Cegah Mastitis Subklinis, Mahasiswa IPB Dampingi Peternak di Pudak Wetan

Kelompok KKN-T IPB University yang beranggotakan 8 mahasiswa di Desa Pudak Wetan, Ponorogo.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari KKN-T Inovasi IPB PONOROGOKAB08 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam rangka pelaksanaan KKN-T Inovasi IPB 2025, kelompok PONOROGOKAB08 telah berhasil menyelenggarakan program CERMAT: Cegah Mastitis dengan Sanitasi Tepat. Program ini dilaksanakan di Desa Pudak Wetan, Ponorogo, yang dikenal sebagai salah satu sentra penghasil susu sapi perah dengan tujuan meningkatkan pengetahuan serta kesadaran peternak terkait mastitis subklinis pada sapi perah guna menjaga mutu dan produktivitas susu.
Mastitis subklinis adalah penyakit pada sapi perah yang sering tidak terlihat gejalanya, namun berdampak besar pada penurunan kualitas dan jumlah susu. Kondisi ini kerap merugikan peternak jika tidak dicegah sejak awal. Melihat pentingnya menjaga kesehatan sapi dan mutu susu, mahasiswa melalui program CERMAT hadir untuk mengenalkan cara pencegahan mastitis dengan sanitasi yang tepat dan mudah diterapkan oleh peternak di Desa Pudak Wetan.
Program CERMAT dilaksanakan secara langsung dan interaktif bersama para peternak melalui pendampingan penerapan higiene dan sanitasi pada proses pemerahan susu menggunakan teat dipper dan antiseptik, serta pemeriksaan kondisi ambing sebelum dan sesudah diterapkan higiene dan sanitasi pemerahan. Selain itu, pemasangan poster edukasi mengenai pencegahan mastitis subklinis di beberapa pengumpul susu serta kandang ternak juga dilakukan untuk meningkatkan kesadaran peternak akan gejala dan pencegahan mastitis subklinis pada sapi perah.
Pelaksanaan program ini didukung dengan penggunaan bahan dan alat penunjang yang memadai, antara lain antiseptik, teat dipper, Reagen IPB-1 Mastitis Test hasil inovasi Laboratorium Kesmavet SKHB IPB, serta paddle yang difasilitasi oleh Centras LPPM IPB University. Keberadaan sarana tersebut menjadikan program dapat berjalan dengan efektif, lancar, dan terukur. Program ini berhasil meningkatkan pengetahuan peternak melalui edukasi dan deteksi mastitis subklinis, penerapan higiene sanitasi pemerahan ternak, serta penurunan angka sapi perah yang terdeteksi mastitis subklinis.
Dengan demikian, program CERMAT tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek berupa peningkatan kesadaran peternak, tetapi juga menekankan pentingnya kesehatan hewan ternak sebagai fondasi utama produktivitas. Lebih jauh, program ini berpotensi mendukung keberlanjutan usaha peternakan sapi perah di Desa Pudak Wetan melalui peningkatan mutu dan keamanan susu yang dihasilkan. Peningkatan mutu susu yang dihasilkan diharapkan dapat memberikan nilai tambah ekonomi dan menjaga kesejahteraan peternak dalam jangka panjang.
