Konten Media Partner

Warga Nampar Macing Siapkan Homestay Nyaman bagi Wisatawan

florespediaverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Homestay di tengah sawah disiapkan warga Desa Nampar Macing, Kabupaten Mabar bagi wisatawan yang datang.  Foto oleh florespedia/kumparan.com
zoom-in-whitePerbesar
Homestay di tengah sawah disiapkan warga Desa Nampar Macing, Kabupaten Mabar bagi wisatawan yang datang. Foto oleh florespedia/kumparan.com

Mabar - Masyarakat Desa Nampar Macing, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi NTT menyiapkan belasan homestay bagi wisatawan yang ingin mengunjungi wilayah itu.

Pasalnya desa Nampar Macing itu sendiri merupakan desa tujuan wisata. Belasan wisatawan mengunjungi wilayah itu setiap hari.

Ketua Lembaga Ekowisata Kampung Tado, Desa Nampar Macing,Yeremias Uril, Rabu (20/2) pagi mengatakan warga Desa Nampar Macing membuka homestay lantaran hampir setiap hari wisatawan mancanegara dan domestik mengunjungi desanya untuk menyaksikan kegiatan kelompok pengrajin tenun dan pengrajin topi rea.

Bagi wisatawan yang mengunjungi Desa Nampar Macing akan didampingi Pemandu wisata lokal yang berada di Desa Nampar Macing.

Dia menjelaskan bagi wisatawan yang menginap pada homestay milik warga akan dikenakan biaya Rp 170.000,- setiap orang. Biaya tersebut termasuk untuk biaya makan dan minum, dimana makanan dan minuman yang disediakan untuk wisatawan adalah makanan lokal warga setempat.

Lanjut Yeremias Uril, di desa Nampar Macing,wisatawan akan menyaksikan dan melatih anyaman tikar, tenun, menganyam topi re'a,membuat periuk dari tanah, belajar meramu obat tradional serta menikmati situasi kehidupan masyarakat disejumlah kampung di Desa Nampar Macing. Kegiatan itu dilakukan oleh kelompok pengrajin Desa Nampar Macing.

" Wisatawan mengunjungi Desa Nampar Macing benar-benar untuk melakukan tour kampung wisatawan dan belajar menjadi pengrajin dan penenun bersama masyarakat. Wisatawan dilayani dengan baik oleh masyarakat serta homestay sangat bersih dan indah," tutur Yeremias.

Yeremias mengaku selama ini wisatawan yang mengunjungi Desa Nampar Macing berasal dari negara Eropa seperti Perancis, Belanda dan Jerman. Wisatawan memilih berlama-lama menginap di homestay milik warga lantaran homestay dibangun dari kayu dan berlantai semen. Dimana bentuk homestay sangat klasik dan bangunannya tradisional.

Tak hanya itu, di Desa Nampar Macing sendiri terdapat tempat penjualan suvenir hasil kerajinan masyarakat lokal.

Dia mengaku homestay milik warga dibangun pada tahun 2015 lalu. Sebelum tahun 2018, warga Desa Nampar Macing belum memiliki jaringan listrik. Sehingga homestay hanya menyediakan lampu pelita sebagai penerang malam hari.

Pemilik homestay merasa bahagia ketika tahun 2018 lalu,jaringan listrik sudah mulai masuk kampung. Sehingga masyarakat Desa Nampar Macing tidak mengunakan lampu pelita sebagai penerang. Masalah yang dihadapi oleh pemilik homestay yaitu sering padamnya lampu PLN dan kurang bagusnya signal seluler Telkomsel pada wilayah itu.

Warga Desa Nampar Macing, Zakarias Eduardus Edi menutukan masyarakat sukses mengurus homestay lantaran didampingi oleh LSM Indecon, sebuah lembaga yang selama ini mendampingi usaha masyarakat desa wisata pada sejumlah kecamatan di Kabupaten Manggarai Barat.

Setiap tahun sekitar 300 hingga 500 orang wisatawan mancanegara mengunjungi Desa Nampar Macing. Rata-rata wisatawan menginap dihomestay milik warga selama 2 - 3 hari.

" Wisatawan berlama-lama di Desa Nampar Macing karena keunikan kampung dan keahlian masyarakat untuk bergelut menjadi pengrajin.Wisatawan merasa senang dilatih untuk menjadi pengrajin seperti menenun dan membuat topi tradisional Manggarai Barat," tutur Zakarias.

Dia mengaku yang menjadi keunikan dari Desa Nampar Macing sendiri adalah lokasi homestay rata-rata ditempat yang bagus pemandangannya. Serta homestay berada ditengah sawah.

Pada saat musim panen kemiri dan panen padi,wisatawan yang mengunjungi Desa Nampar Macing juga ikut bersama petani untuk bersama memanen kemiri dan memotong padi yang menguning. Sehingga wisatawan sangat merasahkan kehidupan masyarakat lokal yang berada di desa.

Dirinya sangat berharap agar Nampar Macing kedepannya semakin ramai dikunjungi oleh wisatawan. Apalagi masyarakat Desa Nampar Macing telah berkomitmen menjaga nama baik desa serta menghormati wisatawan yang datang berkunjung agar Nampar Macing semakin dicintai wisatawan.

Selain Nampar Macing,sSejumlah Desa lainnya di Kabupaten Manggarai Barat,seperti Desa Liang Ndara di Kecamatan Mbeliling telah memiliki homestay. Di Desa Liang Ndara, wisatawan dapat menyaksikan antraksi budaya manggarai seperti tarian caci dan tarian adat Manggarai lainnya. Wisatawan juga dapat menikmati keindahan alam yang ada di desa Liang Ndara.

Desa Liang Ndara dapat diakses oleh wisawatan dengan mudah. Untuk menuju Desa Liang Ndara, wisatawan hanya menempuh dengan 30 menit dari Labuan Bajo. Di Kampung Melo, Desa Liang Ndara, wisatawan dapat menikmati buah-buahan seperti rambutan, durian, pisang dan salak yang merupakan hasil komoditas pertanian masyarakat Desa Liang Ndara . (FP - 04).