Ajak Siswa SD Kenali dan Kelola Emosi melalui "Inilah Aku, Diriku, dan Emosiku"
Tulisan dari Gesha Dita Giri Amanda tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pati (27/07/2023) – Emosi memiliki peran penting di kehidupan manusia karena berperan besar dalam membentuk kepribadian dan perilaku. Pada anak-anak usia sekolah emosi juga mampu mempengaruhi konsentrasi dan performa belajar. Di mana jika emosi yang dirasakan positif, maka dapat meningkatkan kinerja otak dan membantu mereka lebih fokus dalam belajar. Sebaliknya, jika emosi tidak dikelola dengan baik, dampaknya bisa berujung pada masalah psikologis dan perilaku negatif seperti kenakalan remaja.
Oleh karena itu anak-anak perlu mempunyai kemampuan untuk mengenal dan mengelola emosi sejak dini. Kemampuan tersebut akan membantu anak-anak dalam berinteraksi dengan orang lain di lingkungan sosialnya, membuat keputusan yang tepat, dan mengatasi tantangan dalam kehidupan.

Maka melalui kegiatan sosialisasi bertajuk “Inilah Aku, Diriku, dan Emosiku”, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro tahun 2023 dari Fakultas Psikologi mengajak para siswa kelas 6 SD Negeri Jepat Lor belajar mengenal dan mengelola emosi sebagai upaya menjaga kesehatan mental dan meningkatkan performa belajar. Sosialisasi tersebut sejalan pula dengan poin ketiga dari Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu kehidupan sehat dan sejahtera.
Sosialisasi dilakukan di ruang kelas pada Kamis, 27 Juli 2023 yang diikuti 28 siswa kelas 6 SD Negeri Jepat Lor. Sosialisasi disampaikan menggunakan powerpoint dan ditampilkan lewat LCD proyektor. Materi terkait "apa itu emosi", "kenapa mengenali emosi itu penting", "2 macam bentuk emosi", hingga "6 jenis emosi dasar manusia" disajikan dengan cara yang menarik untuk didengar para siswa.
Siswa-siswi kelas 6 antusias dan aktif dalam menjawab maupun bertanya selama kegiatan sosialisasi berlangsung. Di akhir sesi, setiap siswa diminta mengisi lembar kerja yang bertujuan membantu mereka mengenali emosi yang sedang dirasakan, mengidentifikasi penyebab timbulnya emosi, serta cara-cara mengatasi emosi tersebut. Dengan begitu para siswa juga memperoleh wadah untuk menyalurkan emosi yang sebelumnya mungkin dipendam.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan para siswa dapat lebih memahami dan mengembangkan keterampilan mengelola emosi secara sehat.

