Konten Media Partner

Sudah 2 Bulan, Sumur Bor ATAB NTT di Likot, Sikka, Belum Bisa Dimanfaatkan Warga

florespediaverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tokoh masyarakat Kampung Likot, Desa Hoder di lokasi pengeboran air tanah Satker ATAB NTT II yang hingga hari ini belum bisa dimanfaatkan warga. Foto: Mario WP Sina.
zoom-in-whitePerbesar
Tokoh masyarakat Kampung Likot, Desa Hoder di lokasi pengeboran air tanah Satker ATAB NTT II yang hingga hari ini belum bisa dimanfaatkan warga. Foto: Mario WP Sina.

MAUMERE - Meski telah diselesaikan proses pengerjaannya sejak dua bulan lalu, sumur bor Air Tanah dan Air Baku (ATAB) yang terletak di RT. 015/RW.007, Dusun Luah, Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Provinsi NTT, belum bisa dimanfaatkan oleh warga setempat.

Sumur yang memiliki kedalaman 37 meter yang diselesaikan dalam waktu 14 hari pengerjaan tersebut, terletak di lahan milik Pankrasius Jatar yang dihibahkan dengan ukuran 10x10 meter.

Tokoh masyarakat Dusun Luah, Desa Hoder, Godefridus E. Bajo kepada media ini Rabu (30/9/2020) pagi mengatakan berdasarkan keterangan yang mereka peroleh, pembangunan jaringan air dari ATAB NTT ke rumah-rumah warga terhenti akibat dana yang ada digunakan untuk penanganan COVID-19 dan akan dianggarkan lagi tahun depan.

"Kami sudah berpikir untuk swadaya dan itu kami akan usahakan mesin disel yang kecil sesuai dengan kemampuan supaya kita bisa mulai manfaatkan air ini," kata Godefridus.

Disebutkan, dana yang dibutuhkan kurang lebih sebesar Rp. 5.000.000 dengan rincian kebutuhan antara lain mesin disel, selang, kabel dan keperluan lainnya.

"Cukup kita kasih keluar disini supaya masyarakat mulai bisa manfaatkan, kalau kita mau salurkan ke rumah-rumah untuk saat ini belum bisa karena pasti biaya tambah besar lagi," ujarnya.

Sejauh ini sudah dilakukan musyawarah warga setempat terkait rencana tersebut. Dan menurut rencana, kata Godefridus, satu Kepala Keluarga (KK) akan diminta swadaya sebesar Rp. 100.000. Jumlah Kepala Keluarga seluruhnya yang akan menjadi pemanfaat air tersebut sejumlah 60 KK.

Kendati demikian, saat ini, warga masih terkendala uang swadaya karena penghasilan warga yang terbatas yang dominan sebagai petani jambu mente.

Sementara itu, PPK Satker NVT Air tanah dan Air Baku NT II di Sikka, Fill Muloko yang dihubungi terpisah via telfon membenarkan bahwa sumur ATAB di wilayah tersebut hingga saat ini belum dimanfaatkan warga.

Pihaknya sementara menunggu anggaran untuk pengembangan jaringan air ke rumah-rumah warga setempat.

"Kami masih tunggu anggaran untuk pekerjaan lanjutan. Tahun ini semua dana ditarik karena covid-19, jadi tidak ada pembangunan," ungkapnya.

Terkait adanya rencana swadaya masyarakat setempat agar bisa segera memanfaatkan sumur bor tersebut, Fill Muloko mengatakan bahwa pihaknya hanya bisa mengizinkan pemakaian sementara seperti yang telah dilakukan warga dusun lainnya di desa tersebut.

Pengeboran air tanah di Kampung Likot, Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka pada 3 Juli 2020 lalu. Foto: istimewa.

"Sementara tidak bisa dimanfaatkan dan memang tidak diizinkan tetapi kalau memang dimanfaatkan nantinya ada resikonya. Kalau keamanannya tidak ada. Sebenarnya tidak bisa diizinkan," ujarnya.

Dirinya berharap adanya dukungan dari pihak Pemerintah Desa Hoder dalam pemasangan jaringan air ke rumah-rumah warga atau bantuan dari Pemkab Sikka sehingga sumur bor bisa dimanfaatkan.

Dirinya menegaskan untuk pembangunan lanjutan pasti akan tetap dibangun oleh ATAB NTT II, hanya belum bisa dipastikan tenggat waktu pelaksanaannya.