Petualangan Rasa Lintas Sumatera di Festival Kuliner Serpong 2026

Summarecon Mall Serpong (SMS) tahun ini kembali menghadirkan Festival Kuliner Serpong (FKS) pada 13 Agustus sampai 13 September 2026. Pada penyelenggaraan ke-14, tahun ini FKS mengangkat tema “Satu Jalur Seribu Rasa – Lintas Sumatera” yang menyajikan sajian autentik dari Aceh, Medan, Padang, Palembang, hingga Lampung.
Tema kuliner Sumatera dipilih lantaran SMS pengin mengajak masyarakat untuk lebih mengenal dan mencintai kekayaan masakan Indonesia yang penuh akan cita rasa rempah khas. Tak hanya itu, di balik event ini FKS juga terselenggara untuk mendorong pertumbuhan UMKM kuliner, dengan menyediakan ruang antara pelaku usaha dan konsumen.
"Dalam penyelenggaraan kali ini, kami memberikan label 'Autentik' kepada 13 tenant yang menyajikan menu khas dan berasal langsung dari daerah asalnya di Sumatera. Memasuki penyelenggaraan ke-14, kami berharap FKS tidak hanya menjadi festival yang menghadirkan beragam cita rasa, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan yang mempertemukan pelaku kuliner dengan masyarakat, sekaligus membuka ruang tumbuh bagi UKM yang memiliki semangat yang sama untuk menjaga dan melestarikan kekayaan kuliner Tanah Air,” ujar Finnah Ngadio, Center Director Summarecon Mall Serpong.
Pada Sabtu (29/8) lalu, kumparan berkesempatan untuk menjelajah rasa Sumatera langsung di FKS 2026. Kami dibuat penasaran dengan deretan menu khas Sumatera yang jarang bisa ditemui di Jakarta.
Misalnya saja, kami dapat mencicipi langsung keunikan Teh Talua Malimpah Mak Datuak yang baru pertama kali berjualan dari luar tempat asalnya, yakni Padang. Teh talua adalah minuman khas Sumatera Barat yang memadukan keunikan rasa pekat, sepat khas teh dengan telur bebek. Menariknya, teh talua ini tak memiliki rasa amis sama sekali, kok bisa?
Rupanya, menurut Syaiful, Operational Manager Teh Talua Malimpah Mak Datuak mengatakan kepada kumparan, "Kami khusus menggunakan telur bebek yang kemudian dikocok dengan gula hingga seperti foam. Kami menggunakan teh asli Padang yang dominan kental dan pekat. Yang membedakan kami menyajikan teh talua dengan rasa kekinian sehingga dapat dinikmati oleh semua generasi."
Yup, ketika kumparan coba, aroma khas telur memang masih tercium, namun saat diseruput, rasa amis telur tersebut tak berasa sama sekali. Teh dengan rasa khas yang sepat, menyamarkan rasa amis khas telur, ditambah paduan gula, kental manis, serta taburan bubuk Milo di atasnya, membuat rasa telur tak tercecap sama sekali.
Minuman unik yang dipercaya menawarkan banyak manfaat kesehatan ini, paling enak dinikmati dingin sehingga terasa lebih menyegarkan.
Teh talua ala Mak Datuak juga menawarkan ragam manfaat sesuai dengan varian, semisal kata Syaiful, mereka memiliki varin teh talua pinang muda. Syaiful menjelaskan, minuman teh talua original yang kemudian dipadukan dengan buah pinang mudah asli. Minuman ini biasanya dikonsumsi laki-laki karena dapat menambah stamina terutama bagi yang pekerja keras.
Tak hanya Teh Talua Mak Datuak, kami juga dimanjakan dengan camilan-camilan khas ranah Minang di booth Christine Hakim. Ya, rumah produksi keripik balado khas Padang ini juga hadir di FKS. Tak hanya membawa produk camilan favorit mereka, menurut Manager Operasional Christine Hakim, Amanda, di booth brand camilan yang sudah ada sejak 1994 ini, pengunjung juga bisa menemukan aneka bumbu masakan hingga makanan Padang, seperti rendang serta dendeng balado.
Amanda menjelaskan antusiasme pengunjung cukup ramai. "Selama tiga minggu ini lumayanlah, ya masih menjadi favorit ya keripik baladonya," ungkapnya kepada kumparan.
