Warga Keluhkan Ruas Jalan Provinsi Waipare-Bola yang Belum Selesai Dikerjakan
·waktu baca 2 menit

MAUMERE-Proyek rehabilitasi ruas jalan Provinsi Waipare Bola belum selesai dikerjakan. Masyarakat mengeluhkan, debu dan tumpukan material yang menghalangi badan jalan.
Anita Nona, (40) warga RT 05/RW 01, Desa Bola, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka, Provinsi NTT kepada Florespedia , Minggu (5/6) menyayangkan lambatnya pengerjaan ruas jalan provinsi Waipare-Bola.
Anita mengatakan bahwa sudah 3 bulan terakhir, pihak kontraktor melakukan pengerukan badan jalan dan penumpukan material sepanjang jalan di Desa Bola yang menghalangi badan jalan.
Kondisi itu membuat arus lalu lintas transportasi terganggu dan rawan kecelakaan. Selain itu, kontraktor tidak menyiram sehingga abu beterbangan ke pemukiman warga.
"Kalau kendaraan lewat, abu beterbangan sampai masuk dalam rumah warga. Kami semua batuk pilek karena debu, apalagi rumah yang ada anak bayi," kata Anita.
Untuk diketahui, proyek rehabilitasi ruas jalan Waipare-Bola, adalah proyek Dinas Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat Bidang Bina Marga dengan nama paket rehabilitasi ruas jalan Waipare-Bola.
Nomor kontrak: PUPR.BM.05.01/602/145/IX/2021 dengan tanggal kontrak 27 sep 2021.
Nilai kontrak : Rp 8.190.175.000 dari sumber dana APBD I Provinsi NTT (pinjaman daerah PT SMI).
Pekerjaan ruas jalan ini dikerjakan oleh PT Waigete Abadi, dengan waktu pelaksanaan 180 hari kalender dan waktu pemeliharaan 365 hari kalender. Target panjang 5 kilometer.
Pantauan media ini Minggu (5/6) pekerjaan mayor berupa rehabilitasi jalan belum selesai dikerjakan. Pekerjaan minor berupa bangunan pelengkap seperti drainase juga belum selesai dikerjakan.
Di tengah perkampungan Desa Bola, sepanjang kurang lebih 500 meter terdapat tumpukan material agregat di atas badan jalan yang belum diratakan dengan alat berat.
Sedang di beberapa titik lainnya sudah dilakukan pemadatan agregat tetapi belum diaspal. Persis di depan Koramil Bola, sepanjang kurang lebih 100 meter sudah diaspal namun bergelombang.
Warga berharap agar pemerintah memerintahkan rekanan pelaksana rehabilitasi ruas jalan Waipare-Bola, agar segera dilanjutkan pengerjaannya, agar bisa selesai dan warga bisa melintasi jalan dengan lancar.
Kontributor: Athy Meaq.
