Konten dari Pengguna

Kopi Amungme, Produk Berharga dari Tanah Papua

Fransiska Monika

Fransiska Monika

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Fransiska Monika tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi biji kopi. (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi biji kopi. (Foto: Pixabay)

Kopi Papua pada umumnya merupakan jenis arabika dan kopi organik dengan kualitas terbaik. Hal ini disebabkan oleh tanah Papua yang tergolong masih sangat subur. Bahkan beberapa pegiat kopi menyamakan kopi Papua dengan biji kopi Jamaica Blue Mountain, kopi arabika premium yang ditanam di daerah Blue Mountain di Jamaica.

Terdapat dua daerah utama penghasil kopi di Papua yakni Lembah Baliem (di tengah dataran tinggi Jayawiyaja) dan Lembah Kamu (di daerah Nabire). Kedua wilayah tersebut berada di ketinggian antara 1400 hingga 2000 meter di atas permukaan laut yang merupakan kondisi ideal untuk produksi arabika, sehingga kopi yang dihasilkan bebas polusi dan bebas hama.

Kondisi ini menghasilkan kopi arabika yang ditanam di area puncak pegunungan Jayawijaya memiliki kadar asam yang mendekati nol dan kafein yang rendah, sehingga dapat dikonsumsi oleh semua orang.

Kopi Amungme

Salah satu kopi Papua yang terkenal dengan cita rasa kuat adalah kopi yang dibudidayakan oleh suku Amungme di Kabupaten Mimika, Papua, Indonesia. Bubuk kopi ini dikenal dengan cita rasanya yang khas dan nikmat.

Biji kopi eksklusif ini tumbuh di empat lembah dataran tinggi di Papua, yaitu lembah Hoea, Tsinga, Opitawak, dan Aroanop. Kopi ini tumbuh dari varietas khusus kopi arabika yang telah dikembangkan di dataran tinggi Papua selama puluhan tahun. Tanaman kopi ini di kembangkan secara organik dengan tanaman bernitrogen serta material alami hutan seperti kompos dan multus.

Amungme merupakan kombinasi dari dua kata, "Amung" berarti pertama dan "Mee" berarti manusia. Oleh karena itu, Amungme secara harfiah berarti Manusia Pertama.

Masyarakat Amungme melakukan semua proses pengolahan kopi secara manual mulai dari panen hingga ke pengeringan. Setelah itu, proses penggilingan akan dilakukan di Timika.

Karena letak penanaman kopi yang sulit dijangkau, sehingga saat panen tiba, biji kopi diangkut dengan menggunakan helikopter. Hal ini membuat kopi Amungme menjadi salah satu kopi yang tergolong mahal dibandingkan dengan kopi dari daerah lain yang menggunakan moda transportasi darat.

Kopi tersebut pun diekspor ke beberapa negara Eropa bahkan Amerika, namun masyarakat Indonesia banyak yang belum mengetahui kehebatan kopi yang memiliki kandungan antioksidan 10 kali dari buah lemon dan digunakan sebagai obat beberapa penyakit di Amerika, seperti kanker payudara dan vertigo. Kafein yang didapat dari kopi di dataran tinggi papua merupakan pencegah kanker payudara terbaik.

Salah satu perusahaan kopi kelas dunia, telah melirik kopi Amungme untuk dijadikan salah satu produk andalannya. Hanya saja karena produksi kopi ini masih terbatas, maka keinginan tersebut ditunda.

Bagi kalian penikmat kopi yang belum mengenal kopi asal Papua ini, tidak ada salahnya mencoba jenis baru kopi hasil kekayaan alam dari timur Indonesia. (cSa)