Pemdes Karangbendo Dukung KKN Kolaboratif 93 Inovasi Teh Terapi Gula Darah

Mahasiswa keperawatan Universitas Jember
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Futuwwah Sotya Cahyani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lumajang - 9 Agustus 2025, Kepala Desa Karangbendo Bapak Muniri menerima kunjungan Mahasiswa KKN Kolaboratif 93 yang terdiri atas sebelas anggota asal Universitas Jember (UNEJ), Universitas Islam Negeri Kiai Haji Akhmad Siddiq (UINKHAS), dan Universitas Lumajang (UNILU) bertempat di kantor desa setempat. Dalam kesempatan tersebut turut hadir Bapak Dr. Bambang Sri Kaloko, S.T., M.T. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dalam acara penarikan mahasiswa KKN Kolaboratif 93 Karangbendo.
Kegiatan tersebut berlangsung bukan tanpa sebab, sebelumnya Mahasiswa KKN Kolaboratif 93 pada Kamis (31/07/2025) telah melaksanakan Pemaparan Program Kerja KKN bertempat di Gedung Serbaguna Kantor Desa Karangbendo. Pada kesempatan tersebut mahasiswa KKN memaparkan salah satu program kerja yang diberi nama “Teh Tera: Teh Terapi Gula Darah”.
Program kerja ini dirancang dengan harapan dapat menjadi terapi menurunkan kadar gula darah bagi penderita diabetes serta masyarakat umum yang peduli terhadap gaya hidup sehat.
Teh Tera merupakan minuman fermentasi teh dari campuran kombucha, air, dan gula sehingga menghasilkan senyawa bioaktif yang mengandung asam asetat dan politenol. Kandungan ini dapat mengubah karbohidrat menjadi monosakarida sehingga glukosa lebih lambat diserap dan dapat menurunkan gula darah.
Program kerja ini semula akan diadakan secara langsung dengan praktik pembuatannya di Gedung Serbaguna Kantor Desa Karangbendo pada Senin (11/08/2025). Kegiatan ini urung dilaksanakan sebab pada Sabtu (09/08/2025) mahasiswa KKN Kolaboratif ditarik lebih awal dari jadwal akibat insiden pencurian kendaraan bermotor (curanmor) milik KKN Kolaboratif dua desa lain di Lumajang.
Bebarengan dengan penarikan mahasiswa KKN Kolaboratif serentak pada lebih awal tersebut pada Sabtu (09/08/2025) di kantor desa masing-masing, Tim Mahasiswa KKN Kolaboratif 93 Karangbendo menyampaikan komitmen tetap melanjutkan program kerja tetapi dengan perubahan skenario dari offline menjadi online melalui pembuatan video tutorial di Youtube.
Muniri selaku Kepala Desa Karangbendo dalam kesempatan penarikan mahasiswa pertama-tama menyampaikan permohonan maafnya mewakili kepala desa lainnya di Kabupaten Lumajang atas insiden curanmor sehingga mahasiswa ditarik lebih awal dan kurang maksimal.
Muniri juga memberi dukungan penuh atas rencana tindak lanjut program kerja “Teh Tera: Teh Terapi Gula Darah” yang diusung mahasiswa KKN Kolaboratif di desanya. Ia mengaku ingin sekali mencicipi produk minuman Teh Tera ini karena sangat bermanfaat untuk menjaga kadar gula darah tetap normal dan baik untuk kesehatan tubuh.
Realisasi program kerja tersebut akhirnya ditayangkan di Kanal YouTube KKN Kolaboratif 93 Karangbendo yang dapat ditonton melalui tautan berikut ini https://youtu.be/FofPybMlZno?si=mOVopreVv_-5GeZj
Kepala Desa Karangbendo beserta jajaran perangkat desa memberikan atensinya usai menonton video tutorial pembuatan Teh Tera.
“makasih ngge mas infonya”, ujar Muniri selaku Kepala Desa Karangbendo usai dikonfirmasi realisasi program kerja Teh Tera melalui pesan WhattsApp-nya.
“Nggeh, terimakasih 🙏”, Begitupula Bapak Bambang selaku Sekretaris Desa Karangbendo melalui pesan WhattsApp-nya.
