Jaga Kelestarian Terumbu Karang Raja Ampat, Kemenpar Bakal Bangun Mooring Buoy
·waktu baca 2 menit

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berencana untuk membangun mooring buoy atau pelampung khusus yang berfungsi sebagai titik tambat bagi kapal di perairan.
Nantinya, sebanyak 136 mooring buoy direncanakan akan dibangun di perairan Raja Ampat, guna mendukung revalidasi UNESCO Global Geopark Raja Ampat.
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana, mengatakan bahwa mooring buoy ini dibangun agar kapal bisa mengkaitkan jangkarnya di sana, dan tidak merusak terumbu karang.
"Sekarang itu banyak sekali kapal berlayar di Raja Ampat untuk diving dan berwisata, tapi jangkarnya di mana-mana. Jadi, kalau ada mooring buoy, akan menambahkan kapalnya di situ, sehingga tidak merusak terumbu karang," ujar Widiyanti, ketika ditemui kumparan di Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Rabu (20/5).
Lebih lanjut, Widiyanti juga mengungkapkan bahwa Kementerian Pariwisata juga akan mengembangkan pengelolaan limbah di homestay-homestay yang ada di pulau lain. Salah satunya adalah dengan tegas melarang kapal membuang sampah di tengah laut.
"Kita harus tegas bahwa kapal tidak boleh membuang sampah di tengah laut dan juga daerah-daerah sekitarnya. Mungkin kita harus pasang jaring di muara sungai, agar sampah-sampah dari darat tidak masuk ke laut," lanjutnya.
Untuk itu kata Widiyanti, diperlukan usaha yang luar biasa dan biaya operasional yang tidak sedikit, sehingga di-strategikan bersama.
"Jadi, ini perlu di-strategikan bersama, karena sampah kan isu nasional sekarang. Kita mendata dan mudah-mudahan ke depan kita bisa membangun pariwisata di Raja Ampat," pungkasnya.
