Masyarakat Lingkar Sawit PT. ANA Kecewa; Kredibilitas Pemerintah Kab. Morowali utara diPertanyakan

Mengekspost tentang "kewarganegaraan, kedudukan warga negara, hak warga negara". - Kec. Petasia Timur-Kab. Morowali Utara-Sulawesi Tengah. Indonesia
Tulisan dari Adi HS, SE tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Morowali utara, Bupati Morowali utara membuka rapat permasalahan lingkar sawit kecamatan petasia timur di ruang POLA kantor Bupati Morowali Utara. Rabu, (23/05/2018).


Menindaklajuti tuntutan masyarakat lingkar sawit PT. Agro Nusa Abadi di wilayah kecamatan petasia timur kabupaten morowali utara (Morut) pemerintah Morut mengundang pihak-pihak berwenang dari jajaran Dinas-dinas yang bersangkutan terkait perkebunan sawit, pihak perusahaan, forum komunikasi pemuda Molino, Aliansi masyarakat lingkar sawit, hingga Kepala Desa dan masyarakat didesa lingkar sawit.
Ir. Aptripel Tumimomor, M.T. selaku Bupati Morowali utara berkesempatan membuka rapat dalam membahas penyelesaian polemik yang ada dilingkar sawit dimana permasalahan ini antara masyarakat lingkar sawit dengan perusahaan PT. Agro Nusa Abadi.

Hadirnya Bupati Morowali utara dalam rapat mengenai polemik permasalahan lahan masyarakat yang sudah dikelola PT. Agro Nusa Abadi (PT. ANA) sejak Desember 2006 awal masuk PT. ANA hingga sekarang 2018, masyarakat berharap akan ada penyelesaian dengan hadirnya Bupati Morowali Utara selaku kepala pemerintah yang dapat mengambil kebijakan dan keputusan.

Momentum yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat lingkar sawit dikec. Petasia Timur dengan dapat hadirnya Bupati Morowali Utara pada rapat terbuka itu kembali membuat masyarakat kecewa dengan penyampaian izin Bupati Morut yang hanya dapat membuka kegiatan rapat tersebut dikarenakan telah adanya jadwal pertemuan/rapat yang sudah dikonfirmasi terlebih dahulu.
Masyarakat lingkar sawit kembali menaruh kekecewaan yang dalam terhadap Bupati morowali utara yang tidak pernah menyelesaikan permasalahan lahan yang sudah lama dikelola perusahaan PT. ANA dikecamatan petasia timur, adapun kehadiran bupati morowali utara pada kesempatan itu adalah yang pertama kali dengan beberapa kali masyarakat lingkar sawit melakukan aksi untuk mempertemukan dan dimediasi langsung Bupati Morut.
Assisten 1 beserta Dandim 1311 Morowali menjadi pimpinan rapat setelah Bupati Morut pamit undur diri untuk menghadiri pertemuan/rapat yang sangat penting menyangkut daerah; penyampaian bupati morowali utara dalam kesempatan membuka rapat pembahasan dan penyelesaian lahan perkebunan sawit yang ada diwilayah kec. petasia timur.
selama berlangsungnya rapat masyarakat lingkar sawit hanya mendengarkan penyampaian hasil dari laporan pengeluaran yang sudah dikeluarkan PT. Agro Nusa Abadi selama adanya sistem ganti rugi tanah tiap-tiap desa lingkar sawit. Adapun Assisten 1 selaku pemerintah morowali utara menyampaikan agar penyelesaian lahan yang masih berkelanjutan dipercayakan ke tim-tim Desa yang ada serta dalam rapat tersebut tim-tim desa menyampaikan hasil laporan dari yang ada dalam proses ganti rugi lahan.
Aliansi masyarakat lingkar sawit beserta forum pemuda molino sepakat dalam rapat meminta lahan masyarakat yang sudah dikelola PT. Agro Nusa Abadi sejak 2006 s/d 2018 dikembalikan dan dibayarkan hasilnya kepada masyarakat pemilik lahan, hal serupa juga di sampaikan oleh Camat Petasia Timur.
Assisten 1 selaku pemerintah kabupaten morowali utara yang memimpin rapat setelah diberikan kewenangan memimpin rapat oleh bupati morut pada kesempatan itu tidak dapat mengambil keputusan terkait permintaan dari masyarakat lingkar sawit yang sudah merasa dirugikan atas lahan mereka dengan bukti surat-surat yang mereka miliki namun PT. ANA masih saja mengelola tanpa pernah ada kemitraan.
Baik Dandim 1311 Morowali menyatakan akan menyelesaikan permasalahan lahan sawit dengan seadil-adilnya dan bijak sesuai janjinya dikantor induk PT. ANA Kamis, (17/05) ketika mediasi pada saat masyarakat lingkar sawit memalang jalur kantor induk dan pabrik perusahaan PT. ANA, sesuai pernyataan Dandim 1311 Morowali tersebut tidak terealisasikan dalam Rapat membahas dan penyelesaian lahan masyarakat dilingkar sawit PT. ANA dikarenakan tidak ada satu kesepakatan dan keputusan mengenai tuntutan masyarakat lingkar sawit untuk meminta kembali lahan mereka yang telah diserobot perusahaan PT. Agro Nusa Abadi serta sudah dikelola selam kurung waktu 12 tahun.
Pemerintah Kabupaten Morowali Utara tidak pernah menyikapi permasalahan lahan masyarakat dilingkar sawit PT. Agro Nusa Abadi. Masyarakat menyatakan bahwa; pemerintah Daerah Morowali Utara selalu menutup diri dalam permasalahan ini tanpa pernah menyikapi dengan serius, kredibillitas pemerintah daerah morowali utara dipertanyakan sejauh mana ketegasan dan kebijakan serta keadilan dalam roda kepemerintahan kabupaten Morowali Utara selaku kepala pemerintahannya Bapak Ir. Aptripel Tumimomor, M.T. Bupati Morowali Utara, Sulawesi Tengah.
