Sikka Innovation Center Gandeng Petani Kakao Produksi Aneka Varian Coklat
ยทwaktu baca 3 menit

MAUMERE-Sikka Inovation Center (SIC) adalah solusi dalam membantu meningkatkan posisi tawar petani kakao di Kabupaten Sikka, Propinsi Nusa Tenggara Timur.
Melalui unit produksi Choklat Sikka (Cho-Sik), SIC memproduksi aneka varian coklat, seperti serbuk halus dan setengah halus, serta coklat batangan.
Kepala UPT Sikka Inovation Center Kabupaten Sikka, Saifun kepada media ini, Sabtu (29/1) menjelaskan hal itu terkait proses dan hasil produksi Coklat Sikka.
"Ini adalah solusi bagi petani kakao melalui kerja sama dengan salah satu koperasi di Sikka. Saat ini Sikka Inovation Center (SIC) sudah bisa produksi varian coklat," kata Saifun.
Saifun menjelaskan, jumlah bahan baku normal dalam satu minggu mampu memproduksi 100 kg kakao fermentasi.
"Kita kerja sama koperasi bersama kelompok tani untuk memproduksi kakao fermentasi yang berkualitas tinggi. Kita beli dengan harga tinggi," ungkapnya.
Dalam satu bulan 100 kg x 4 Minggu = 400 kg kakao yang di butuhkan. Sedangkan jumlah produksi 100 kg kakao dalam satu minggu.
Dari 100 kg kakao menghasilkan cokelat bar 40 gr (permen) sebanyak 1.125 batang. Sedangkan bubuk kakao sebanyak 63 kg.
Dalam sebulan menghasilkan 4.500 coklat batang sedangkan bubuk yg dihasilkan sebanyak 252, Kg. Jika kapasitas produksi bisa menghasilkan 3 kali lipat dari yang dihasilkan.
Saifun menjelaskan Cho-Sik mengembangkan aneka varian cokelat bar ukuran besar 85 gram dijual Rp 22 ribu perbuah, cokelat bar kecil 40 gram (original) dijual Rp 60 ribu perbuah, dan cokelat bar mente 40 gram seharga Rp 20 ribu perbuah.
Cokelat with mente Rp 12 ribu perbuah, cokelat candy isi 30 buah pertoples Rp 65 ribu, cokelat bubuk kiri Rp 25 ribu perbungkus dan coklat bubuk kanan Rp 30 ribu perbungkus.
Dari beberapa aneka varian ini memiliki dua rasa yakni rasa dark dengan kandungan coklat 75 persen dan rasa milk dengan kandungan coklat 50 persen.
"Bagi penggemar coklat, mereka biasanya cari citarasa dark. Terasa pahit, tapi kata mereka ini yang paling sehat dan paling enak," ujar Saifun.
Hasil produksi cokelat Sikka ini dijual di galeri dalam Bandara Frans Seda, Swalayan Roxy, Toko Jaya Baru, Swalayan Rejeki Express, Erens Mart di Misir dan beberapa kedai kopi. Penjualan cukup banyak disediakan di Kupang dan Jakarta
"Produksi Cho-Sik tidak menggunakan nabati lainnya. Pasta cokelat tidak mengandung lemak jenuh. Benar-benar lemak baik 3 hdl dari coklat itu sendiri. Ini jenis lemak baik untuk kesehatan jantung ," jelasnya.
Menurut Saifun, jika ditingkatkan jumlah produksi, maka harus dengan tambahan mesin produksi yang memadai serta promosi produk yang di hasilkan ke masyarakat penggiat UKM.
Marten Soge (56), petani kakao di Kajowair, Kecamatan Hewokloang mengatakan, saat ini, tengah terjadi serangan hama kakao yang menghancurkan kakao petani. Tetapi harga kakao sudah lebih baik yang dibeli SIC.
"Saat ini kakao diserang hama tetapi kami terbantu karena SIC membeli dengan harga yang baik," ujar Marten Soge.
Kontributor : Athy Meaq.
