Peta Produktivitas Sapi Perah: Jejak Peternakan dan Cooling Susu di Pudak Wetan

Kelompok KKN-T IPB University yang beranggotakan 8 mahasiswa di Desa Pudak Wetan, Ponorogo.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari KKN-T Inovasi IPB PONOROGOKAB08 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Desa Pudak Wetan dengan sekitar 95% penduduk yang bekerja sebagai peternak, merupakan salah satu daerah penghasil susu sapi terbesar di Jawa Timur. Susu sapi yang dihasilkan di Desa Pudak Wetan memiliki kualitas yang baik dan dipasok melalui kelompok pengumpul susu (cooling) yang telah bermitra dengan berbagai industri susu seperti Nestlé, Indolakto, Ultrajaya, dan Diamond.
Pada tahun 2022, wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) merambah sampai ke beberapa wilayah di Ponorogo, salah satunya Desa Pudak Wetan. Wabah tersebut berdampak langsung terhadap produktivitas sapi perah di Desa Pudak Wetan, yang ditandai dengan menurunnya jumlah susu yang dihasilkan oleh para peternak.
Melalui kunjungan dan survei kepada kelompok pengumpul susu atau cooling di Desa Pudak Wetan, kelompok KKN-T IPB PONOROGOKAB08 memperoleh data terkait produktivitas sapi perah di masing-masing cooling, sekaligus melakukan pemetaan berdasarkan data tersebut. Cooling tersebut meliputi UD. Triwiyono, UD. Mulya Abadi Pandansari, PT. Pudak Agung Sejahtera, PT. Pandansari Agung Sejahtera, PT. Ngelo Agung Sejahtera, UD. Sumber Susu Halalan Thayyiban, dan UD. Saputra Jaya.
Program tersebut dinamakan Sistem Analisis dan Pemetaan Informasi Komoditas Unggulan (SAPIKU) yang bertujuan untuk melakukan branding terhadap tingkat produktivitas dan jumlah sapi perah, serta persebaran lokasi peternak sapi perah di Desa Pudak Wetan. Seluruh informasi tersebut akan disajikan dalam bentuk berita publikasi guna memperkenalkan potensi desa kepada masyarakat luas.
Berdasarkan Peta Persebaran Peternakan dan Cooling Susu serta Produktivitas Sapi Perah Desa Pudak Wetan, Kec. Pudak. Kab. Ponorogo 2025, tingkat produksi susu sapi perah dikategorikan tinggi. Hal tersebut ditunjukkan oleh banyaknya keberadaan titik merah sebagai legenda pada peta yang merepresentasikan produksi susu sebesar 45–180 liter per hari. Jumlah produksi susu sapi di Desa Pudak Wetan dipengaruhi oleh jumlah sapi ternak yang dimiliki oleh setiap peternak dimana rata-rata setiap satu ekor sapi dapat menghasilkan hingga 15 liter susu per-harinya.
Berdasarkan hasil sampling, salah satu dusun dengan jumlah produksi susu yang tinggi adalah Dusun Ngelo, yang memiliki 9 peternak terdaftar dengan jumlah produksi susu sapi perah antara 45 hingga 180 liter per hari. Sementara itu, terdapat cooling dengan produksi susu terbesar di Desa Pudak Wetan, yaitu UD Mulya Abadi sebesar ± 11.000 liter per hari.
"Setiap harinya, terkumpul sekitar 11.000 liter susu yang kemudian disetor ke PT Nestlé Indonesia dan PT Ultra Jaya. Untuk setiap liternya, peternak menerima harga sebesar Rp7.700," Ungkap Syamsul, pemilik UD Mulya Abadi di Dusun Ngelo.
Tidak hanya itu, tingkat produksi susu sapi perah pada setiap cooling yang berada di Desa Pudak Wetan tergolong tinggi, yakni berkisar antara 300 hingga 11.000 liter per hari. Angka tersebut menunjukkan bahwa Desa Pudak Wetan tidak hanya memiliki banyak peternak aktif, tetapi juga sistem distribusi dan pengumpulan susu yang berjalan secara efisien. Besarnya volume susu yang masuk ke cooling setiap hari menunjukkan tingginya kapasitas produksi para peternak serta adanya pelayanan pendukung yang memadai, terutama dari mitra industri. Hal ini menunjukkan bahwa Desa Pudak Wetan memiliki posisi strategis sebagai salah satu sentra produksi susu sapi perah di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
