Konten Media Partner

Tiga Dokter Spesialis di Rumah Sakit Daerah Aeramo Nagekeo Reaktif Rapid Test

florespediaverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
RSD Aeramo, Kabupaten Nagekeo.Foto: Arkadius Togo.
zoom-in-whitePerbesar
RSD Aeramo, Kabupaten Nagekeo.Foto: Arkadius Togo.

MBAY-Sebanyak tiga orang dokter yakni satu dokter sepesialis anak dan dua dokter spesialis kandungan yang bertugas di RSD Aeramo reaktif rapid test COVID-19.

Ketiga dokter tersebut tidak pernah berkontak langsung atau menangani pasien positif corona yang sedang diisolasi di RSD Aeramo. Namun mereka melayani praktek luar.

"Banyak masyarakat yang belum jujur tetang riwayat perjalanan, sehingga kita menduga ketiga terpapar di luar. Kebetulan mereka melayani praktek luar," ujar Direktur Rumah Sakit Daerah (RSD) Aeramo, Renny Wahyuningsih kepada Wartawan, Rabu (27/05/2020).

Karena tiga dokter spesialis di rumah sakit tersebut mengalami reaktif rapid test, Kata Renny, terhitung sejak hari ini, Rabu (27/5/2020), pihak manajemen Rumah Sakit Daerah (RSD) Aeramo, Kabupaten Nagekeo menghentikan sementara tiga poli pelayanan kesehatan bagi mayarakat umum.

"Untuk sementara, beberapa poli pelayanan, yakni poli spesialis kebidanan dan kandungan, poli anak dan poli penyakit dalam, tidak menerima pasien karena tenaga kesehatan yakni tiga dokter sedang diisolasi lantaran reaktif rapid test," ujarnya.

Penutupan poli dilakukan sampai hasil swab test ketiga dokter ini keluar dan dinyatakan negatif.

"Ketiga Dokter sepesialis RSD Aeramo menjalani swab test hari ini dan rencananya sampel swab akan dikirim ke Kupang esok," ujarnya.

Namun demikian, pelayanan terhadap para pasien tetap terus dilakukan melalui aplikasi whatsApp.

Ia mengatakan, untuk pelayanan secara langsung diberhentikan sementara waktu demi mencegah penyebaran COVID-19 kepada masyarakat.

Meskipun beberapa poli dihentikan pelayanannya, namun aktifitas di rumah sakit tetap berjalan normal.

Petugas medis tetap melayani pasien yang datang. Sejumlah pasien dan warga yang dimintai tanggapannya menyatakan, memahami keputusan pihak rumah sakit tersebut.

“Kebijakan yang diambil manajemen rumah sakit sudah tepat dan benar. Keputusan tersebut diambil demi keselamatan masyarakat dan pasien itu sendiri," ujarnya.