Konten dari Pengguna

Banyak Siswa SMK Jago Jualan, Tapi Belum Paham Catatan Keuangan

Friska Ayu Novitasari
Saya mahasiswa Universitas pamulang Dari Fakultas ekonomi dan bisnis program study Akuntansi
11 Januari 2026 6:00 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Banyak Siswa SMK Jago Jualan, Tapi Belum Paham Catatan Keuangan
Banyak siswa SMK sudah aktif memasarkan produk melalui media sosial, namun belum memahami pencatatan keuangan usaha secara sederhana. Melalui edukasi literasi keuangan dan digital marketing, mahasiswa
Friska Ayu Novitasari
Tulisan dari Friska Ayu Novitasari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Mahasiswa unpam bersama dengan siswa SMK Teuku Umar Pondok Aren
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa unpam bersama dengan siswa SMK Teuku Umar Pondok Aren
ADVERTISEMENT
Tangerang Selatan – Kemampuan berjualan melalui media sosial kini semakin umum di kalangan siswa SMK. Namun, tidak sedikit dari mereka yang belum memahami cara mencatat keuangan usaha secara sederhana. Kondisi ini menjadi salah satu tantangan yang masih sering ditemui di sekolah kejuruan, khususnya pada jurusan yang berkaitan dengan bisnis dan pemasaran.
ADVERTISEMENT
Fenomena tersebut terlihat pada siswa SMK Teuku Umar Pondok Aren, Tangerang Selatan. Meski terbiasa memasarkan produk melalui Instagram, TikTok, atau WhatsApp, sebagian siswa belum terbiasa memisahkan uang pribadi dan uang usaha, serta belum memahami pencatatan kas masuk dan kas keluar.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi Universitas Pamulang (UNPAM) mengadakan kegiatan edukasi literasi keuangan dan digital marketing bagi siswa jurusan Bisnis Daring dan Pemasaran (BDP).

Literasi Keuangan Masih Jadi Tantangan Generasi Muda

Dalam sesi literasi keuangan, siswa diperkenalkan pada konsep dasar pencatatan keuangan sederhana. Materi difokuskan pada hal-hal praktis seperti mencatat pemasukan dan pengeluaran, memahami perbedaan pendapatan dan beban, serta mengenal persamaan dasar akuntansi (Harta = Utang + Modal).
ADVERTISEMENT
Pendekatan yang digunakan bersifat aplikatif dan disesuaikan dengan aktivitas sehari-hari siswa. Tujuannya agar siswa menyadari bahwa pencatatan keuangan bukan hanya kebutuhan perusahaan besar, tetapi juga penting bagi usaha kecil dan kegiatan wirausaha pelajar.
Pemahaman literasi keuangan sejak dini dinilai penting agar siswa tidak hanya mampu menjual produk, tetapi juga mampu mengelola keuangan usaha secara sehat dan berkelanjutan.

Media Sosial Efektif, Tapi Perlu Strategi

Selain literasi keuangan, siswa juga mendapatkan materi mengenai pemanfaatan media sosial sebagai sarana digital marketing. Mahasiswa UNPAM menjelaskan bahwa penggunaan media sosial tidak cukup hanya dengan mengunggah foto produk, tetapi perlu strategi agar promosi lebih efektif.
Materi yang diberikan meliputi konsep reach, engagement, dan conversion, pembuatan konten visual yang menarik, penggunaan hashtag yang relevan, penentuan waktu unggah, serta teknik penulisan caption persuasif dengan pendekatan Hook–Value–Call to Action (CTA).
ADVERTISEMENT
Siswa juga diajak mengenali kesalahan umum dalam pemasaran digital, seperti tidak mencantumkan harga, foto produk kurang jelas, serta kurang responsif terhadap calon pembeli.

Sinergi Kampus dan Sekolah

Kegiatan ini menjadi bagian dari sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah kejuruan dalam menyiapkan generasi muda yang siap kerja dan siap berwirausaha. Melalui kegiatan ini, mahasiswa juga mendapatkan pengalaman langsung dalam mengaplikasikan ilmu akuntansi dan pemasaran digital di masyarakat.
Pihak sekolah menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini, terutama bagi siswa jurusan Bisnis Daring dan Pemasaran.

Dorong Jiwa Wirausaha Sejak Bangku Sekolah

Melalui edukasi literasi keuangan dan digital marketing ini, siswa diharapkan tidak hanya terampil memasarkan produk, tetapi juga memiliki kesadaran akan pentingnya pengelolaan keuangan yang baik. Dengan begitu, usaha yang dijalankan dapat berkembang secara lebih terarah dan berkelanjutan.
ADVERTISEMENT
Kegiatan ditutup dengan diskusi interaktif dan sesi tanya jawab, di mana siswa aktif menyampaikan pengalaman serta kendala yang mereka hadapi dalam menjalankan usaha kecil di lingkungan sekolah.
Penulis: Tim PKM Universitas Pamulang