Warga Hoder Apresiasi Bupati Sikka Lakukan Normalisasi Bendungan Wairita

MAUMERE - Warga Desa Hoder mengapresiasi inisiatif Bupati Sikka melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sikka melakukan normalisasi Bendungan Wairita di Dusun Daranatar, Desa Hoder yang sudah dibiarkan tidak berfungsi sejak 1998 lalu.
Apresiasi ini disampaikan oleh Ketua BPD Desa Hoder, Wilibordus Nong Ipir yang ditemui florespedia pada Sabtu (15/2/2020) sore.
Sebelumnya pada pagi hari, Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo mengunjungi lokasi Bendungan Wairita untuk melihat proses normalisasi yang sedang dikerjakan oleh Dinas PU.
Wilibordus Nong Ipir mengungkapkan dengan dinormalisasi kembali Bendungan Wairita maka ke depan akan dimanfaatkan untuk pengembangan pertanian dan juga sebagai lokasi wisata alternatif.
"Kemungkinan normalisasi akan berlangsung 2 minggu lamanya. Bersama Kepala Desa Hoder, Martina Bunga, kami sudah merencanakan untuk mengembangkan sebagai aset pertanian dan wisata," ungkap Wilibordus Nong Ipir.
Camat Waigete, Even Edomeko mengungkapkan Bendungan Wairita dibangun pada thaun 1992 dan diresmikan pada tahun 1993. Bendungan ini terakhir dipergunakan pada tahun 1998. Kendati demikian, pihaknya belum mengetahui alasan sampai bendungan dibiarkan tidak berfungsi lagi.
Lanjutnya, pemerintah Kecamatan Waigete mendukung penuh rencana Bupati Sikka untuk menormalisasi Bendungan Wairita. Rencananya, usai dinormalisasi akan dimanfaatkan untuk pengairan pertanian dan pariwisata.
"Saya selaku Camat Waigete ditugaskan untuk mengawasi dan melaporkan perkembangan progres kerja dengan tempo waktu 2 minggu selesai. Bupati akan kembali lihat hasil normalisasi. Sekaligus bersama Pemdes rancang untuk pengembangan ke depan," ungkap Even Edomeko.
Ia menuturkan, jika memungkinkan maka akan dilakukan percetakan sawah baru. Jika tidak maka akan dipergunakan untuk penyiraman sayur mayur. Selain itu, yang pasti juga untuk pengembangan wisata alternatif.
Sementara itu, Bupati Sikka saat tatap muka bersama warga Desa Hoder menuturkan normalisasi bendungan tersebut sangat dibutuhkan, untuk manajemen pengaturan air, agar bisa lebih maksimal dimanfaatkan oleh para petani.
"Pemerintah pada prinsipnya mendorong infrastruktur dasar yang ada, agar dapat dipergunakan sebaik - baiknya untuk kepentingan rakyat. Bendungan ini sudah saatnya harus dinormalisasikan. Tahun depan, kita akan usulkan ke Kementrian PUPR agar bisa masuk dalam APBD 2021. Kita estimasikan sekitar 1,3 miliar," ungkap Bupati Robi Idong.
Pantuan florespedia, Bendungan Wairita tampak dipenuhi dengan endapan sedimentasi berupa pasir dan tanah. Endapan sudah memenuhi kolam tampung bendungan sehingga air langsung terbuang ke Kali Wairita. Pada sisi kanan bendungan yang tersedimentasi sudah dijadikan lahan untuk menanam tanaman padi dan jagung warga. Selain itu, area endapan sedimentasi juga dipenuhi tanaman alang - alang.
