Konten dari Pengguna

Skala Richter vs Magnitudo

Fajar A Nawawi

Fajar A Nawawi

korban vonvon dan bungkus chitato

clock
comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Fajar A Nawawi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Skala Richter vs Magnitudo
zoom-in-whitePerbesar

"Gempa 8 SR Guncang Papua Nugini, Berpotensi Tsunami Berbahaya"

Contoh di atas adalah salah satu judul di portal berita online tanah air. Pemberitaan aktual mengenai gempa bumi biasanya didapat dari berbagai siaran pers baik yang dimuat BMKG atau USGS (US Geological Survey). Padahal kalau diteliti lagi tidak pernah badan-badan tersebut menggunakan istilah Skala Richter atau Richter Scale di dalam setiap rilisannya. Keduanya biasanya hanya menggunakan satuan "kekuatan" atau "M" (singkatan dari magnitude), bahkan Mw (Magnitudo Momen).

Sebenarnya apa sih Skala Richter?

Skala Richter adalah skala pertama yang dikembangkan Charles Richter (1935) untuk mengukur besaran gempa yang disebut Magnitudo Lokal (ML). Metodenya hanya mengukur simpangan amplitudo maksimum pada alat seismogram pada gempa-gempa di California. Karena keterbatasan alat saat itu, jadi skala ini cuma cocok untuk gempa lokal atau yang berjarak kurang dari 600 km dan gempa-gempa kecil. FYI, stasiun-stasiun gempa di seluruh dunia pada umumnya sudah sangat jarang menggunakan skala ini.

Skala Richter vs Magnitudo (1)
zoom-in-whitePerbesar

Metode Baru

Semenjak 1979, mulai dikenal besaran Magnitudo Momen (Mw) dan paling banyak digunakan di seluruh dunia untuk saat ini. Yang diukur dari metode ini adalah energi yang dilepaskan untuk menghasilkan gempa bumi berdasarkan luas rekahan, panjang slip dan sifat rigiditas (kekakuan) batuan. Jadi secara perhitungan sendiri lebih kompleks dibanding Skala Richter.

Sebenarnya secara umum, penggunaan istilah Skala Richter ini diibaratkan seperti pelafalan niat dalam sholat. Beberapa pendapat mengatakan niat harus dilafalkan sementara yang lainnya bahkan menganggapnya bid'ah, begitu pun kalangan akademisi menganggap Skala Richter sudah tidak relevan digunakan. Walaupun masyarakat lebih familiar menggunakan Skala Richter, tetapi sudah sewajarnya media mengedukasi masyarakat akan istilah ini (sesuai yang terulis di siaran pers juga). Di sisi lain, tentunya secara penggunaan karakter semestinya lebih hemat dibanding Skala Richter.