Pengenalan Green Logistics Melalui Daur Ulang Botol Plastik jadi Celengan

Mahasiswa Program Studi Manajemen dan Administrasi Logistik Fakultas Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Gabriella Devina tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
” Membangun Kesadaran Lingkungan Sejak Dini: Mahasiswa KKN Undip Tim I 2026 Edukasi Green Logistics dengan Praktik Daur Ulang Botol Plastik Menjadi Celengan Kreatif di SDN 02 Kenconorejo”

Kenconorejo, Batang 29 Januari 2026 – Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro (Undip) Tim 1 2026, Dita Pebrianti Dongoran, mengadakan kegiatan edukasi lingkungan kepada siswa SD Negeri 02 Kenconorejo. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep sederhana green logistics melalui praktik kreatif daur ulang botol plastik bekas menjadi celengan. Kegiatan berlangsung pada Kamis, 29 Januari 2026 di sekolah tersebut dan diikuti oleh seluruh siswa kelas 5 yang berjumlah 21 orang. Melalui pendekatan kreatif, siswa diajak mengubah sampah plastik menjadi celengan unik yang bermanfaat. Program ini sejalan dengan semangat Sekolah Adiwiyata dan SITABETALING (Siswa Tanggap Benahi dan Tata Lingkungan) di sekolah setempat.
Edukasi yang dipandu oleh Dita Pebrianti bertujuan menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini pada siswa mengenai pentingnya pengelolaan sampah secara mandiri dan bertanggung jawab. Konsep green logistics diperkenalkan dengan bahasa sederhana sebagai upaya mengelola sampah dan limbah termasuk plastik agar lebih ramah lingkungan, sehingga dapat menekan pencemaran dan penumpukan sampah melalui kegiatan daur ulang serta pemanfaatan kembali barang bekas. Melalui edukasi ini, siswa diharapkan mampu menerapkan kebiasaan kecil yang berdampak besar bagi kelestarian lingkungan di sekitarnya.
Persiapan utama dilakukan oleh Dita Pebrianti sendiri dengan menyediakan seluruh botol plastik bekas yang dibutuhkan. Botol-botol tersebut dikumpulkan dari berbagai sumber ramah lingkungan sebelum kegiatan dimulai salah satunya Bank Sampah Asy-syifa Desa Kenconorejo. Hal ini memastikan ketersediaan bahan yang cukup dan berkualitas untuk seluruh peserta. Siswa tidak perlu membawa botol dari rumah, sehingga fokus mereka tertuju pada proses edukasi dan kreasi. Pendekatan ini membuat kegiatan lebih terorganisir dan efektif.
Selain botol plastik, menyiapkan lengkap alat dan bahan pendukung seperti cat akrilik berbagai warna, kuas dalam ukuran berbeda, palet untuk mencampur warna serta sticker. Semua perlengkapan ini dibawa langsung ke sekolah agar siswa bisa langsung berkreasi tanpa kendala. Persiapan matang ini menunjukkan komitmen mahasiswa KKN dalam memberikan pengalaman belajar terbaik. Siswa pun merasa dimanjakan dengan bahan berkualitas yang siap pakai. Kegiatan menjadi lebih lancar dan menyenangkan berkat persiapan ini.
Kegiatan dimulai dengan pengenalan konsep green logistics yang disampaikan secara sederhana dan menarik. Dita menjelaskan bahwa green logistics adalah pengelolaan sampah ramah lingkungan untuk mengurangi pencemaran dan limbah plastik. Siswa diajak memahami dampak sampah terhadap alam dan individu. Penjelasan ini menjadi fondasi sebelum masuk ke praktik langsung. Semua siswa tampak antusias mendengarkan dengan penuh perhatian.
Tahap berikutnya adalah praktik melubangi botol secara langsung di bagian atas menggunakan cutter dengan pengawasan ketat dari Dita dan mahasiswa KKN lainnya. Posisi lubang disesuaikan agar pas untuk memasukkan uang koin maupun lembaran tanpa merusak struktur botol. Setiap siswa mendapat pendampingan personal untuk menjaga keamanan dan kerapian hasil. Proses ini berlangsung tertib dan penuh kehati-hatian. Siswa belajar teknik dasar pengolahan bahan bekas dengan aman.
