Konten Media Partner

Tingkatkan Kebutuhan Pangan, ini Rekomendasi Melki Mekeng untuk Pemda di NTT

florespediaverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo bersama Anggota Komisi XI DPR RI, Melchias Markus Mekeng.
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo bersama Anggota Komisi XI DPR RI, Melchias Markus Mekeng.

MAUMERE - Sejalan dengan program pemerintah pusat untuk meningkatkan kebutuhan pangan dalam negeri dan dengan melihat semua potensi yang ada maka dapat diproyeksi pencapaian produksi padi di NTT semestinya berada di atas angka 1 juta ton GKG per tahun.

Hal itu disampaikan Melchias Markus Mekeng, Anggota Komisi XI DPR RI dari Dapil 1 NTT melalui siaran persnya yang diterima media ini pada Rabu (16/12/2020).

Dalam keterangannya, Melki Mekeng juga menyampaikan beberapa rekomendasinya kepada segenap Pemerintah Daerah di wilayah NTT.

Rekomendasi Melchias Markus Mekeng antara lain ;

Pertama, diversifikasi pangan harus terus digalakkan oleh pemerintah provinsi secara serentak bersama seluruh pemerintah daerah kabupaten/kota.

Difersifikasi ini terfokus pada bahan pangan non-beras antara lain ubi-ubian, jagung, gandum, sagu, atau sorgum. Diharapkan perlahan-lahan masyarakat dapat mengurangi ketergantungan akan beras.

Kedua, peningkatan produktivitas lahan dengan memanfaatkan secara optimal kehadiran bendungan yang ada termasuk waduk Napung Gete.

"Sehingga upaya mengatasi masalah Stunting dapat terintegrasi dengan baik, serta mempersiapkan alur distribusi pangan yang lebih tertata demi hajat hidup masyarakat," ungkapnya.

Ketiga, dalam dimensi jangka panjang, diperlukan sinkronisasi antara ketersediaan potensi SDA dengan upaya mempersiapkan peningkatan kualitas SDM yang adaptif terhadap pertanian, khususnya pemanfaatan teknologi pertanian.

Kualitas SDM tentu berkorelasi dengan tingkat pendidikan yang mampu mengubah wawasan dalam memaknai strategi mencapai ketahanan pangan.

Sebaliknya, dalam jangka pendek, tindakan praktis yang perlu dilakukan adalah penyuluhan bagi para petani mengenai strategi optimalisasi produksi lahan pertanian.

Lebih dari itu, Melki Mekeng mengatakan, terobosan kebijakan yang distimulasi pemerintah daerah menuju terealisasinya ketahanan pangan, mesti ditopang pula oleh upaya kolektif masyarakat NTT untuk mengurangi ketergantungan pangan hanya pada beras.

Menjadikan beras sebagai makanan pokok, tidak lalu berarti bahwa kita kemudian bersikap mengabaikan aneka potensi pangan lokal yang merupakan bagian dari kekayaan alam NTT. Kecintaan kita mengonsumsi pangan lokal merupakan bagian dari kecintaan kita terhadap tanah tumpah darah Flobamora.

Kontributor : Albert Aquinaldo.