Konten Media Partner

UNBK di Sekolah Lain, SMAN di Ngada Keluarkan Biaya Puluhan Juta

florespediaverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Para siswa SMAN Golewa Selatan yang menumpang di SMPN 2 Bajawa agar bisa mengikuti UNBK pada Senin (1/4) pagi.Foto oleh : florespedia/kumparan.com
zoom-in-whitePerbesar
Para siswa SMAN Golewa Selatan yang menumpang di SMPN 2 Bajawa agar bisa mengikuti UNBK pada Senin (1/4) pagi.Foto oleh : florespedia/kumparan.com

Minimnya fasiltas laboratorium komputer menyebabkan SMAN 1 Golewa Selatan melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMPN 2 Bajawa yang letaknya di ibukota kabupaten Ngada, Provinsi NTT.

Jarak SMAN 1 Golewa Selatan dengan Bajawa yang sejauh 29,1 Km membuat pihak sekolah perlu mengeluarkan banyak tanggungan, baik transportasi, pengawas maupun biaya penyewaan generator untuk melancarkan segala proses ujian.

Kepala Sekolah SMAN 1 Golewa Selatan, Regina Wake Moi, S.Pd saat diwawancarai florespedia di lokasi ujian pada Senin (1/4) pagi mengatakan, untuk dapat mengikuti UNBK di SMPN 2 , pihaknya mengeluarkan biaya cukup besar lantaran jarak sekolah SMAN 1 Golewa Selatan dengan SMPN 2 Bajawa masih cukup jauh yakni 29,1 Km.

Dikatakan Regina Wake Moi, bukan hanya perlu mengeluarkan ongkos transportasi, pihaknya juga mengeluarkan biaya pengawas dan biaya generator. Pihaknya sengaja menyewa generator sebagai antisipasi jika listrik dari PLN padam.

"Kita tahu bahwa, listrik di Ngada sering mati hidup, ini bentuk antisipasi dan generatornya kami pakai selama 4 hari", ujar Regina Wake Moi.

Lanjutnya, total biaya yang dikeluarkan dari pihak sekolah diperkirakan mencapai Rp. 35 juta, karena pihak SMAN 1 Golewa Selatan sebelum UNBK juga telah mengadakan simulasi selama 4 kali.

"Total secara keseluruhan diperkirakan 35 juta, semoga tahun depan kami akan melaksanakan UNBK secara mandiri" jelas Regina Wake Moi.

Sementara itu Falens Bhalu, dari pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT saat ditemui di lokasi UNBK menjelaskan, pihak mereka datang ke Kabupaten Ngada bukan hanya sekedar memantau pelaksanaan UNBK, tetapi juga mencari tahu masalah-masalah fasilitas di setiap sekolah.

Dikatakannya, jumlah SMA di kabupaten Ngada sebanyak 14 sekolah dan ke 14 sekolah itu melaksanakan ujian berbasis komputer.

Menurutnya, mereka sudah memantau di 8 sekolah, dan diantara 8 sekolah itu ada dua sekolah yang UNBK tidak mandiri yakni SMAN 1 Golewa Selatan dan SMAN 2 Bajawa.

"Pihak provinsi sudah komit, bahwa 2019 semua sekolah di NTT akan melaksanakan UNBK secara mandiri" ungkap Falens Bhalu. (FP - 04) .