Konten dari Pengguna

Menjadi Penulis: Manfaat dan Tujuan yang Lebih Mendalam

Friska Fitriani

Friska Fitriani

Mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Friska Fitriani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto oleh Pixabay: https://www.pexels.com/id-id/foto/pulpen-coklat-dan-hitam-di-atas-kertas-putih-356407/
zoom-in-whitePerbesar
Foto oleh Pixabay: https://www.pexels.com/id-id/foto/pulpen-coklat-dan-hitam-di-atas-kertas-putih-356407/

Dalam era ini, profesi menjadi seorang penulis menjadi impian bagi banyak orang, dan bukan tanpa alasan. Menulis memiliki sejumlah manfaat, baik bagi penulis sendiri maupun bagi orang lain. Selain itu, menulis juga membantu membangun pola pikir kritis dan sikap tegas dalam menyikapi informasi (An’ars et al., 2022).

Dengan perkembangan teknologi yang pesat, peluang untuk menjadi seorang penulis semakin terbuka lebar. Aktivitas menulis dapat dimulai melalui berbagai platform, blog, atau media sosial yang tersedia. Penerbit dan perusahaan penerbitan juga mulai mengubah pendekatan mereka dengan lebih aktif mencari penulis melalui platform media sosial. Banyak penulis sukses yang lahir dari platform-platform ini, dan karya mereka tidak hanya dibukukan tetapi juga diadaptasi menjadi format audio visual seperti film atau serial.

Namun, penting untuk menyadari bahwa ketika memulai perjalanan menulis, tujuan utamanya bukan hanya sebatas mencari keuntungan finansial atau popularitas. Ada beberapa tujuan yang lebih mendasar dalam menulis, yaitu memberikan manfaat, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Beberapa manfaat dari menulis antara lain:

1. Menginspirasi Orang Lain

Menjadi seorang penulis memberikan kesempatan untuk memberikan motivasi dan inspirasi kepada orang lain. Dengan tekad dan keyakinan, seorang penulis dapat menjadi pendorong perubahan positif dalam kehidupan orang lain atau bahkan dirinya sendiri. Berbagi pengalaman dan pemikiran melalui tulisan dapat menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang (Annisa, 2023).

https://images.pexels.com/photos/838413/pexels-photo-838413.jpeg?auto=compress&cs=tinysrgb&w=1260&h=750&dpr=2

2. Sarana Berdakwah

Bagi sebagian orang, menulis bukan hanya hobi atau mata pencaharian, tetapi juga sarana untuk berdakwah dan menyebarkan kebaikan. Niat tulus menjadi kunci utama dalam menjadikan menulis sebagai ibadah. Tulisan dapat menjadi medium dakwah yang efektif, membawa pesan positif tanpa harus berada di atas mimbar. Menulis memungkinkan penulis untuk memasukkan nilai-nilai dakwah ke dalam tulisan mereka secara terselubung, menciptakan dampak positif tanpa harus melakukan perjalanan fisik.

3. Sumber Pahala

Menulis dapat dianggap sebagai bentuk amal yang sering terabaikan sebagai sumber pahala. Setiap tulisan memiliki potensi besar untuk menyebarkan ilmu, menginspirasi, dan memberikan manfaat bagi pembaca. Dengan menulis dengan niat tulus untuk berbagi ilmu dan memberikan manfaat, setiap tulisan dapat menjadi amal yang terus mengalir pahalanya, terutama jika bermanfaat bagi generasi yang akan datang.

4. Memperluas Pertemanan

Menulis tidak hanya aktifitas kreatif, tetapi juga cara efektif untuk memperluas pertemanan. Saat penulis menuangkan pemikiran, pengalaman, dan ide dalam tulisan, mereka memberikan peluang kepada orang lain untuk memahami lebih dalam tentang diri mereka. Tulisan menjadi jendela yang membuka kesempatan untuk menjalin hubungan dengan orang-orang baru, terutama di era digital yang terkoneksi erat. Menulis di berbagai platform, terutama media sosial, dapat menjadi cara efektif untuk bertukar pikiran, mendiskusikan topik yang disukai, dan menemukan komunitas dengan minat yang serupa.

Dengan menjelajahi dunia tulisan, kita tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun jembatan menuju pertemanan yang lebih luas dan beragam.

https://www.istockphoto.com/id/foto/mereka-membuat-pertemuan-terlihat-menyenangkan-gm609705202-104472345

Kesimpulan

Selain manfaat yang telah disebutkan, ada pula manfaat tambahan, yaitu mendapatkan materi (penghasilan) dan popularitas (keberhasilan menjadi terkenal). Meskipun demikian, disarankan agar hal ini tidak dijadikan tujuan utama, melainkan sebagai bonus. Fokus utama sebaiknya tetap pada tujuan lebih mendasar, yaitu memberikan manfaat melalui tulisan. Dengan demikian, setiap penulis dapat memastikan bahwa perjalanan menulisnya tetap bermakna dan memenuhi tujuan yang sejati.

Daftar Pustaka

An’ars, M. G., Wahyudi, A. D., Hendrastuty, N., Damayanti, D., Hutagalung, S., & Mahendra, A. (2022). Pelatihan Menulis Opini Bagi Siswa Di Smk Negeri 2 Metro. Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS), 3(2), 331. https://doi.org/10.33365/jsstcs.v3i2.2235

Annisa, sisma fianni. (2023). 67 Kata-Kata Semangat untuk Diri Sendiri. Lifestyle. https://katadata.co.id/agung/lifestyle/657a7d4292503/67-kata-kata-semangat-untuk-diri-sendiri