Konten Media Partner

Siswa Sekolah Dasar di Sikka NTT Bersekolah di Gedung yang Nyaris Ambruk

florespediaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pelajar SD Inpres Watuwekak mengikuti KBM di salah satu ruang kelas yang kondisinya memprihatinkan. Foto : Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Pelajar SD Inpres Watuwekak mengikuti KBM di salah satu ruang kelas yang kondisinya memprihatinkan. Foto : Istimewa

MAUMERE - Puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) Inpres Watuwekak di Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur ,terpaksa harus menempati bangunan sekolah yang nyaris roboh untuk mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Meski sudah berulangkali pihak sekolah mengajukan bantuan untuk perbaikan, namun hingga kini sekolah itu tak kunjung mendapat perhatian.

Kondisi bangunan ruang kelas SD Inpres Watuwekak. Foto : Istimewa

Para siswa Sekolah Dasar (SD) Inpres Watuwekak ini terpaksa harus mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di bawah bayang-bayang ketakutan dan kekhawatiran.

Kondisi bangunan yang sudah rusak parah ini semestinya tidak layak digunakan namun pihak sekolah mengaku tak ada pilihan lain.

Atap Sekolah Dasar (SD) Inpres Watuwekak ini sudah banyak yang ambrol dan beberapa tiang penyangga pun sudah rapuh.

Jika hujan deras turun, para siswa terpaksa dipindahkan ke ruang kelas lainnya kerena pertimbangan keamanan.

"Disitukan ada instalasi listrik, dikhawatirkan kalau hujan pasti akan koslet,” ujar Wakil Kepala SDI Watuwekak, Valentinus Wotan Puka kepada media ini pada Jumat (18/2) pagi.

Seorang guru SD Inpres Watuwekak sedang menunjukkan kondisi ruang kelas. Foto : Istimewa

Menurutnya, kondisi ini sudah dialami puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) Inpres Watuwekak sejak delapan tahun terakhir.

"Bangunan ini rusak sejak tahun 2015, kalau angin, seng-seng nya terangkat semua, kalau hujan itu merembes dan air menggenangi ruang kelas," ujarnya.

Sementara itu Kepala SD Inpres Watuwekak, Sestarius Otravianus mengatakan, terdapat empat ruangan kelas di sekolah tersebut dengan kondisi tidak layak digunakan.

"Yang paling parah itu di kelas satu, kalau hujan para siswa kami pindahkan di ruang perpustakaan untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM),” katanya.

Ia pun berharap kepada pemerintah daerah Kabupaten Sikka untuk membantu memperbaiki ruang kelas yang layak sehingga mereka bisa menjalankan kegiatan belajar mengajar dengan baik.