Konten dari Pengguna

Wisata Alam Desa Balesari: Menyimpan Seribu Mata Air dan Cerita

Floria Auryn Raihanah

Floria Auryn Raihanah

Mahasiswi Psikologi Universitas Brawijaya

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Floria Auryn Raihanah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Wisata Alam Desa Balesari: Menyimpan Seribu Mata Air dan Cerita
zoom-in-whitePerbesar

Menelusuri keindahan alam dan spiritualitas yang menyatu di kaki Gunung Kawi

Desa Balesari di Malang menawarkan wisata alam penuh nilai spiritual dan budaya. Temukan keunikan mata air sakral yang alami dan menenangkan di kaki Gunung Kawi.

Malang, Jawa Timur – Terletak di kaki Gunung Kawi, Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, menyimpan pesona wisata alam yang masih jarang dijamah. Desa ini menawarkan serangkaian sumber mata air alami yang tak hanya menyegarkan, tetapi juga menyimpan cerita, kepercayaan, dan keindahan yang menyejukkan hati. Desa ini bukan hanya dianugerahi panorama alam yang memikat, tetapi juga sejumlah sumber mata air alami yang menyimpan cerita, kepercayaan, dan kearifan lokal. Tempat-tempat ini kini mulai dikenal sebagai destinasi wisata alternatif yang menyuguhkan ketenangan, spiritualitas, dan kesegaran alam dalam satu paket.

1. Sumber Manggis: Ketika Air Menjadi Warisan Leluhur

Dokumentasi FBD KKN 67, 2025

Salah satu ikon utama dari Desa Balesari adalah Sumber Manggis, mata air yang dianggap sakral oleh masyarakat setempat. Terletak di kawasan hutan kecil yang asri dan sejuk, Sumber Manggis diyakini sebagai tempat bertapa atau bersemedi para leluhur zaman dahulu. Airnya yang jernih dan terus mengalir tanpa henti dipercaya memiliki energi spiritual yang kuat. Warga percaya tempat ini membawa ketenangan batin, dan sering digunakan untuk ritual spiritual maupun sekadar mencari kedamaian. Tak sedikit peziarah dan masyarakat sekitar yang datang untuk memanjatkan doa, mencari ketenangan, atau sekadar membersihkan diri secara lahir dan batin. Dikelola oleh juru kunci yang menjaga nilai-nilai adat, Sumber Manggis tidak hanya menyajikan keindahan visual, tetapi juga pengalaman spiritual yang menyentuh.

2. Sumber Urip: Simbol Kehidupan yang Terus Mengalir

Dokumentasi FBD KKN 67, 2025

Tak jauh dari Sumber Manggis, terdapat Sumber Urip yang dalam Bahasa Jawa berarti “sumber kehidupan”. Sumber ini menjadi salah satu sumber air utama bagi masyarakat sekitar karena kejernihan dan debit airnya yang stabil. Namun, lebih dari sekadar kebutuhan fisik, air dari Sumber Urip diyakini membawa semangat hidup baru dan energi positif bagi siapa saja yang datang dengan hati terbuka. Lingkungannya yang tenang, dikelilingi vegetasi alami, membuat tempat ini cocok untuk wisatawan yang ingin merasakan relaksasi di alam terbuka sambil mendengarkan suara gemericik air dan nyanyian burung-burung hutan.

3. Sumber Jodoh: Antara Harapan dan Cerita yang Mengalir

Dokumentasi FBD KKN 67, 2025

Bagi mereka yang sedang menanti pasangan hidup, Sumber Jodoh menjadi tempat yang tak jarang dikunjungi. Sesuai namanya, sumber mata air ini dikaitkan dengan harapan akan pertemuan jodoh. Meski namanya terdengar unik, warga sekitar percaya bahwa mereka yang membasuh muka di sumber ini akan dimudahkan dalam urusan pasangan hidup. Sekadar mitos atau kepercayaan, tetap saja tempat ini menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan muda. Meskipun tidak ada bukti ilmiah, tradisi dan kepercayaan masyarakat lokal menyebutkan bahwa membasuh muka atau mandi di Sumber Jodoh dapat membuka hati dan mendekatkan pada belahan jiwa. Kesan mistis namun damai membuat tempat ini menjadi unik, apalagi bagi pengunjung yang tertarik dengan wisata budaya dan kepercayaan lokal.

