Konten dari Pengguna

Edukasi Pemilahan Sampah Organik dan Anorganik Untuk Kesadaran Lingkungan

Gabriella Devina

Gabriella Devina

Mahasiswa Program Studi Manajemen dan Administrasi Logistik Fakultas Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Gabriella Devina tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

“Meningkatkan Pemahaman Pemilahan Sampah: Kegiatan Sosialisasi Mahasiswa KKN sebagai Upaya Membangun Kesadaran Lingkungan di SDN 02 Kenconorejo”

(Foto bersama mahasiswa KKN Tim 1 Undip 2026 dengan guru 5 SDN 02 Kenconorejo)
zoom-in-whitePerbesar
(Foto bersama mahasiswa KKN Tim 1 Undip 2026 dengan guru 5 SDN 02 Kenconorejo)

Kenconorejo, Batang 29 Januari 2026 - Sosialisasi pemilahan sampah organik dan anorganik dilaksanakan di SDN 02 Kenconorejo sebagai upaya meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Kegiatan ini menyasar siswa kelas 5 sekolah dasar. Sosialisasi berlangsung dalam suasana edukatif dan interaktif.

Kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi tempat sampah di lingkungan sekolah yang sudah tidak menunjukkan perbedaan yang jelas antara sampah organik dan anorganik. Akibatnya, masih ditemukan kebiasaan siswa membuang sampah tanpa memilah jenisnya. Kondisi ini berpotensi berdampak pada kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekolah.

Selain keterbatasan fasilitas, pemahaman siswa mengenai jenis sampah juga masih tergolong rendah. Berdasarkan hasil tanya jawab awal, sebagian siswa hanya mengetahui bahwa sampah plastik termasuk kategori anorganik. Sementara itu, jenis sampah lainnya masih sering disalahartikan.

Melihat permasalahan tersebut, sosialisasi dilakukan dengan pendekatan edukatif yang disesuaikan dengan usia siswa. Materi disampaikan menggunakan poster bergambar dan contoh nyata di sekitar lingkungan sekolah. Metode ini bertujuan agar siswa lebih mudah memahami materi yang diberikan.

(Kegiatan sosialisasi pemilahan sampah organik dan anorganik kepada siswa kelas 5 di dalam kelas.)

Dalam penyampaian materi, siswa diperkenalkan dengan pengertian sampah organik dan anorganik beserta contohnya. Sampah organik dijelaskan melalui contoh sisa makanan dan daun kering. Sampah anorganik dikenalkan melalui contoh plastik, botol, dan kaleng.

Kegiatan sosialisasi berlangsung secara interaktif melalui sesi tanya jawab. Siswa terlihat antusias dan mulai mampu mengelompokkan sampah berdasarkan jenisnya. Interaksi ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa setelah materi disampaikan.

Sebagai bentuk tindak lanjut kegiatan, diserahkan dua tong sampah yang telah dilengkapi dengan gambar dan keterangan sesuai jenisnya. Tong sampah tersebut dibedakan antara sampah organik dan anorganik. Fasilitas ini diharapkan dapat menunjang penerapan kebiasaan memilah sampah di sekolah.

(Penyerahan tong sampah organik dan anorganik kepada Kepala SDN 02 Kenconorejo.)

Penyerahan tong sampah dilakukan secara simbolis kepada Kepala SDN 02 Kenconorejo, Sutriyah, sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang bersih dan sehat. Bantuan tersebut menjadi wujud dukungan nyata sekolah terhadap upaya peningkatan kebersihan lingkungan. Fasilitas tong sampah ini nantinya akan digunakan oleh seluruh warga sekolah dalam kegiatan sehari-hari. Diharapkan, keberadaan fasilitas ini dapat menumbuhkan kebiasaan membuang sampah pada tempatnya serta meningkatkan kepedulian siswa terhadap lingkungan sejak dini.

Kepala Sekolah SDN 02 Kenconorejo, Sutriyah, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan sosialisasi ini dapat memberikan manfaat bagi siswa dalam memahami pentingnya memilah sampah. Menurutnya, edukasi sejak dini sangat penting untuk membentuk kebiasaan peduli lingkungan.

“Semoga kegiatan dan tong sampah yang diberikan dapat bermanfaat serta digunakan dengan baik oleh siswa,” ujar Sutriyah, Kepala Sekolah SDN 02 Kenconorejo. Ia juga berharap kesadaran menjaga kebersihan lingkungan sekolah dapat terus meningkat. Kebiasaan memilah sampah diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan tidak hanya memahami konsep pemilahan sampah secara teori. Pemahaman tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah. Lingkungan yang bersih menjadi tanggung jawab bersama.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menanamkan perilaku peduli lingkungan kepada siswa sekolah dasar. Dukungan pihak sekolah menjadi faktor penting dalam keberlanjutan program tersebut. Kesadaran memilah sampah diharapkan terus tumbuh di SDN 02 Kenconorejo.

Penulis : Muhammad Rizkinawara

Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Program Studi : Ilmu Komunikasi

Dosen Pembimbing Lapangan : Faradhina Azzahra, S.T., M.Sc.

Lokasi KKN TIM 1 2026 : Desa Kenconorejo, Kec. Tulis, Kab. Batang