Merawat Bumi, Menjaga Masa Depan: Refleksi Hari Bumi 2025

Saya mahasiswa Universitas pamulang Dari Fakultas ekonomi dan bisnis program study Akuntansi
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Friska Ayu Novitasari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap tanggal 22 April, dunia memperingati hari bumi sebagai momen penting untuk mengingatkan manusia akan tanggung jawabnya terhadap lingkungan. Pada tahun 2025, Hari Bumi mengusung tema Our Planet, Our Power, yang menekankan bahwa kekuatan kolektif kita dapat membawa perubahan nyata dalam menjaga kelestarian bumi.
Pesan ini mengajak semua lapisan masyarakat untuk terlibat aktif dalam menghadapi tantangan lingkungan. Hal ini juga ditegaskan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dimana Sekretaris Jenderal Antonio Guterres mengingatkan bahwa pemanasan global semakin memburuk akibat emisi dari bahan bakar fosil. Ia menegaskan perlunya transisi menuju energi bersih seperti tenaga surya dan angin agar masa depan bumi tetap layak huni.
Di Indonesia, berbagai kegiatan dilakukan untuk mendukung kampanye ini. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, misalnya, mengadakan aksi tanam mangrove di Bali. Tanaman mangrove bukan hanya menjaga garis pantai dari abrasi, tetapi juga menyerap karbon dioksida yang berlebih di atmosfer.
Tak hanya pemerintah, Lembaga seperti Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga hutan tropis. Hutan adalah rumah bagi banyak spesies, termasuk orangutan yang perannya vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Menjaga hutan berarti menjaga kehidupan.
Langkah-langkah kecil pun bisa menjadi bagian dari perubahan besar. Memilah sampah, serta menanam dan merawat pohon di lingkungan sekitar adalah wujud nyata cinta terhadap bumi. Semakin dini kita menanamkan kesadaran ini, terutama kepada anak-anak dan remaja, semakin besar harapan kita untuk masa depan yang lebih bersih dan sehat.