4. Sumber Kerok Bathok (Gowong): Cekungan Alam Penuh Khasiat

Dokumentasi FBD KKN 67, 2025

Sumber Kerok Bathok, atau Sumber Gowong, merupakan mata air yang diyakini ditemukan leluhur saat membuka hutan. Nama “Gowong” berasal dari cerita tentang ular yang muncul setiap pagi dan sore hari, sementara sebutan Kerok Bathok merujuk pada penjaga sumber yang dikenal lewat wangsit. Selain sebagai sumber air, tempat ini juga sering dijadikan lokasi semedi dan dipercaya membawa kesembuhan bagi mereka yang datang.

5. Sumber Jeding (Sumber Rejeki): Aliran yang Membawa Harapan

Dokumentasi FBD KKN 67, 2025

Sumber Jeding telah ada sejak zaman dahulu dan menjadi sumber air utama bagi warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti mandi, memasak, dan keperluan rumah tangga lainnya. Tidak ada yang tahu pasti siapa penemunya, karena sejak awal keberadaannya, mata air ini memang sudah dimanfaatkan sebagai sumber kehidupan. Nama “Sumber Jeding” berasal dari fungsi utamanya sebagai tempat mandi, atau dalam istilah Jawa disebut jeding. Selain itu, mata air ini juga dikenal sebagai “Sumber Rejeki” karena airnya dianggap membawa berkah dan menjadi sumber penghidupan bagi warga sekitar.

6. Lembah Indah: Panorama Alam yang Memanjakan Jiwa

Dokumentasi FBD KKN 67, 2025

Selain sumber-sumber mata air, Desa Balesari juga menyuguhkan pemandangan alam terbuka yang luar biasa melalui kawasan yang dikenal sebagai Lembah Indah. Terletak di dataran yang dikelilingi lanskap hijau membentang, lengkap dengan udara segar, perbukitan, ladang-ladang warga, dan suara alam yang memanjakan telinga. Tempat ini sering dimanfaatkan sebagai lokasi camping, healing, maupun sekadar menikmati sunrise di antara kabut tipis lereng gunung. Lembah Indah menjadi tempat favorit bagi pecinta wisata alam dan camping.

Dari sini, pengunjung bisa menyaksikan sunrise atau kabut tipis yang menyelimuti pegunungan Kawi saat pagi hari — pengalaman visual dan emosional yang sulit dilupakan. Beberapa komunitas lokal bahkan mulai mengembangkan wisata edukasi alam dan pertanian berbasis masyarakat di kawasan ini.

Keberagaman potensi wisata di Desa Balesari merupakan kekayaan yang tak ternilai. Dengan semakin meningkatnya minat wisatawan terhadap destinasi yang menawarkan ketenangan dan keaslian, masyarakat mulai aktif mengelola potensi-potensi ini dengan prinsip pelestarian. Beberapa sumber sudah dilengkapi akses jalan, tempat bersantai, hingga penunjuk arah, meski tetap dijaga kesakralannya.

“Kami percaya bahwa alam tidak hanya untuk dinikmati, tapi juga dihormati. Itulah kenapa setiap sumber air di sini dijaga bukan hanya kebersihannya, tapi juga nilai sejarah dan spiritualnya,”

Kini, dengan semakin banyaknya minat wisatawan lokal maupun luar daerah, warga bersama pemuda desa mulai aktif mengelola dan merawat tempat-tempat ini. Harapannya, pariwisata berbasis alam dan budaya di Balesari dapat berkembang tanpa menghilangkan nilai sakral dan kelestarian lingkungan. Dengan perpaduan antara alam yang murni, nilai budaya, dan keramahan warga, Desa Balesari layak disebut sebagai permata tersembunyi di kaki Gunung Kawi tempat di mana air mengalir bersama cerita, dan keheningan menyimpan kekayaan jiwa.

#WisataBalesari #SumberManggis #SumberUrip #SumberJodoh #SumberJeding #SumberKerokBathok #LembahIndah #DesaBalesari #WisataMalang #GunungKawi