Setelah lubang pada botol selesai dibuat, siswa kelas 5 langsung memasuki sesi melukis dan menghias celengan kreatif menggunakan kuas, cat, serta palet yang telah disediakan. Mereka dengan bebas menciptakan desain unik sesuai imajinasi, mulai dari motif hewan lucu, pola bunga, hingga karakter kartun favorit yang menjadi pilihan populer. Kreativitas anak-anak begitu terpancar dari setiap goresan warna, sementara suasana kelas dipenuhi tawa riang dan obrolan antusias. Dalam waktu khusus 45 menit, Dita beserta tim berkeliling memberikan tips mencampur warna serta saran desain yang lebih menarik, sehingga banyak siswa bereksperimen dengan gradasi warna maupun tambahan pola kreatif. Proses ini tidak hanya melatih kesabaran dan motorik halus mereka, tetapi juga membuat celengan mulai terlihat berwarna-warni dan hidup di tangan masing-masing.
Setelah waktu melukis habis, setiap siswa membawa hasil karyanya ke depan kelas untuk mempresentasikan celengan buatan sendiri secara bergantian, menjelaskan inspirasi desain serta cerita di balik kreasi mereka, sementara teman-teman memberikan tepuk tangan hangat yang membuat momen tersebut menjadi ajang saling mengapresiasi dan membangun rasa percaya diri, sehingga kelas semakin hangat dipenuhi energi positif. Penilaian dilakukan secara kolektif dengan fokus pada kreativitas, keunikan desain, serta penerapan semangat daur ulang, hingga akhirnya terpilih tiga siswa terbaik berdasarkan kriteria yang telah disepakati. Ketiga pemenang itu mendapat hadiah sederhana sebagai motivasi untuk terus berkarya, dan mereka tampak sangat bahagia serta berterima kasih atas apresiasi yang diberikan.
Dita Pebrianti secara khusus mengapresiasi ketiga siswa terbaik agar terus aktif dalam pengolahan sampah di lingkungan sekitar. Ia menegaskan bahwa green logistics sangat relevan dengan kehidupan anak-anak sehari-hari. Mulai dari memilah sampah rumah tangga hingga menabung dengan celengan sendiri, semua bisa dimulai sekarang. Pesan ini disampaikan dengan penuh semangat agar mudah tertanam di hati siswa. Harapannya, kebiasaan baik ini bertahan dan menyebar luas.
Kegiatan mendapat respons luar biasa dari siswa maupun pihak sekolah. Kepala Sekolah SDN 02 Kenconorejo menyampaikan apresiasi mendalam kepada tim KKN Undip. “Kegiatan yang sangat bermanfaat untuk dikenalkan kepada semua siswa/i. Hadirnya dan kontribusi mahasiswa KKN Undip di SDN 02 Kenconorejo benar-benar membantu,” ujar Ibu Sutriya sebagai Kepala Sekolah SDN 02 Kenconorejo sambil tersenyum bangga. Ia berharap inisiatif serupa bisa terus berlanjut di sekolah.
Sebagai penutup kegiatan, celengan hasil karya siswa dibawa pulang sebagai simbol awal kebiasaan menabung yang sarat makna. Dita berpesan agar celengan tersebut dimanfaatkan untuk menyimpan uang jajan sekaligus menjadi pengingat untuk mengurangi sampah plastik di lingkungan sekitar. Para siswa pun menyatakan komitmennya untuk terus menerapkan kebiasaan daur ulang di rumah masing-masing. Kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama yang dipenuhi keceriaan, kebanggaan, dan semangat menjaga lingkungan sejak usia dini.
Melalui kegiatan ini, siswa kelas 5 SDN 02 Kenconorejo membuktikan bahwa peduli lingkungan bisa dilakukan dengan cara kreatif dan menyenangkan. Mereka tidak hanya memahami green logistics secara teori, tetapi juga mempraktikkannya langsung melalui tangan sendiri. Transformasi botol plastik menjadi celengan menjadi bukti nyata bahwa sampah bisa bernilai tinggi jika dikelola dengan benar. Semangat ini diharapkan terus menginspirasi keluarga dan komunitas sekitar. Program seperti ini patut dijadikan contoh bagi sekolah-sekolah lain di tanah air.
Penulis : Dita Pebrianti Dongoran
Fakultas : Sekolah Vokasi
Program Studi : Manajemen dan Administrasi Logistik
Dosen Pembimbing Lapangan : Faradhina Azzahra, S.T., M.Sc.
Lokasi KKN TIM 1 2026 : Desa Kenconorejo, Kec. Tulis, Kab. Batang.
