalan baru di Kampung Okirateata sudah mengalami kerusakan dan sulit untuk dilewati warga. Foto: Arkadius Togo.
zoom-in-whitePerbesar
Ruas jalan baru di Kampung Okirateata sudah mengalami kerusakan dan sulit untuk dilewati warga. Foto: Arkadius Togo.

MBAY-Program pembangunan peningkatan jalan yang diusung oleh Pemerintah Kabupaten Nagekeo di bidang infrastruktur nampaknya belum terealisasi dengan baik.

Pasalnya, terdapat beberapa pembangunan infrastruktur jalan yang bersumber dari aspirasi Anggota DPRD (Dana Pokir), yang usai dikerjakan tidak bisa dimanfaatkan oleh warga setempat.

Mutu dan kualitasnya jauh dari kata baik. Salah satunya adalah pekerjaan peningkatan jalan di wilayah Kampung Lego dan kampung Okirateata, Desa Aeramo sudah hancur meski usia jalan ini belum genap setahun.

Dari hasil pantauan media ini Senin (30/11/2020), peningkatan jalan jenis pembukaan jalan baru di kampung tersebut sudah mulai rusak dan sudah jadi kali ketika saat banjir tiba.

Padahal pembangunan yang diduga dilakukan oleh pemerintah daerah melalui instansi terkait tersebut belum lama selesai dikerjakan, namun hampir seluruh titik pada ruas jalan mengalami kerusakan yang cukup parah. Dimana, hampir diseluruh titik ruas jalan itu material di kikis banjir hinggga seperti kali buatan.

Material dari jalan tersebut dibawa banjir ke badan jalan jalur jalan Negara Mbay-Maumere. Sehingga banyak kendaraan yang melintasi jalur jalan itu harus ekstra hati-hati.

Salah seorang Warga Kampung Okirateata, Martin mengatakan bahwa kerusakan ruas jalan tersebut diduga asal bangun tanpa ada kajian yang jelas.

"Pak jalan ini sama sekali tidak digunakan masyarakat. Mau gunakan bagaimana, jalan saja dibangun di gunung. Siapa mau lewat," ujar Marten.

Hal senada juga diungkapkan warga lainnya, Iron. Ia mengatakan sebagai masyarakat dirinya merasa kecewa terhadap pembangunan yang dinilai asal-asalan ini.

"Dugaan saya pekerjaan jalan itu hanya mau kasih habis anggaran dan tanpa ada kajian,"ungkapnya.

Dikatakan Iron, sejak dibangun jalan tersebut hingga kini masyarakat tidak menggunakan. Karena jalan tersebut sudah rusak akibat terkikis banjir.

"Sejak dibangun jalan ini kami tidak bisa di gunakan. Masa jalan bangun di gunung, siapa yang mau lewat. Padahal kita membutuhkan perbaikan jalan lingkungan," ujarnya.