Warga di Manggarai Terpaksa Gotong Jenazah Pakai Tandu Karena Jalan Rusak Berat

RUTENG - Jenazah Jack, warga Desa Wae Codi, kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai terpaksa ditandu jalan kaki sejauh 1,5 Km oleh warga sebelum diangkut menggunakan mobil ke rumah duka.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini bahwa sebelumnya Kejadian tersebut diungga oleh akun facebook atas nama Densianus Dosi secara live di fecebook pada kamis 24 september 2020
kejadian tersebut viral di media sosial khususnya di Kabupaten manggarai.
Berhasil dikonfirmasi media ini melalui sambungan telepon, pada Jumat (25/9/2920), Densianus mengatakan, hal ini terjadi lantaran tidak adanya mobil yang berani melintasi di jalur tersebut karena jalan yang rusak dan tanjakan yang cukup curam dari Roho, Desa Persiapan Compang Bere, kecamatan Cibal Barat.
" Berapa mobil yang kita hubungi, tapi tidak ada satu pun yang mau, alasan mereka jalan jelek dan tanjakan yang sangat parah," Jelasnya melalui sambungan telepon padan jumaat 25 september 2020
Pada bagian lain Ia ceritakan keadaan mereka di tempat tersebut bahwa hampir setiap warga yang bermasalah terkait dengan pelayanan kesehatan akan menempuh jalan kaki yang cukup jauh
Menurut Ia, keadaan tersebut mereka hanya bisa pasrah, walaupun sering dilaporkan agar pemerintah setempat segera memperbaiki jalan tersebut.
Densianus juga ceritakan sebelum Almarhum meninggal sempat dirawat di RSUD Ben Mboi Ruteng
Ia menjelaskan karena mengalami sakit paru-paru cukup lama. Pada Rabu 23 September 2020 Almarhum memilih untuk beristirahat di rumah kakaknya di Roho.
Namun, setelah satu hari istirahat di rumah kakaknya, Almarhum Jack menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 02.00 Wita.
Ia mengaku beberapa kali mencoba hubungi kendaraan warga, namun tak ada satupun yang bersedia dengan alasan kondisi jalan yang rusak dan tanjakan curam.
Sehingga warga terpaksa tandu jenazah jalan kaki sepanjang 1,5 Km sampai ke Teni, Desa Lenda, kecamatan Cibal Barat. Selanjutnya, jenazah diangkut mobil sampai ke rumah duka.
"Kami sudah hubungi beberapa mobil, tapi semuanya tolak karena jalan rusak," Jelasnya
Ia berharap, agar pemerintah perhatikan ruas jalan tersebut untuk memudahkan warga, baik untuk kepentingan kesehatan maupun keperluan lainnya.
Kontributor: Engkos Pahing.