Terlebih cita rasa keripik balado Christine Hakim telah terbukti berpuluh-puluh tahun membuat ketagihan siapa pun yang mencobanya. Paduan manis, gurih, pedas, dengan aroma rempah cabai dan bawang yang khas, membuat cita rasa keripiknya lebih menggugah selera. Keripik singkongnya juga renyah.
Usai mencicipi ragam camilan, kami menyegarkan diri dengan mencoba Es Kacang Merah Asuk Koboy asli Palembang. Di kota asalnya, es kacang merah termasuk salah satu pionir yang sudah melegenda sejak 1989.
Irianto, generasi kedua yang kini turut mengurus bisnis keluarga Es Kacang Merah Asuk Koboy, mengatakan bahwa awalnya usaha ini dijalankan oleh bapaknya, Arifin Tjan atau Asuk Koboy.
"Awalnya papa yang jualan pakai gerobak keliling-keliling jualan ke rumah-rumah. Terus karena papa keturunan Chinese di Palembang itu dipanggilnya 'Asuk', terus dia suka pakai topi koboi, jadi dipanggik 'Asuk Koboy'," kisahnya kepada kumparan.
Lebih lanjut, Irianto mengatakan, resep es kacang merah yang diturunkan papanya menjadi pembeda utama. "Kami kurang lebih sekali produksi 25 kilogram kacang merah kalau di Palembang, kalau di Jakarta paling 10 kilogram. Kacang merahnya itu diproses lama dulu bisa dua sampai tiga hari kita masaknya, makanya kacang merah kami itu sangat empuk dan lembut, itu yang bikin kita beda," tambahnya.
Benar saja, saat kami coba, kacang merah dalam es manis nan gurih ini, terasa sangat lembut dan empuk, nyaris seperti pasta namun masih ada tekstur khas. Kacang merahnya juga besar-besar, sehingga lebih terasa.
Selain es kacang merah, di booth ini juga menjual es cendol, hingga es kacang merah dengan pilihan enam topping yang bebas bisa pengunjung padu-padankan.
Tak hanya yang kami coba, ada berbagai kuliner Sumatera lain yang tak kalah menarik untuk dicoba seperti Bakso Son Haji Sony dan Mie Koga, Pempek Beringin Palembang sejak 1970, Mie Celor 26 Ilir H. M. Syafei Z, Bakmi Aloi, Martabak & Roti Cane Kubang Hayuda, Nasi Goreng & Mie Goreng Kubang Hayuda, Sate Mak Syukur Padang Pandjang dari Padang.
Tidak ketinggalan pilihan kuliner dari Medan seperti Kede Cesku, Mie Keriting Siantar Alai, dan Martabak Piring Medan Bang Naga. Melengkapi pilihan makanan dari Aceh juga hadir Mie Aceh Seulawah.
Hiburan dan Program Menarik di FKS 2026
Usai puas kulineran, pengunjung juga bisa menikmati berbagai hiburan serta mengikuti program menarik yang dapat menambah keseruan selama beraktivitas di FKS 2026.
Mulai dari berbagai representasi ikon daerah, mulai dari miniatur landmark seperti Jam Gadang, rumah adat, hingga dekorasi 3D tipografi yang memperkuat karakter visual masing-masing daerah.
Festival Kuliner Serpong 2026 juga turut menyuguhkan berbagai hiburan seperti penampilan musisi ternama Tanah Air, seperti Rany Simbolon (5 September 2026), serta Barasuara (13 September 2026) yang akan menutup rangkaian FKS 2026.
Keseruan festival semakin lengkap dengan hiburan dari komunitas dan institusi pendidikan, mulai dari tari tradisional dan parade budaya, eating & cooking competition dari Yuk Makan, penampilan Rhapsody Music Center, hingga live music yang hadir sepanjang periode festival.
Sebagai bentuk apresiasi kepada pengunjung, Summarecon Mall Serpong menghadirkan dua program selama FKS 2026, yaitu “Satu Jalur Seribu Hadiah” dan “Satu Jalur Seribu Momen”. Melalui pengumpulan stamp transaksi, pengunjung berkesempatan mendapatkan voucher makan hingga hadiah utama berupa 10 logam emas masing-masing seberat 0,5 gram.
