Konten dari Pengguna

Rekrutmen SDM dan Pentingnya Perencanaan Kebutuhan Tenaga Kerja

Frastian Aji Krisdianto

Frastian Aji Krisdianto

Mahasiswa universitas pamulang

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Frastian Aji Krisdianto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

https://www.pexels.com/id-id/foto/orang-orang-masyarakat-rakyat-manusia-7988215/
zoom-in-whitePerbesar
https://www.pexels.com/id-id/foto/orang-orang-masyarakat-rakyat-manusia-7988215/
https://www.pexels.com/id-id/foto/duduk-kandidat-pengerahan-pencarian-pekerjaan-5439143/
zoom-in-whitePerbesar
https://www.pexels.com/id-id/foto/duduk-kandidat-pengerahan-pencarian-pekerjaan-5439143/

Rekrutmen SDM merupakan langkah penting ketika perusahaan membutuhkan tenaga kerja baru. Namun, menurut saya, perusahaan seharusnya tidak langsung melakukan rekrutmen sebelum mengetahui kebutuhan sumber daya manusia yang sebenarnya. Perusahaan perlu memahami pekerjaan apa yang membutuhkan tenaga kerja, berapa jumlah orang yang diperlukan, dan kemampuan apa yang harus dimiliki. Dengan begitu, rekrutmen tidak dilakukan hanya karena ada posisi kosong, tetapi berdasarkan kebutuhan organisasi.

Pentingnya Rekrutmen SDM dalam Perencanaan Tenaga Kerja

Perencanaan sumber daya manusia menjadi bagian penting sebelum perusahaan menentukan keputusan rekrutmen. Perusahaan perlu memperkirakan kebutuhan tenaga kerja, baik dari sisi jumlah maupun kualitas. Jika kebutuhan tersebut sudah diketahui, perusahaan akan lebih mudah menentukan kriteria calon karyawan yang dibutuhkan. Sebaliknya, jika rekrutmen dilakukan tanpa perencanaan yang jelas, perusahaan dapat mengalami kelebihan tenaga kerja atau justru kekurangan tenaga kerja pada posisi tertentu.

Menurut saya, kebutuhan rekrutmen juga harus dikaitkan dengan tujuan perusahaan. Materi perencanaan sumber daya manusia menjelaskan bahwa kebutuhan menjadi salah satu dasar utama dalam melakukan rekrutmen. Kebutuhan tersebut dapat berkaitan dengan pencapaian tujuan organisasi, perkembangan perusahaan, keuntungan, maupun upaya memenangkan persaingan. Artinya, karyawan yang direkrut seharusnya memiliki kemampuan yang dapat memberikan manfaat bagi perkembangan organisasi.

Hal tersebut didukung oleh penelitian Marhaeni (2019) mengenai analisis pekerjaan dan perencanaan sumber daya manusia terhadap metode rekrutmen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis pekerjaan dan perencanaan sumber daya manusia berpengaruh terhadap metode rekrutmen. Temuan tersebut menunjukkan bahwa perusahaan perlu memahami pekerjaan dan kebutuhan tenaga kerja terlebih dahulu agar metode rekrutmen yang digunakan dapat disesuaikan dengan posisi yang akan diisi.

Menurut saya, menentukan kebutuhan tenaga kerja bukan hanya kegiatan administratif. Perusahaan perlu memahami pekerjaan yang akan dilakukan sebelum menentukan siapa yang akan direkrut. Setelah kebutuhan dan kualifikasi ditentukan, perusahaan dapat mencari kandidat melalui sumber yang sesuai dan melanjutkannya dengan proses seleksi. Dengan cara ini, keputusan rekrutmen memiliki dasar yang lebih jelas dan tidak hanya bergantung pada banyaknya pelamar.

Perencanaan yang baik juga dapat membantu perusahaan menghadapi perubahan kebutuhan tenaga kerja. Kondisi bisnis dapat berubah sehingga jumlah dan kemampuan tenaga kerja yang dibutuhkan saat ini belum tentu sama dengan kebutuhan di masa mendatang. Karena itu, perusahaan perlu melakukan perencanaan secara berkala agar keputusan mengenai rekrutmen tetap sesuai dengan perkembangan organisasi. Rekrutmen bukan hanya kegiatan mencari orang, tetapi bagian dari upaya perusahaan menyediakan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhannya.

Pada akhirnya, rekrutmen yang baik seharusnya dimulai dari pertanyaan sederhana: tenaga kerja seperti apa yang sebenarnya dibutuhkan perusahaan? Setelah pertanyaan tersebut terjawab, perusahaan dapat menentukan jumlah tenaga kerja, kualifikasi, sumber kandidat, dan metode seleksi yang sesuai. Menurut saya, semakin jelas kebutuhan sumber daya manusia yang direncanakan sejak awal, semakin besar peluang perusahaan mendapatkan karyawan yang tepat dan mendukung pencapaian tujuan organisasi.