Sampah Terlihat Berserakan di Pinggir Jalan di Manggarai
·waktu baca 2 menit

RUTENG - Sampah berserakan di pinggir jalan negara Ruteng-Reo dalam beberapa waktu belakangan ini.
Sampah itu terlihat mulai dari Kampung Sondeng, Kota Ruteng, Ibu Kota Kabupaten Manggarai, hingga setelah kuburan China di Kelurahan Karot, Kecamatan Langke Rembong.
Sampah yang berserakan bisa dengan mudah terlihat di pinggir jalan negara ke wilayah utara Manggarai.
Pantauan media ini, Senin (12/7), pada jalur jalan yang sama sedang ada proyek pengerjaan saluran irigasi. Material penggalian bercampur sampah.
Tetapi, pada sejumlah titik terlihat onggokan sampah dari kota yang sengaja dibuang di pinggir jalan. Di beberapa tempat, sampah terbongkar dari karungnya sehingga berserakan di mana-mana.
Seorang warga Kelurahan Sondeng, Bernadus Sadur mengatakan, tidak paham dengan perilaku orang yang membuang sampah di sebarang tempat, termasuk di pinggir jalan raya.
Sampah membuat suasana tidak bagus bagi yang melintas, yakni panorama buruk dan aroma bau busuk.
“Saya hampir lari sore setiap hari di jalur jalan ini. Tetapi, kali ini, saya lihat banyak sampah dibuang di pinggir jalan raya ini. Ini sangat mengganggu,” katanya.
Menurut dia, sampah yang ada, banyak sekali yang baru dibuang ke pinggir jalan raya. Hal itu bisa dilihat dari karung dan aneka sampah yang berserakan.
Bernadus mengatakan, membuang sampah di sebarang tempat membuktikan bahwa banyak warga kota belum sadar akan kebersihan diri dan lingkungan.
“Membuang sampah tidak pada tempatnya jelas bertentangan dengan pelbagai upaya yang dilakukan untuk menjaga keindahan, kebersihan, dan kerapian dalam dan luar kota,” katanya.
Rekannya, Tedy Tarum mengatakan, sejauh ini belum ada tindakan tegas kepada pelaku pembuang sampah di sebarang tempat. Kalau mau baik untuk kepentingan publik, maka aturan penertiban harus dilakukan secara ketat dan konsisten.
“Yang diketahui dan ditangkap membuang sampah tidak pada tempatnya, harus ditindak. Apakah didenda yang besar atau proses hukum sudah ada regulasinya. Tindakan tegas perlu agar sadar pentingnya kebersihan dan keindahan,” katanya
