Konten dari Pengguna

Pembuatan Peta Sebaran UMKM Desa Kenconorejo

Gabriella Devina

Gabriella Devina

Mahasiswa Program Studi Manajemen dan Administrasi Logistik Fakultas Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Gabriella Devina tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kenconorejo, Batang 05 Februari 2026 - Desa Kenconorejo kini punya satu aset baru yang lumayan keren dan terbaru, yakni peta sebaran UMKM. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), Nitalia Nuraliah dari Universitas Diponegoro berhasil menyelesaikan program kerja pemetaan ini selama masa pengabdian di desa tersebut. Peta yang dibuat khusus memetakan lokasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ada di seluruh wilayah Desa Kenconorejo. Mulai dari penggunaan citra satelit resolusi tinggi hasil rekaman tahun 2025 sebagai lapisan dasar visual. Citra ini memberikan tampilan detail permukiman, jalan desa, dan pola lahan yang jelas, sehingga memudahkan identifikasi lokasi usaha secara spasial tanpa harus mengandalkan survei manual sepenuhnya. Selanjutnya, data ini dikombinasikan dengan referensi geospasial resmi dari Badan Informasi Geospasial (BIG) edisi 2026, termasuk peta dasar administratif desa, batas wilayah, dan sistem koordinat nasional yang telah distandarisasi ditambah pengukuran koordinat langsung di lapangan dengan aplikasi Koordinat GPS.

“Kami punya data UMKM tapi hanya sebatas data, bukan peta. Kami belum memiliki peta sebaran UMKM yang terbaru,” ujar Dian Purwoko selaku Sekretaris Desa Kenconorejo.

Proses pembuatannya melibatkan kerja sama erat dengan perangkat desa dan beberapa pelaku UMKM sendiri. Nitalia Nuraliah dibantu dengan tim KKN Desa Kenconorejo turun langsung ke lapangan, wawancara singkat, merekam data koordinat asli tempat UMKM, lalu olah data di software ArcGIS. Selain titik koordinat, peta juga menyertakan informasi dasar seperti jenis usaha, nama pemilik. Data UMKM yang ditampilkan di peta merupakan UMKM yang masih aktif.

(Penyerahan peta sebaran UMKM Desa Kenconorejo oleh Mahasiswa KKN Undip,Nitalia Nuraliah kepada Dian Purwoko selaku Sekretaris Desa)

Peta ini bukan sekadar dokumen teknis, tetapi menjadi alat strategis bagi pemerintah desa untuk merancang program pendampingan yang tepat sasaran. Misalnya, mengidentifikasi klaster UMKM yang bisa dikembangkan bersama, memudahkan distribusi bantuan modal, atau bahkan menarik investor lokal dengan menunjukkan potensi ekonomi yang terpetakan jelas. Bagi pelaku UMKM, visibilitas yang meningkat berarti peluang lebih besar.

(Peta sebaran UMKM Desa Kenconorejo)

Kegiatan pembuatan peta sebaran UMKM di Desa Kenconorejo meninggalkan jejak nyata yang tak hanya dirasakan saat ini, tapi juga berpotensi membentuk masa depan ekonomi desa. Mahasiswa KKN Undip, Nitalia Nuraliah meninggalkan desa dengan rasa puas yang mendalam, bukan karena materi melainkan karena melihat langsung bagaimana data yang di susun dengan teliti itu langsung diterima dan diapresiasi oleh perangkat desa serta pelaku usaha.

(Foto bersama mahasiswa KKN Undip dengan perangkat desa)

Inisiatif mahasiswa KKN Undip ini meninggalkan dampak nyata bagi Desa Kenconorejo. Pembuatan peta sebaran UMKM bukan akhir dari pengabdian, melainkan fondasi bagi cerita sukses berkelanjutan kedepannya. Semoga inisiatif seperti ini terus bergulir, menginspirasi desa- desa lain di Indonesia untuk memetakan potensinya sendiri, sehingga pembangunan ekonomi dari bawah benar-benar berjalan nyata dan berkelanjutan.