Konten Media Partner

Warga Nggolonio, NTT, Konsumsi Air Sumur Asin Selama Bertahun-tahun

florespediaverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anak-anak di Dusun 3, Desa Ngogolonio, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo sedang menimba air sumur asin untuk kebutuhan di rumah. Foto oleh: Arkadius Togo, florespedia/kumparan.com
zoom-in-whitePerbesar
Anak-anak di Dusun 3, Desa Ngogolonio, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo sedang menimba air sumur asin untuk kebutuhan di rumah. Foto oleh: Arkadius Togo, florespedia/kumparan.com

MBAY - Kesulitan air bersih dirasakan warga Dusun 3, Desa Nggolonio, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Bertahun-tahun warga di dusun ini bertahan dengan mengandalkan air sumur yang rasanya asin dan berkapur.

Salah satu warga, Maria, mengatakan sudah bertahun-tahun warga dusun ini kesulitan air bersih dan hanya berharap dari air sumur, meski rasanya asin karena berada di lokasi yang tidak jauh dari pantai.

"Sebelum saya lahir, warga kampung ini sudah menggunakan air sumur. Mau ambil di mana lagi air bersihnya, hanya dari air sumur saja, walaupun rasa air sumurnya agak asin dan berkapur. Pokoknya, semua kebutuhan untuk memasak, untuk minum, mencuci semuanya dari sumur ini. Apalagi saat kemarau ini, airnya terus turun sehingga warga mulai antre untuk mengambil air," ujar Maria di sela-sela pendistribusian air bersih yang dilakukan oleh Polsek Urban Aesesa pada Sabtu lalu (10/8).

Maria menjelaskan tiap kemarau datang, debit air menurun sehingga banyak warga yang antre untuk mengambil air sumur. Pipa air bersih yang pernah dipasang pemerintah tidak berfungsi, sehingga warga hanya mengharapkan sumur yang mulai mengering.

Warga lainnya, Benyamin, juga mengakui kondisi ini. Banyak warga yang mengeluh terkait kondisi air yang kurang baik untuk dikonsumsi, tetapi sejauh ini tidak ada tanggapan dari pemerintah.

Maria dan Benyamin berharap pemerintah bisa lebih peduli terhadap warga yang kesulitan mendapat air bersih.

"Kalau ada uang, kami pesan air tangki. Kalau tidak ada uang, kami terpaksa minum air asin. Tetapi, mau bagaimana, Pak? Hanya air sumur yang menjadi harapan kami untuk kebutuhan air di dusun ini," ujar Benyamin.(FP-03).